
Sesampainya di rumah Sandra, Sandra begitu terkejut melihat mobil orang tuanya masih di rumah.
''Sebentar, Ren. Jangan turun dulu,'' cegah Sandra yang melihat mobil orang tuanya masih terparkir di halaman rumah.
''Kenapa San?''
''Sebentar,'' kata Sandra sambil mengeluarkan bedak dan lipstik dari tasnya. Sandra men-touch up wajahnya supaya tidak terlihat sehabis make up. Lipstiknya yang berantakan pun, ia poles kembali. Sandra juga merapikan kembali rambutnya. Tak lupa ia menyemprotkan parfum di seluruh tubuhnya. Rendra menatap heran dan tertawa dengan sikap Sandra yang menurutnya unik.
''Gimana?'' kata Sandra yang meminta pendapat Rendra sembri mengecapkan bibirnya.
''Cantik kok,'' jawab Rendra dengan senyum lebarnya.
''Ya udah sekarang kita turun,'' kata Sandra. Rendra pun menuruti apa yang Sandra katakan.
''Tok tok tok tok,'' suara Sandra mengetuk pintu. Bu Desi yang sedang bercengkrama di ruang tengan bersama Pak Deni, segera berjalan ke depan untuk membuka pintu.
''Mama,'' peluk Sandra dengan manja.
''Darimana sayang?'' tanya Bu Desi.
''Habis jalan, Ma. Oh ya kenalin ini teman Sandra, namanya Rendra. Rendra ini Mama aku namanya Desi,'' kata Sandra.
''Assalamualaikum tante. Saya Rendra,'' sapa Rendra dengan sopan sembari mencium punggung tangan Bu Desi.
''Waalaikumsalam. Ayo masuk dulu yuk,'' kata Bu Desi yang begitu ramah dengan Rendra. Sandra merasa heran dengan sikap Mamanya yang begitu welcome dengan Rendra.
''Mama sama Papa nggak jadi balik?''
''Nggak. Mama sama Papa mau disini sampai kamu lulus. Lihat nilai ujian kamu bikin Papa dan Mama batal balik.'' Jelas Bu Desi.
''Waduh, Mama sama Papa mau disini. Hmmm mesti jadi anak baik nih,'' gumam Sandra dalam hati.
''Papa mana, Ma?''
''Itu lagi nonton televisi. Kita makan malam nungguin kamu.''
''Hello, Pa,'' sapa Sandra sembari memeluk Papanya.
''Hello, sayang. Kamu darimana aja? Papa telepon mau ajakin kamu makan malam tapi nggak di angkat? pasti sama si begundal Elvan itu ya?'' kata Pak Deni.
''Nggak, Pa. Sandra habis main ke cafe Rendra. Ini kenalin, Pa. Namanya Rendra, dia ini teman kampus Sandra sekaligus pengusaha muda yang berbakat,'' kata Sandra yang memperkenalkan Pak Deni pada Rendra.
''Saya Rendra, Om.'' Ucap Rendra sembari mencium punggung tangan Pak Deni.
''Hebat sekali kamu ya. Tampan, pintar dan pengusaha muda,'' puji Pak Deni.
''Masih merintis kok, Om.'' Kata Rendra.
__ADS_1
''Gimana kalau kita makan malam bersama? Tante sudah masak banyak,'' kata Pak Deni pada Rendra.
''Tidak usah, Om. Saya pulang saja.''
''Sudah, ayo makan dulu. Lagian ini baru jam 8,'' ajak Pak Deni sembari menepuk pundak Rendra.
''Mmm baiklah, Om.'' Kata Rendra sembari mengedipkan mata pada Sandra. Kode untuk menyelamatkannya supaya Rendra bisa cepat pulang. Tapi Sandra menggeleng tanda ia tidak bisa berbuat apa-apa saat Papanya telah mengambil keputusan. Rendra pun akhirnya pasrah menerima ajakan makan malam orang tua Sandra.
''Gini dong kalau kamu nyari teman. Jangan kayak si Elvan. Dia itu membawa pengaruh buruk untuk kamu.'' Kata Pak Deni dengan tegas.
''Ihhh Papa apaan sih bawa-bawa Elvan segala,'' kata Sandra dengan kesal.
''Sudah-sudah, ada tamu kok malah debat. Ayo Rendra, silahkan di nikmati. Ini masakan tante sendiri lho,'' kata Bu Desi sembari menuangkan nasi ke dalam piring Rendra.
''Kok Rendra yang di ambilin sih, anak Mama kan Sandra,'' protes Sandra.
''Kamu kan bisa ambil sendiri, San. Rendra kan tamu kita,'' kata Pak Deni.
''Om, tante, terima kasih ya.'' Kata Rendra malu-malu.
