Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 49 Bila Rasaku Ini Rasamu


__ADS_3

''Sayang, ada berita bagus,'' kata Endrew yang mengagetkan Milka pagi itu.


''Berita bagus apa sih? lagi masak juga udah bikin heboh kamu.''


''Maaf, sayang. Aku cuma mau cerita, Elvan sekarang dekat sama Alia. Dan kamu tahu, kemarin Alia ngajarin Elvan belajar. Karena semua nila Elvam jeblok. Dan baru kali ini Elvan seharian anteng di rumah.''


''Bagus dong, Mas. Itu artinya Elvan menyimpan rasa sama Alia. Buktinya dia bisa nurut sama Alia kan. Cukup aneh sih kalau Elvan dekat sama Alia. Ya secara tipe Elvan kan cewek seksi dengan pakaian minim.''


''Siapa tahu dia berubah, sayang.''


''Tapi kan Mama sama Papa sudah menyiapkan jodoh untuk Elvan. Apa kamu lupa itu, Mas?''


''Hhhh, iya juga. Padahal aku setuju banget kalau Alia bisa sama Elvan. Karena Alia bisa memberi pengaruh baik untuk Elvan.''


''Kalau tipe cewek kayak Alia, pasti juga nggak mau sama Elvan. Secara Elvan begajulan, hobi dugem, mabuk dan main cewek. Kalau Alia pasti sukanya cowok kalem, rajin ibadah dan pintar mengaji. Nah si Elvan? suka bikin pusing.''


''Jangan gitu dong, sayang. Walau bagaimanapun dia adik aku dan aku sayang banget sama dia.''


''Tapi dia tidak pernah menganggap kamu kakaknya, Mas.''


''Nggak apa-apa. Aku ikhlas kok menerima semua itu. Mungkin kalau aku di posisi Elvan akan melakukan hal yang sama.''


''Kamu memang berjiwa besar, Mas. Aku kagum sama kamu. Oh ya kamu tahu nggak siapa gadis yang di jodohkan Elvan?''


''Nggak, sayang. Mama sama Papa sama sekali nggak pernah ngasih tahu aku.''


''Apa hal ini nggak semakin membuat Elvan marah dan terluka, Mas?''


''Itu yang jadi beban pikiran aku, sayang. Aku ingin semuanya bisa rukun dan tenang. Tapi sangat sulit menenangkan hati Elvan. Padahal ini sudah sepuluh tahun yang lalu bahkan lebih.''


''Luka itu ibarat sebuah paku yang di tancapkan pada kayu, Mas. Meskipun paku itu di cabut tapi tetap akan meninggalkan bekas. Dan itulah yang di rasakan Elvan. Kamu sabar ya, Mas. Aku yakin lambat laun Elvan akan memahami ini semua walaupun nggak tahu sampai kapan.''


''Terima kasih ya, sayang. Kamu selalu menenangkan dan setia mendampingi aku,'' kata Endrew sembari memeluk istrinya.


''Iya, suamiku.''


-


Saat Alia dan Andra baru saja keluar dari rumah, mereka di kejutkan dengan kehadiran Rendra yabg baru saja turun dari mobilnya.


''Assalamualaikum.''


''Waalaikumsalam.'' Jawab Alia dan Andra secara bersamaan.


''Ren, kamu kok disini?''


''Aku kan sudah janji mau antar kamu ke rumah sakit untuk mengecek kaki kamu.''


''Tapi kan kita harus ke kampus?''


''Iya maksudnya aku jemput kamu ke kampus. Setelah pulang kita ke rumah sakit langsung.''

__ADS_1


''Ya udah kak kalau gitu aku berangkat dulu ya. Kan sudah ada Pak Rendra. Pak titip kakak saya ya.''


''Iya, Andra. Kamu tenang saja. Kamu hati-hati ya.''


''Iya. Assalamualaikum.''


''Waalaikumsalam,'' jawab Alia dan Rendra.


''Oh ya Ayah kamu mana?''


''Ayah lagi di kebun, Ren. Kita berangkat langsung saja nggak apa-apa.''


''Ya udah kalau gitu. Sini aku bantu.'' Kata Rendra dengan penuh perhatian.


...****************...


Elvan yang baru saja sampai di kampus bersama Fandi dan Leon, di suguhkan dengan kedatangan Alia bersama dengan Rendra.


''Eh, Alia tuh. Sama siapa dia? jangan-jangan pacarnya Alia lagi,'' celetuk Leon.


