
Sementara Rendra sedang berada di cafenya. Rendra senang karena cafenya tidak pernah sepi pengunjung namun hatinya yang kini merasa sepi. Rendra duduk termenung di ruangannya. Mengingat kembali pertemuannya bersama Alia. Bukan hanya itu, bagaimana dirinya berjuang pada titik ini. Menjadi seorang yatim piatu bukanlah sesuatu yang mudah untuk Rendra lewati. Alia lah yang memberinya semangat dan motivasi untuk kuat namun kini Alia tidak ada lagi bersamanya. Usaha yang selama ini ia lakukan demi membahagiakan Alia pupus sudah. Alia semakin jauh dari jangkauannya. Istri idaman yang lepas dari genggamannya. Namun ia juga tidak akan melakukan hal bodoh hanya karena kecewa. Hal bodoh yang seperti di lakukan oleh Sandra. Yang bisa Rendra lakukan saat ini adalah, bagaimana cara menyembuhkan luka di hatinya. Suara ketukan pintu memecah lamunan Rendra.
''Masuk!" sahut Rendra dari dalam. Rendra tampak terkejut saat Sandra datang menemuinya.
''Sandra! Untuk apa kamu kemari?''
''Aku mau minta maaf.''
''Minta maaf untuk apa?''
''Untuk kesalahan yang aku lakukan pada Alia.''
''Hhh lucu kamu. Kenapa minta maaf sama aku? Minta maaflah kepada Alia. Kamu memang keterlaluan, San. Kalian itu sama-sama perempuan lho.''
''Aku melakukan itu karena sakit hati! Elvan lebih memilih Alia daripada aku.'' Ucap Sandra dengan suara meninggi.
''Ya udah kamu ikhlasin aja, San. Mungkin mereka memang sudah jodohnya.''
''Emang kamu nggak marah? nggak sakit hati atau cemburu?''
''Aku merasakan apa yang kamu rasakan tapi aku masih punya akal sehat, San. Aku bukan seperti kamu yang tega nglakuin apa aja. Itu bukan cinta tapi obsesi.'' Jelas Rendra. Sandra pun akhirnya menangis.
__ADS_1
''Kenapa harus Alia? Aku sudah sangat lama berada disisinya.'' Sandra kemudian menumpahkan tangisnya dalam pelukan Rendra. Rendra sangat terkejut saat Sandra memeluknya. Rendra dengan ragu menepuk punggung Sandra untuk menenangkannya. Rendra menghela nafas panjang, mencoba memahami apa yang di rasakan oleh Sandra. Nasibnya dan Sandra kini sama. Orang yang mereka cintai justru memilih orang lain.
Dan sejak kejadian itu, Rendra dan Sandra semakin dekat. Bahkan orang tua Sandra sangat bahagia ketika Sandra bersama Rendra. Rendra juga bahagia karena orang tua Sandra, memperlakukannya dengan sangat baik. Rendra seperti memiliki keluarga baru dan juga orang tua. Rendra dan Sandra saling mengobati luka mereka. Dan Rendra membawa perubahan yang sangat baik untuk Sandra.
SATU BULAN kemudian...
Hari wisuda pun akhirnya tiba, hari yang di nanti oleh seluruh mahasiswa semester akhir. Alia dan Elvan sangat terkejut saat melihat Rendra datang bersamaan. Mereka saling bergandengan tangan mesra.
''Alia!" sapa Sandra. Sandra kemudian mendekati Alia dan memeluknya.
''Maafin aku ya, Alia. Maaf atas semua kesalahan aku. Aku sudah terbelenggu dengan obesi aku. Maaf kalau aku baru berani mengatakannya pada mu. Aku pasrah kalau kamu benci aku.''
''Aku sudah lama memaafkan kamu, San. Aku tidak dendam ataupun benci kamu.''
''Elo sama Rendra...?''' sahut Elvan.
''Iya, El. Kami memutuskan bersama.'' Sela Sandra.
''Alia, semoga kamu sama Elvan selalu bahagia ya. Jangan lupa undangan untuk kita. Maafin aku juga El. Saat itu kita pernah.....,''
''Sudahlah, gue udah lupa semuanya. Yang penting kan sekarang gimana. Semoga elo sama Sandra bahagia selalu.'' Ucap Elvan sambil memeluk Rendra.
__ADS_1
''Doa yang terbaik juga buat kalian.'' Kata Rendra. Alia benar-benar bahagia karena akhirnya Rendra sudah menemukan pasangan yang tepat.
...****************...
Setelah selesai acara wisuda, Elvan dan Alia menuju butik Milka. Milka dengan spesial, membuatkan gaun pengantin khusus untuk Elvan dan Alia. Seketika Elvan terpesona saat melihat Alia mengenakan gaun pengantin warna putih itu.
''Wow! Kamu cantik banget, Al.''
''Rancangan tangan Mbak Milka yang bikin aku cantik, El.''
''Kamu memang sudah cantik dari lahir Alia. Kamu mau pakai baju apapun tetap cantik.'' Puji Milka yang berdiri di samping Alia.
''Makasih banget ya, Mbak. Aku nggak pernah pakai gaun sebagus ini.''
''Sama-sama Alia. Aku seneng banget akhirnya kalian bersatu juga. Entahlah kebahagiaan ini tidak terkira rasanya.'' Ucap Milka sembari memberikan pelukan pada Alia.
''Pilihan Mama memang yang terbaik, Alia. Kamu adalah wasiat terbaik dan terindah dari Mama.'' Sahut Elvan sembari menatap wajah Alia penuh cinta.
''Ya udah, El. Sekarang kamu coba jas kamu.'' Pinta Milka.
''Oke, Mbak.'' Jawab Elvan penuh semangat. Sementara Elvan menuju ruang ganti, Alia juga melakukan hal yang sama untuk segera melepas gaun pernikahan itu. Kini hubungan Elvan dengan Endrew dan Milka pun semakin membaik. Endrew juga sangat bahagia saat Elvan memanggilnya dengan sebutan Bang Endrew. Sesuatu yang sudah lama di nanti oleh Endrew. Sekalipun Elvan bersikap buruk padanya tak pernah sedikitpun, Endrew membenci Elvan.
__ADS_1
Bersambung....