Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 62 Sentuh Hatiku


__ADS_3

''Aw,'' rintih Elvan tiba-tiba sembari memegang dadanya.


''Kamu kenapa El?'' tanya Alia dengan penuh khawatir.


''Ngg-nggak apa-apa sih. Cuma dari tadi jantung aku kayak nyut-nyutan. Mungkin udah lama nggak nge-gym.'' Kata Elvan.


''Ya udah ayo kita masuk aja.''


''I-iya.'' Kata Elvan sembari membawa lukisan wajah Alia. Elvan pun berkali-kali memukul dadanya.


''Kenapa sih gue? Gue nggak pernah lho kayak gini. Masak cuma menatap Alia kayak tadi langsung jantungan,'' gumam Elvan dalam hati.


''Elo mau gue ajak ke suatu tempat lagi?''


''Kemana?''


''Sini deh.'' Elvan lalu mengajak Alia menuju galerinya. Alia begitu takjub melihat banyak lukisan terpampang di ruangan tersebut. Ruangan yang sangat luas dan di kelilingi oleh banyak jendela yang terbuat dari kayu jati. Elvan kemudian membuka semua jendela itu, ruangan itu pun tampak lebih terang.


''Wah, ini semua lukisan kamu?''


''Iya. Ya gue emang hobi melukis.''

__ADS_1


''Bagus banget, El. Pemandangannya juga sangat cantik. Melihat lukisan kamu ini, rasanya tenang dan sejuk banget. Tapi kenapa kamu biarin seperti ini?''


''Gue terakhir melukis waktu masih SMP. Setiap kali gue bete, gue mesti kesini. Tuh lihat banyak banget lukisan abstrak gue. Itu gambarin kalau hidup gue juga abstrak. Gue pingin banget suatu saat bisa menjadi seorang pelukis terkenal. Tapi ya gitu, Papa nggak pernah dukung gue. Papa pingin anak-anaknya mengurus perusahaan. Cuma mama yang mengerti gue. Mama yang selalu mendukung gue dalam hal apapun. Papa selalu menganggap gue bodoh dan tak sehebat Endrew. Bagi papa nilai akademis itu yang terpenting. Bahkan saat gue nunjukkin lukisan ini sama papa, papa sama sekali tidak meresponnya. Papa hanya menganggap ini sebuah gambar yang tidak penting dan selalu memaksa gue untuk mencontoh Endrew.'' Kata Elvan sembari membuka sebuah lukisan yang berselimut kain putih. Itu adalah lukisan pertama Elvan, saat ia masih duduk di sekolah dasar. Lukisan dirinya, papa dan mamanya.


''Lukisan kamu bagus, El. Ini kamu kan?''


''Iya. Itu gue, papa dan mama. Itu gue waktu masih SD dan lukisan itu gue buat, setelah mama pergi. Dimana gue kangen banget sama Mama dan juga kangen kebersamaan sama Papa.''


''Oh ya gimana kalau kamu mulai melukis lagi? Aku benar-benar tersanjung, saat aku menjadi wanita kedua yang kamu lukis. Tapi emang benar aku yang kedua? Bukanya hidup kamu di kelilingi banyak wanita seksi?'' goda Alia.


''Hhh, gue emang playboy tapi gue nggak sembarang ngelukis wajah cewek. Ya elo lihat aja, ada nggak lukisan cewek disini?'' ketus Elvan.


''Males aja."


''Mau nggak aku bantu bersihin ruangan kamu ini?''


''Buat apa?''


''Ya aku pingin kamu melukis lagi aja. Lebih baik ini menjadi hobi kamu daripada kamu minum sampai mabuk. Selain nggak baik buat kesehatan kamu, juga di larang dalam agama kita. Maaf, aku bukan maskud menggurui. Aku hanya sekedar mengingatkan sebagai seorang teman saja.''


''Udahlah jangan sok tahu dan ngatur,'' ketus Elvan.

__ADS_1


''Tuh kan kumat lagi ketusnya. Baru aja mau kasihan,'' gerutu Alia dalam hati.


''Oh ya itu wajah kamu ada sisa cat. Daritadi mau bilang sampai lupa, hehehe. Itu di pipi kamu.''


''Elo sengaja ya, pura-pura lupa ngasih tahu,'' ketus Elvan, sembari berusaha mengusapnya.


''Ya maaf.'' Alia kemudian tertawa saat melihat wajah Elvan semakin kotor karena tangan Elvan sendiri juga kotor terkena sisa cat lukisnya.


''Apaan yang lucu? Ngetawain apa? Emang gue badut?''


''Lebih dari badut,'' ucap Alia dengan tawa kecilnya yang membuat Elvan semakin cemberut. Alia lalu maju satu langkah lebih dekat dengan Elvan. Alia lalu membersihkan sisa cat yang menempel di wajah Elvan. Dengan lembut Alia menyekanya. Elvan kembali memegangi dadanya, jantungya semakin berdetak tak karuan saat Alia semakin dekat dengannya. Bahkan sentuhan tangan Alia di wajahnya, ingin membuat Elvan pingsan saja.


''Muka cemong-cemong kayak anak kecil aja. Udah bersih deh,'' kata Alia yang baru sadar, bahwa ia menyentuh wajah Elvan. Seketika Alia melepaskan tangannya namun tangan Elvan justru menggenggamnya. Elvan membimbing tangan Alia dan menempelkan telapak tangan Alia pada wajahnya. Mereka saling menantap, entah kenapa Alia menurut saja saat Elvan memegang tangannya dan menempelkannya pada wajah Elvan. Detak jantung Elvan semakin tak terkendali. Elvan lalu membimbing tangan Alia dan meletakkan tangan Alia pada dada Elvan. Alia sangat terkejut ketika ia bisa merasakan detak jantung Elvan yang begitu cepat.


''Apa elo bisa rasain? Apa elo tahu kenapa jantung gue seperti ini? Gue sendiri nggak tahu. Tiba-tiba jantung gue berdetak secepat ini. Asal elo tahu, gue hidup di kelilingi banyak wanita tapi tidak ada satupun yang bisa buat jantung gue berdetak secepat ini. Dan gue nggak tahu ini pertanda apa.'' Ucap Elvan yang membuat Alia terhenyak dan cukup terkejut dengan apa yang di katakan oleh Elvan. Lagi-lagi ucapan Elvan yang tentang taruhan itu, membuat Alia kembali sadar, bahwa semua ini pasti hanya trik Elvan saja. Alia segera menarik tangannya dari dada bidang Elvan.


''Mmmm itu karena kamu sering gombal sama cewek-cewek. Jadinya jantung kamu kayak gitu. Makanya jangan suka PHP-in cewek,'' kata Alia yang berusaha menetralkan perasaannya. Alia kemudian segera berlalu dan meninggalkan galeri.


''Alia tapi cuma elo yang bisa buat gue kayak gini,'' gumam Elvan dalam hati sembari menatap sedih Alia yang berlalu begitu saja. Sikap Alia yang seolah menyangkal kebenaran yang dikatakan Elvan, menimbulkan rasa sesak dalam dada Elvan.


...Bersambung... Jangan lupa like, komen dan vote ya, makasih 🙏😘...

__ADS_1


__ADS_2