
Sesampainya di apartemen Sandra, Elvan merebahkan tubuh Sandra di atas tempat tidur. Sandra dengan cepat menarik Elvan, hingga tubuh Elvan jatuh tepat di atas tubuh Sandra.
''El, ayo kita lakukan. Aku mau melakukan apa saja untuk kamu, El. Aku sudah lama menantikan hal ini. Kamu sudah biasa bersama gadis lain tapi kenapa kamu menolakku, El?'' ucap Sandra dengan suara mabuknya.
''Elo pikir gue tidur dengan mereka? Gue nggak pernah tidur dengan wanita manapun. Gue cuma bersenang-senang biasa. Mereka tidak ada yang membuat gue nafsu,'' ketus Elvan sambil mengangkat tubuhnya dari Sandra.
''Elvan! Kamu menolakku? Ayolah, El. Kita lakukan, kamu bebas melakukan apa saja.'' Kata Sandra yang berusaha bangkit dari tempat tidurnya. Sandra berjalan sempoyonyan mendekati Elvan yang sudah sampai di depan pintu. Sandra mendorong tubuh Elvan hingga Elvan tersudut pada pintu. Sandra meraba tubuh Elvan namun Elvan mendorong Sandra dengan kuat hingga terjatuh di lantai.
''Gila ya San! Jangan murahan dong jadi cewek. Sekalipun gue brengsek, gue tetap nyari cewek baik-baik buat jadi pasangan hidup gue,'' kata Elvan yang segera pergi meninggalkan apartemen Sandra.
''Elvan! awas kamu!,'' kata Sandra dengan kesal. Sandra benar-benar marah hingga ia berteriak tidak jelas dan akhirnya ia pun pingsan di lantai. Elvan buru-buru melangkahkan kakinya untuk meninggalkan gedung mewah itu. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Elvan memilih untuk pulang ke rumah daripada harus kembali menyusul Fandi dan Leon.
Sementara itu Andra baru saja sampai di tempat laundry kakaknya. Ban motor Andra bocor di tengah jalan dan terpaksa Andra menuntunnya.
''Andra, kok motornya di tuntun?''
''Iya, Kak. Di tengah jalan bannya bocor. Maaf ya Kak, Andra jadi telat jemput.''
''Nggak apa-apa. Ya udah kita coba cari tukang tambal ban.''
''Tapi udah jam segini, mana ada Kak yang buka.''
''Ya udah kita tuntun aja, sekalian kita jalan-jalan malam,'' kata Alia yang berusaha menghibur Andra.
''Oke, Kak kalau gitu.''
''Sini, Kakak bantu dorong ya.''
''Nggak usah, Kak. Kakak jalan di sebelah kiri aja, biar aku yang tuntun motornya.''
''Adik Kakak ini perhatian banget sih,'' kata Alia sambil mengusap lengan adiknya. Alia dan Andra lalu berjalan menyusuri malam yang semakin jauh dari keramaian. Elvan yang menuju arah pulang, melihat Alia berjalan kaki bersama Andra.
''Bukanya itu Alia sama adiknya ya. Kok mereka jalan kaki. Ah bodoh amat lah,'' kata Elvan yang memilih melewati mereka begitu saja. Namun tiba-tiba ada rasa iba di hati Elvan. Elvan lalu berhenti dan memundurkan mobilnya.
''Andra, itu mobil kok mundur dan kayaknya kesini. Apa kelompok begal ya? atau kelompok penculik,'' kata Alia yang merapatkan tubuhnya pada Andra.
''Kakak tenang saja. Kan ada Andra,'' ucap Andra. Mobil Elvan pun tepat berdiri di samping Alia daj Andra. Elvan mematikan mesin mobilnya kemudian segera turun dari mobilnya.
''Elvan!" seru Alia.
''Kakak kenal?''
__ADS_1
''Iya, teman kampus,'' bisik Alia.
''Kalian ngapain malam-malam? terus motonya kenapa?''
''Oh ini bannya bocor. Jadi kita jalan kaki,'' kata Alia.
''Oh gitu. Disini tidak ada tukang tambal ban. Ayo aku antar pulang kalian.''
''Nggak usah. Terima kasih. Kita jalan kaki aja nggak apa-apa.''
''Kenapa sih elo itu jual mahal banget kalau di tolong. Nita gue baik.'' Ketus Elvan.
''Kak, jangan gitu lah. Ada orang berbuat baik kok di tolak. Kasihan Ayah juga nanti pasti khawatir,'' bisik Andra dalam hati.
''Tapi kita nggak mau ngrepotin kamu, El.''