''Kalau dari sikap dan sorot matanya menatap Alia, kayaknya iya deh pacarnya.'' Kata Fandi.


''Wah, auto gagal nih taruhan kita. Mobil kita slamet Fan,'' sambung Leon.


''Hahaha iya nih. Gimana tuh, El?''


''Belum tentu itu pacarnya kali,'' ceplos Elvan dengan nada kesal. Elvan lalu berlalu dan berjalan menuju basecamp.


''Iya juga sih. Wah, siap-siap mundur si Elvan.'' Timpal Fandi. Mereka berdua segera berlalu menyusul Elvan di basecamp.


-


''Makasih ya, Ren.''


''Sama-sama, Alia. Ya udah aku ke kelas dulu ya. Assalamualaikum.''


''Waalaikumsalam.''


''Aduh, ada yang makin lengket aja nih,'' goda Rani yang juga baru saja datang bersama Diana.


''Iya nih. Kayaknya habis wisuda ada yang bakal di ajakin nikah nih,'' timpal Diana.


''Ssstttt kalian apaan sih. Udah jangan gosip. Cukup doakan yang terbaik untuk kita ya.''


''Pasti dong,'' kompak Rani dan Diana.


''Oh ya, aku ke toilet sebentar ya.'' Kata Alia yang terpaksa berbohong pada kedua sahabatnya.


''Jangan lama-lama ya.'' Kata Rani. Alia segera berjalan menuju basecamp Rich Man. Seperti biasa Alia membawakan sarapan untuk Elvan.


''Assalamualaikum,'' sapa Alia sambil mengetuk pintu.

__ADS_1


''Elvan! suara Alia tuh,'' kata Leon.


''Udah bukain sana. Malas gue,'' ketus Elvan.


''Iya-iya,'' kata Leon yang beranjak dari duduknya dan segera membuka pintu untuk Alia.


''Waalaikumsalam. Hei, Alia. Ada apa?''


''Ini sarapan untuk Elvan. Elvan ada di dalam?''


''Ada kok.''


''Ya udah tolong berikan ini untuk Elvan ya. Aku pamit dulu. Assalamualaikum.''


''Waalaikumsalam. Thanks ya.'' Kata Leon. Leon segera menutup pintu dan memberikan kotak makanan itu untuk Elvan.


''Nih sarapan dari Alia.''


''Ya udah makan sana! gue males makan,'' ketus Elvan.


''Serius nih? gue soalnya belum sarapan juga,'' kata Leon.


''Iya. Makan aja, sekalian sama tempatnya elo habisin.''


''Bagi dong, Le. Gue juga mau kali,'' sahut Fandi.


''Nih kita makan aja berdua. Biar makin romantis,'' kata Leon.


''Idih, gue masih normal lagi.'' Elvan memilih berbaring di sofa dan tidur. Entah kenapa melihat Alia dan Rendra membuat Elvan sangat kesal. Ingin rasanya marah tapi tidak ada alasan yang mendasar untuk marah pada Alia. Ini membuatnya malas untuk masuk ke dalam kelas.


''Sumpah masakan Alia bikin nagih,'' celetuk Leon.


''Iya nih, enak banget. Memang Alia itu wanita idaman. Semoga kita bisa dapat pasangan kayak Alia.'' Kata Fandi.


''Iya ya. Sebrengsek apapun kita sebagai cowok, teteplah pingin nyari istri yang bener juga. Apalagi kemarin, baru kemarin gue ngrasa jadi manusia bener. No dugem, no mabuk dan jadi anak rumahan,'' kata Leon.


''Sama. Gue juga gitu. Astaga, kayaknya standart cewek kita harus kayak Alia nih.''


''Bisa diam nggak sih! gue mau tidur, berisik! dari tadi Alia melulu yang di omongin. Nggak ada pembahasan lain apa,'' kata Elvan dengan suara meninggi.


''Apaan sih elo, El. Sensi amat. Lagi dapet apa,'' kata Leon yang merasa heran dengan sikap sahabatnya itu.


''Iya nih, aneh. Kita ngomongnya juga nggak teriak-teriak.'' timpal Fandi.


''Iya tapi kalian berisik!" tegas Elvan. Leon dan Fandi hanya bisa menggeleng sambil melanjutkan makannya.


''Kumat lagi,'' bisik Leon.


''Obatnya habis kali,'' bisik Fandi terkekeh.


...bersambung... Jangan lupa like, komen dan vote ya, makasih 🙏😍...

__ADS_1


__ADS_2