''Ya udah ayo kita makan dulu,'' kata Pak Deni. Sesekali Rendra menahan senyumnya melihat sikap Sandra yang bertolak belakang dengan apa yang dia lihat selama ini. Kalau Sandra di dalam rumah benar-benar penurut dan jaga image. Sedangkan di luar Sandra menjadi gadis liar, arogan dan seenaknya sendiri. Yang jelas orang tua Sandra sangat tidak suka melihat Sandra bergaul dengan Elvan. Karena bagi orang tua Sandra, Elvan adalah laki-laki yang memiliki karakter buruk. Pemabuk dan pemain wanita. Di tambah kisah keluarga Elvan di masa lalu, membuat orang tua Sandra memandang sebelah mata keluarga Elvan. Ia takut jika putri semata wayangnya akan menderita jika hidup bersama Elvan.
...****************...
Hari pertama Alia bekerja dengan lancar. Ia pun nyaman bekerja dengan Milka. Di tambah teman kerjanya menyambut Alia dengan ramah.
''Sepertinya besok saja, Mbak.''
''Elvan hari ini sama sekali tidak mau makan. Aku dapat kabar dari Mas Endrew, soalnya kan Mas Endrew nyuruh suster untuk jagain Elvan. Kamu tahu sampai dia nggak mau minum obat. Bahkan suster pun jadi korban uring-uringannya. Suka bingung sama dia, moodyan banget.'' Cerita Milka.
''Kenapa gitu ya, Mbak? Padahal itu semua supaya dia cepat sembuh.''
''Mungkin dia nungguin kamu. Ya udah aku pulang dulu ya. Kamu hati-hati. Atau aku antar sekalian?''
''Nggak usah, mbak. Terima kasih. Itu Andra udah nunggu di depan.''
''Ya udah kamu hati-hati ya.''
''Iya mbak. Mbak juga hati-hati ya, salam untuk Chelsea.''
''Iya pasti.''
-
''Andra, kita ke rumah sakit jengukin Elvan ya.'' kata Alia saat mereka tengah dalam perjalanan.
''Kakak nggak capek? apa nggak sebaiknya besok aja,'' kata Andra yang merasa kasihan pada kakaknya.
__ADS_1
''Tadi Mbak Milka cerita kalau Elvan sama sekali nggak mau makan. Obat juga nggak di minum.''
''Kakak khawatir ya?'' goda Andra.
''Khawatir? emang iya ya. Kakak merasa biasa saja,'' kata Alia yang berusaha menyangkal kekhawatirannya.
''Ah kakak, gitu aja nggak ngaku.''
''Udahlah kamu malah ledekin kakak. Kita mampir beli makan dulu ya untuk Elvan. Oh ya Ayah udah makan malam kan? dan obatnya juga udah?''
''Udah semua kok. Kak Alia tenang aja. Kalau kayak gini aku juga bisa fokus jagain Ayah.''
''Makasih ya, kakak juga lebih tenang kalau kamu di rumah.''
''Sama-sama kak. Oh ya kakak mau beli apa untuk Kak Elvan?''
''Apa ya, Ndra? kakak juga bingung. Elvan mana pernah makan makanan pinggir jalan kayak gini.''
''Aku juga bingung, Kak.''
''Uang kakak juga nggak cukup untuk beli makanan di restoran. Ya udah kita beli nasi goreng di tempatnya Mang Ujang ya, itu nasi gorengnya kan enak banget.''
''Ya udah deh, Kak. Kita mampir kesana.'' Akhirnya Alia dan Andra memilih untuk membelikan Elvan nasi goreng.
...****************...
''Assalamualaikum,'' sapa Alia.
''Waalaikumsalam,'' jawab Elvan dengan wajah juteknya.
''Kak, aku keluar sebentar ya,'' kata Andra yang ingin memberi waktu untuk Elvan dan Alia untuk berdua.
''Iya, Ndra.''
''Ini aku bawain kamu makanan. Maaf ya aku cuma bawa nasi goreng biasa.'' Kata Alia pada Elvan.
''Kemana aja kamu?'' ketus Elvan.
''Aku baru pulang, El. Terus aku mampir sini.''
''Kamu senang kerja di butiknya Milka?''
''Iya lah aku senang. Mbak Milka juga baik sama aku. Ya udah ini makannya.''
''Kepalaku sakit, aku nggak bisa makan sendiri. Tanganku juga masih sakit,'' kata Elvan. Alia tersenyum lalu menyuapi Elvan. Elvan dengan tetap bersikap cool, lalu menerima suapan dari Alia.
''Dasar anak kecil,'' gumam Alia dalam hati sembari terus menyuapi Elvan. Elvan merasa senang karena Alia akhirnya datang, meskipun Alia datang terlambat.
__ADS_1
...Bersambung.......