Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPISODE 24 RASA TANGGUNG JAWAB


__ADS_3

''Elvan, Elvan!" teriakan Sandra yang tidak di dengar oleh Elvan karena Elvan sidah terlanjur pergi. Rendra menoleh ke arah suara Sandra dan melihat Sandra yang sudah sembuh.


''Sandra? Kamu sudah baikan?''


''Hai, Ren. Udah kok, lagian cuma luka kecil aja. Kalau lama-lama kayak gini, aku mana betah. Pekerjaanku kan di atas cat walk.''


''Syukurlah kalau udah baikan jadi seneng juga dengernya.''


''Ya kalau waktu itu nggak ada kamu, nggak tahu deh nasib kaki aku kayak gimana. Oh ya, gimaba kalau aku traktir kamu makan siang. Ya anggap aja ini sebagai rasa terima kasih aku. Please, jangan nolak.''


''Baiklah. Gimana kalau kamu belinya di cafe aku aja? Lumayan kan bisa nambah omset cafe aku.''


''Hehehe, boleh. Kamu punya cafe juga?''


''Cafe kecil kok. Lagi merintis aja.''


''Oke, kalau gitu sampai ketemu nanti. Aku mau ke kelas dulu.'' Pamit Sandra.


''Ternyata dia nggak seburuk yang banyak orang kira,'' gumam Fandi dalam hati.


-


''Makasih ya, El.'' Kata Alia yang kini tengah memakai kruk di bagian ketiak kirinya.


''Gue bilang apa, coba kalau nggak segeea di tangani. Bisa-bisa di amputasi tuh kaki.''


''Ya Allah, kamu ngomongnya gitu banget.''


''Habisnya elo itu keras kepala. Ya udah kita pulang aja. Aku anterin kamu pulang.''


''Nggak usah, El. Aku naik angkot aja.''


''Astaga! Elo masih keras kepala juga ya. Elo udah nyelamatin keponakan gue sampai elo sendiri hampir celaka. Gue nggak mau ya di anggap orang yang tidak tau berterima kasih. Mau gue gendong lagi?''


''Ngg-nggak usah. Aku bisa jalan sendiri.'' Kata Alia yang takut dengan sikap Elvan tadi. Elvan lalu membantu Alia naik ke mobilnya. Kali ini dengan ancaman Elvan, Alia menurut dan mau duduk di bangku depan. Di tengah perjalanan, Elvan mendengar ponselnya berdering. Ada nomor yang tak ia kenal di layar ponselnya.


''Siapa nih?" gumamnya.


''Angkat aja, siapa tahu penting,'' timpal Alia. Elvan menurut dan mengangkat teleponnya.


''Halo siap nih?''


''Ini Chelsea, Om.''


''Chelsea? Kamu dimana? Ini nomor siapa? Kamu baik-baik aja kan?''


''Chelsea baik, Om. Chelsea udah pulang sekolah, ini pinjam handphonenya Pak Satpam.''


''Lho ini kan baru jam dua belas. Biasanya kamu juga jam dua baru pulang.''


''Iya, Om. Gurunya sedang rapat jadi pulang lebih awal.''

__ADS_1


''Baiklah. Om nggak jauh dari sekolah kamu. Jadi tunggu disana. Don't go anywhere!"


''Iya, Om.'' Jawab Chelsea. Elvan pun mengakhiri panggilannya.


''Jemput Chelsea dulu ya. Nggak jauh dari sini sekolahnya.''


''Iya, nggak apa-apa.'' Kata Alia.


''Kalau boleh tahu kemana orang tua Chelsea?''


''Oh, mereka sibuk bisnis keluar kota. Udah biasa ninggalin anak kayak gini.''


''Oh begitu, kasihan juga ya. Aku harap kamu jangan galak-galak sama dia.''


''Suka-suka gue dong. Udahlah nggak usah ikut campur,'' ketus Elvan. Mendengar ucapan judes Elvan, membuat Alia memilih diam saja daripada pusing. Sesampainya sekola, Elvan melihat Chelsea sudah berdiri di depan sekolah menunggunya. Elvan segera turun dari mobil dan menghampiri Chelsea. Elvan membuka pintu belakang mobilnya dan membantu Chelsea naik ke dalam mobil.


''Lho, ada Kak Alia.''


''Hai, Chelsea. Kita ketemu lagi.''


''Kakak kok sama Om Elvan?''


''Iya, Om Elvan yang baik hati ini membawa Kakak ke rumah sakit. Soalnya kaki Kakak sakit dan terpaksa pakai tongkat ini.''


