Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 73 Di Rumah Sakit


__ADS_3

Hari pun sudah mulai petang, Alia benar-benar merasa lelah dan kakinya benar-benar mau patah. Ia kembali melanjutkan perjalanannya setelah cukup lama berisitrahat di masjid.


''Ya Allah, bantulah hamba mencari pekerjaan. Andra pun sudah memutuskan untuk berhenti bekerja.'' Gumam Alia dalam hati sembari berjalan menyusuri kota. Kepala Alia terasa sangat pusing dan pandangannya mulai kabur. Kakinya terasa lelah sekali, seperti terlilit beban yang sangat berat. Dari kejauhan terlihat mobil Milka melintas. Milka sendiri baru saja pulang dari butiknya.


''Lho, itu kok kayak Alia ya. Iya nggak sih,'' kata Milka yang mencoba menerka-nerka. Saat Milka melewati Alia yang berjalan di trotoar, Milka sangat terkejut saat melihat Alia pingsan dari spion mobilnya. Alia benar-benar tidak sanggup menopang tubuhnya, lalu pingsan. Seketika Milka pun menghentikan mobilnya. Milka dengan penuh kecemasan, segera turun dari mobilnya.


''Ya ampun, ini beneran Alia,'' kata Milka. Milka dengan sekuat tenaga membopong Alia menuju mobil dan Milka segera membawa Alia menuju rumah sakit.


''Alia, kamu kenapa? kenapa kamu sampai pingsan,'' gumam Milka. Disaat yang bersamaan Endrew pun menelepon Milka.


''Milka, kamu dimana sayang?''


''Aku lagi di jalan, Mas. Ada apa? suara kamu kayak lagi panik.''


''Elvan. Elvan di rumah sakit, tadi di keroyok di klub.''


''Ya udah mas, aku kesana sekarang. Aku juga mau ke rumah sakit. Aku ketemu Alia di jalan dan pingsan, Mas.''


''Astaga, kok bisa sayang.''


''Nggak tahu, Mas.''


''Ya udah kamu hati-hati ya.''


''Iya, Mas.'' Kata Milka mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


Endrew di rumah sakit sangat cemas, bahkan kemeja Endrew pun berlumuran darah. Elvan masih di tangani di ruang ICU.


''Ya Tuhan, selamatkan adikku. Aku sangat mengkhawatirkannya,'' gumam Endrew penuh harap.


Sementara itu di cafe, Andra menyerahkan surat pengunduran dirinya pada manajer cafe. Andra sengaja memberikannya saat Rendra sudah meninggalkan cafe.


''Pak, ini surat pengunduran diri saya. Maafkan saya jika selama bekerja disini, banyak salah yang saya sengaja ataupun tidak.''


''Kamu serius akan mengundurkan diri? Apa kamu tersinggung dengan ucapan saya?''


''Tidak, Pak. Saya akan lebih fokus untuk belajar karena saya harus mempertahankan beasiswa saya di sekolah.''


''Baiklah kalau ini sudah menjadi keputusan kamu. Ini pesangon kamu.''


''Terima kasih, Pak. Saya permisi, assalamualaikum.'' Pamit Andra. Ada rasa sedih di hati Andra karena tidak bisa lagi membantu kakaknya untuk mencari uang.


...****************...


''Mas, gimana Elvan bisa kayak gini?'' tanya Milka.


''Aku kurang tahu, sayang. Aku pas masuk tau-tau Elvan udah terkapar di keroyok. Dan kepalanya di pukul sama botol wine. Semoga lukanya tidak parah, aku khawatir banget.''


''Apa aku perlu telepon Papa dan Mama?''


''Tidak usah sayang. Yang ada mereka malah marah sama Elvan. Lagian sebentar lagi Elvan dua puluh tahun, mereka akan pulang dan menjodohkan Elvan. Terus Alia gimana?''

__ADS_1


''Aku sendiri nggak tahu, Mas. Dia malam-malam jalan sendirian. Dan aku nemuin surat lamaran pekerjaan, kayaknya dia nyari kerjaan deh. Tapi bukanya kata kamu Elvan mempekerjakan Alia buat masak ya?''


''Iya, itu info yang aku dapt dari Bi Minah. Tapi dua hari terkakhir, Alia udah nggak ke rumah lagi. Pasti Elvan bikin masalah.''


''Kasihan Alia. Ya udah mas, apa aku minta tolong Alia bantu di butik aja ya.''


''Ide bagus sayang. Ya udah nanti kita obrolin lagi ya.''


''Iya, Mas. Ini dokter yang memeriksa Alia juga belum keluar.''


''Ini dokter yang menangani Elvan juga belum keluar. Sepertinya ada luka di kepala yang harus di jahit.''


''Kita berdoa semoga mereka baik-baik aja, Mas.''


''Amin.'' Akhirnya dokter yang menangani Alia pun keluar.


''Bagaimana kondisi Alia, dokter?'' tanya Milka.


''Tidak apa-apa, Nyonya. Sepertinya pasien mengalami kelelahan dan dehidrasi. Tekanan darahnya juga turun. Biarkan pasien istirahat terlebih dahulu. Nanti kalau sudah membaik sudah bisa boleh pulang.''


''Terima kasih ya, dokter.''


''Sama-sama Nyonya. Kalau begitu saya permisi.''


''Iya dokter, silahkan.'' Milka dan Endrew begitu lega mendapati Alia dalam keadaan yang tidak terlalu menghkawatirkan. Mereka kini tinggal menunggu kabar dari Elvan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2