Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 32 Ada Rasa?


__ADS_3

Keesokan paginya, Andra merasa terkejut karena motornya sudah ada di halaman rumahnya.


''Ayah? motor Andra kapan datangnya?'' teriak Andra dari luar.


''Tadi jam 5 pagi sudah disini,'' sahut Pak Samir dari dalam.


''Wah, ini ban motornya di ganti semuanya. Bahkan strip body motornya juga di ganti baru. Warnanya juga nggak kusem lagi,'' gumam Andra dengan rasa bahagianya. Alia yang sedang menyiapkan sarapan, berjalan keluar menuju halaman rumahnya.


''Ini beneran motor kamu? kok kayak baru?'' ucap Alia yang merasa terkejut.


''Nggak, Kak. Ini kayaknya udah di permak sama Mas Elvan.'' Kata Andra.


''Iya tadi orang suruhannya yang bawa motor kamu kesini. Sepertinya orang bengkel kepercayaan nak Elvan,'' kata Pak Samir.


''Ayah tapi ini berlebihan, masak iya motor jadi dalam waktu semalam,'' kata Alia penuh rasa heran.


''Mas Elvan kan orang mampu, Kak. Siapa tahu dia punya bengkel motor sendiri,'' sahut Andra sembari mengusap motornya itu.


''Alia jadi nggak enak. Pasti untuk membuat semuanya seperti ini, biayanya nggak murah. Alia nggak mau hutang budi, Yah.''


''Iya juga. Ayah juga merasa berlebihan. Kamu coba nanti bicara sama Elvan tapi lihat adik kamu, motornya di perbaiki dia bahagia sekali.''


''Ya udah nanti Alia coba ngomong sama Elvan.''


''Kak, aku mau kirim masakan ke rumah Mas Elvan. Sebagai ucapan terima kasih. Motorku jadi baru lagi, Kak. Semalam aku udah nggak bisa tidur, gimana besok pergi ke sekolah sama antar Kakak ke kampus. Tapi ternyata motornya udah jadi,'' ucap Andra dengan rasa bahagia tak terkira. Andra.


''Kak, nanti habis pulang kerja, kita mampir ke rumahnya,'' sambung Andra dengan antusias.


''Insya Allah ya. Ya udah kamu sarapan dulu kalau gitu.''


''Siap, Kak!"


''Andra bahagia banget motornya jadi baru lagi. Maafin Kakak ya, Andra. Kakak belum bisa bahagian kamu. Di saat anak muda jaman sekarang memiliki motor yang layak dan bagus tapi kamu masih mau dan sabar pakai motor ini,'' kata Alia dalam hati dengan perasaannya yang sangat sedih. Ia begitu beruntung karena Andra sama sekali tidak merasa gengsi memakai motor yang sudah lusuh dan buluk. Andra segera mengantar Alia ke kampus. Andra sangat senang karena motornya menjadi seperti baru lagi. Ia pun semakin semangat untuk pergi ke sekolah dan untuk mengantar kakaknya ke kampus.


''Kak, nanti jangan lupa sampein rasa terima kasih aku untuk Mas Elvan ya.''


''Iya, nanti kalau kakak ketemu pasti di sampein.''


''Tapi aku merasa nggak enak juga, Kak. Kan ban motor kita yang bocor tapi kenapa Mas Elvan malah memperbaiki semuanya?''


''Kakak juga nggak tahu. Ya udah kalau nanti Elvan minta uang untuk biaya perbaikan motor kamu, kakak akan membayarnya.''


''Memangnya kakak ada uang?''

__ADS_1


''Insya allah ada kok, Ndra,'' ucap Alia dengan senyum lebarnya. Padahal hati Alia sendiri merasa sedih bagaimana membayar uang perbaikan motor Andra pada Elvan. Akhirnya mereka sampai di kampus. Andra menurunkan Alia di kampus dan ia segera berangkat menuju sekolah. Alia kemudian berjalan menuju kelasnya namun lagi-lagi suata lembut menyapanya.''


''Assalamualaikum bidadari surga,'' suara Rendra yang sudah berada di samping Alia.


''Waalaikumsalam, Rendra. Kamu ngagetin aku aja. Jangan panggil aku seperti itu, Ren. Aku malu kalau di denger sama yang lain.'' Ucap Alia yang merasa tersipu malu.


''Iya, maaf. Tapi kamu memang pantas menjadi bidadari.''


''Kamu ini pagi-pagi udah gombal aja.''


''Oh ya gimana keadaan kamu?''


''Alhamdulillah, seperti yang kamu lihat, Ren.''


''Lain kali kamu hati-hati ya, Al. Aku selalu khawatir mikirin keadaan kamu.''


''Iya, Ren. Makasih ya.'' Rendra segera mengantar Alia menuju kelasnya. Sementara mobil Elvan baru saja tiba dan saling beriringan dengan Fandi dan Leon. Fandi dan Leon melihat aura bahagia dari wajah Elvan, membuat mulut mereka gatal jika tidak segera menggoda Elvan.