''Elo sanggup jalan berapa lama? lihat kaki elo aja masih pakai kruk. Udah jangan bawel, anggap aja ini balas budi gue,'' ketus Elvan. Alia terdiam sejenak dan mencoba berfikir.
''Tapi gimana motornya?''
''Udah tinggalin aja. Lagian motor jelek gitu siapa juga yang mau nyolong,'' kata Elvan sambil melirik motor matic Andra yang memang sudah lusuh. Bahkan warnanya pun sudah pudar.
''Iya sorry, gue nggak ada maksud gitu. Udah taruh sini aja. Nanti biar di ambil sama sopir gue.'' Kata Elvan. Andra dan Alia saling pandang merasa tidak yakin pada Elvan. Elvan menghela nafas panjang lalu ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Elvan lalu menekan nomor Pak Tio, supirnya dan Elvan menekan mode loudspeaker.
''Halo Den Elvan?''
''Pak Tio, tolong ambil motor milik teman saya di jalan delima dekat mini market,'' kata Elvan.
''Baik, Den. Secepatnya saya kesana.'' Jawab Pak Tio. Elvan kemudian memutus panggilannya.
''Gimana? elo pikir gue bohong? mana ada untungnya sih bohongin elo.''
''Ya udah aku terima tawaran bantuan dari kamu,'' kata Alia.
''Oh ya ini adik kamu?''
''Iya, Kak. Aku Andra,'' kata Andra sambil mengulurkan tangannya dan Elvan pun membalasnya.
''Elvan. Ya udah ayo masuk.'' Kata Elvan sembari membuka pintu mobil untuk Alia dan Andra.
''Elo masih sekolah Andra?'' tanya Elvan basa basi.
__ADS_1
''Masih, Kak. Kebetulan kelas dua.''
''Oh,'' singkat Elvan.
''Kakak yakin temenan sama Kak Elvan? kayaknya bukan seperti ini teman-teman kakak,'' bisik Andra.
''Ssssttttt, kamu jangan banyak tanya. Dia kalau marah serem. Dia lebih serem dari begal.''
''Masak sih, Kak? Kayaknya baik walaupun kelihatan angkuh,'' bisik Andra.
''Udah kamu jangan banyak tanya. Mending kita beroda supaya cepat sampai di rumah,'' kata Alia. Elvan pun sedari tadi memperhatikan Andra dan Alia yang saling berbisik membicarakan dirinya. Namun Elvan hanya tersenyum tipis mendengar dirinya menjadi bahan ghibah kakak-adik itu. Suasanapun menjadi hening, hingga akhirnya mereka semua sampai di depan rumah Alia. Rupanya Pak Samir sudah cemas menunggu di teras rumah mereka yang sederhana. Pak Samir segera berdiri saat melihat mobil yang tak asing baginya berhenti di depan rumahnya. Elvan, Alia dan Andra segera turun dari mobil.
''Assalamualikum, Ayah,'' sapa Alia sambil mencium punggung tangannya. Begitu pula dengan Andra dan di ikuti oleh Elvan.
''Nak Elvan. Kalian kok barengan?''
''Ini ban motor Andra bocor, terus Elvan ngasih tumpangan. Dan motor Andra di urus sama sopirnya Elvan.''
''Oh begitu, terima kasih ya, nak. Maaf sudah merepotkan.''
''Oh tidak apa-apa, Om.''
''Ayah sudah kenal sama Kak Elvan?'' sela Andra dengan heran.
''Iya. Baru kenal kemarin. Ini yang mengantar kakak kamu pulang kemarin.''
''Oh, Kakak ini rupanya. Cieee Kak Alia,'' goda Andra sembari berbisik di telinga Alia.
''Andra kamu apaan sih. Udah masuk sana,'' kata Alia.
''Kak makasih ya sudah antar pulang, aku masuk dulu.'' Kata Andra sembari berlalu masuk ke dalam rumah.
''Nak Elvan ayo silahkan duduk,'' kata Pak Samir. Entah kenapa Elvan menurut dan duduk.
''Elvan, terima kasih ya kamu sudah nolongin kita. Oh ya, apa nggak sebaiknya kamu pulang aja. Kan sudah malam.''
''Alia, kamu ini bagaimana. Ada tamu, kamu sudah di tolong, kok malah kamu suruh pulang. Kamu buatin minuman dong.'' Kata Pak Samir.
''I-iya, Yah.'' Kata Alia yang tak bisa berkutik dengan ucapan ayahnya. Alia pun segera masuk ke dalam rumahnya sedangkan Elvan pun tersenyum penuh kemenangan.
next??? besok ya... jangan lupa like, komen dan vote yang banyak ya, makasih 🙏😘
__ADS_1