''Udah baikan lo?'' tanya Leon.


''Emangnya gue kenapa?'' tanya Elvan.


''Yaelah, kemarin nggak mau bareng tapi sekarang pagi-pagi udah ngajakin buat bareng,'' sahut Fandi.


''Sebentar-sebentar, jangan-jangan elo kemarin habis unboxing Sandra ya? makanya elo happy banget pagi-pagi,'' seloroh Leon.


''Gue masih waras kali. Gue kemarin langsung pergi. Udahlah nggak usah ngomongin Sandra. Gue nggak ngapa-ngapain sama Sandra.''


''Terus elo happy kenapa?'' selidik Fandi.


''Udah lah kita bahas nanti aja,'' kata Elvan. Elvan kemudian merangkul kedua sahabatnya dan mengajaknya menuju kelas.


...****************...


''Al, bareng yuk!" ajak Rani.


''Nggak usah, Ran. Kalian duluan aja. Aku masih ada keperluan sebentar.''


''Masak elo mau kerja dengan keadaan seperti ini sih?'' tanya Diana yang merasa kasihan pada Alia.


''Iya lah. Kan yang sakit kaki aku, bukan tangan aku.''


''Al, kita salut banget sama semangat kamu. Please, kalau kamu ada apa-apa dan butuh apa-apa, aku mohon kamu jangan ragu untuk bilang,'' kata Rani sambil menggenggam tangan Alia.

__ADS_1


''Iya, Al. Kita siap bantu kamu kok. Jangan sungkan Al. Kita sahabatan sudah lama,'' imbuh Diana yang merasa kasihan melihat Alia terlalu bekerja keras.


''Kalian bikin aku nangis. Aku bahagia banget punya kalian,'' ucap Alia sembari memeluk kedua sahabatnya. Air mata Alia pun menetes karena bahagia memiliki sahabat seperti Rani dan Diana. Namun tetap saja Alia tidak pernah mau merepotkan mereka, selagi Alia mampu melakukannya.


''Udah ah jangan nangis,'' kata Rani sambil menghapus air mata Alia.


''Ya udah kalian duluan aja dan hati-hati ya,'' kata Alia.


''Ya udah kamu juga hati-hati ya. Apa mau kita tungguin?''


''Nggak usah. Nanti Andra juga jemput kok.''


''Ya udah kalau gitu kita duluan ya. Assalamualaikum,'' kata Diana.


''Waalaikumsalam,'' jawab Alia. Alia pun segera melangkahkan kakinya menuju kelasa Elvan. Belum sempat sampai di kelas Elvan, Alia melihat Elvan bersama Fandi dan Leon berjalan menuju tempat parkir.


''Elvan!" teriak Alia. Mendengar suara Alia, membuat Elvan menghentikan langkahnya.


''El, di panggil Alia. Wah, pasti Elvan melakukan pendekatan tanpa sepengetahuan kita nih,'' goda Leon.


''Nggak salah kalau di julukin the king of playboy,'' timpal Fandi.


''Udah jangan banyak ngomong. Tunggu di tempat parkir sana,'' ketus Elvan.


''Siap Tuan Elvan,'' kompak Fandi dan Leon. Elvan kemudian berjalan menghampiri Alia.


''Ada apa?''


''Berapa biaya yang harus aku ganti untuk perbaikan motornya Andra? kan cuma bannya aja yang bocor. Kenapa kamu perbaiki semuanya?''


''Emang elo nggak lihat, ban motor Andra itu udah mulus, bahaya kalau di buat berkendara. Terus catnya juga udah pudar sama strip bodynya juga udah pada nglupas gitu. Ya sekalian aja aku ganti.''


''Tapi kan tidak seharusnya kamu mengganti tanpa bilang dulu. Pasti biayanya mahal sekali.''


''Siapa yang suruh bayar? nggak usah elo bayar. Soalnya elo udah pasti nggak akan mampu. Udah lah anggap aja itu balas budi. Karena gue nggak mau hutang budi soal Chelsea kemarin,'' ketus Elvan.


''Ya Allah, El. Aku ikhlas kok nolongin Chelsea. Meskipun bukan Chelsea, aku akan tetap menolongnya. Aku nggak berharap apapun dari kamu.''


''Jaman sekarang mana ada sih orang yang ikhlas menolong orang. Semua itu pasti berharap timbal balik,'' tegas Elvan sambil mendekatkan wajahnya pada Alia. Tiba-tiba jantung Elvan berdebar kencang saat wajahnya begitu dekat dengan Alia. Alia segera memalingkan wajahnya dari wajah tampan Elvan.


''Maaf jangan terlalu dekat, tolong kamu agak mundur,'' kata Alia pada Elvan. Elvan mengangkat wajahnya dan membenarkan kembali posisi tubuhnya.


bersambung.... jangan lupa like, komen dan vote yang banyak ya, makasih 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2