''Maafin Chelsea ya, Kak. Gara-gara Chelsea, Kakak hampir celaka.''


''Nggak apa-apa kok. Siapapun itu, kalau butuh pertolongan, insya allah kakak akan bantu sebisa mungkin.''


''Sekali lagi terima kasih, Kak Alia. Oh ya, Om, Chelsea lapar nih. Chelsea pingin makan pizza sama ice cream.''


''Sekalian ajak Kak Alia aja, Kak. Kita ajak Kak Alia makan sekalian. Kasihan Kak Alia kan. Ayolah, Om! Kak Alia udah baik sama Chelsea,'' rayu Chelsea pada Elvan.


''Oke, baiklah.''


''Makasih ya, Om.'' Kata Chelsea dengan gembira. Elvan lalu membelokkan mobilnya menuju resto Pizza ternama. Elvan dengan sigap membuka pintu untuk Alia dan membantunya turun. Chelsea tersenyum melihat pamannya dekat dengan Alia. Chelsea lalu menggandeng tangan Alia dan Elvan, mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.


''Chelsea, kamu bisa jalan sendiri kan?'' kata Elvan yang tidak suka dengan sikap Chelsea. Mendengar ucapan Elvan, Chelsea pun melepaskan genggamannya. Elvan lalu berjalan di depan meninggalkan Alia dan Chelsea.


''Keterlaluan banget, Elvan. Salah Chelsea itu apa sih? sampai dia seperti ini pada Chelsea,'' gumam Alia dalam hati.


''Sini, Chelsea gandeng tangan Kakak aja ya. Mungkin Om Elvan malu sama kita. Soalnya kan Om Elvan cowok sendiri, sedangkan kita cewek-cewek,'' kata Alia yang mencoba menghibur Chelsea.


''Mungkin saja, Kak. Ya udah, kalau gitu Chelsea bantu Kakak jalan aja ya.''


''Iya, sayang.'' Kata Alia dengan lembut. Elvan segera memesan pizza porsi besar dan tiga gelas soft drink dan satu ice cream rasa coklat untuk Chelsea.


''Sayang, sebelum makan berdoa dulu ya.'' Kata Alia pada Chelsea. Sementara Elvan langsung menyomot pizza di hadapannya begitu saja.


''Halah, kelamaan juga pakai doa,'' ketus Elvan. Alia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap Elvan.


''Iya, Kak. Chelsea hampir saja lupa untuk berdoa. Chelsea yang pimpin doa ya.''

__ADS_1


''Oke.'' Alia dan Chelsea lalu kompak menengadahkan tangan sambil membaca doa.


''GROAKK!'' suara sendawa Elvan di sela-sela Alia dan Chelsea berdoa.


''Astaghfirullah,'' gumam Alia dalam hati yang heran melihat sikap Elvan.


''Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka” ucap Alia yang membaca arti dari doa makan yang di baca oleh Chelsea.


''Amin,'' kompak Alia dan Chelsea. Mereka kemudian mulai untuk memakan pizza tersebut.


''Elvan, setidaknya kamu tadi bisa bersikap sopan saat makan. Apalagi ada anak-anak disini. Itu bisa menjadi contoh yang buruk buat Chelsea.''


''Ah, masa bodoh. Udahlah jangan cerewet, cepat makan dan kita pulang. Aku sibuk!"


''Elvan, Elvan, kadang baik, kadang nyebelin. Manusia seperti apa sih kamu ini,'' gumam Alia dalam hati. Selesai makan siang bersama, Elvan segera mengantar Alia pulang. Elvan cukup terkejut melihat rumah Alia yang terlalu sederhana untuknya.


''Ini rumah elo.''


''Iya. Kenapa? Jelek? Emang jelek. Bahkan lebih luas kamar kamu.'' Kata Alia. Mendengar ucapan Alia, Elvan hanya bisa terdiam.


''Assalamualaikum, Ayah.'' Panggil Alia sambil mengetuk pintu.


''Waalaikumsalam, nak.'' Sahut Pak Samir sambil membuka pintu rumahnya. Pak Samir terkejut melihat Alia bersama seorang lelaki dan seorang anak kecil. Alia kemudian mencium punggung tangan Pak Samir.


''Kamu kenapa kok sekarang malah pakai tongkat gini? Dan ini siapa nak?"


''Saya, Elvan, Om. Saya teman kampus Alia dan ini keponakan saya, Chelsea,'' sapa Elvan dengan ramah sembari mencium punggung tangan Pak Samir. Alia cukup terkejut dengan sikap sopan Elvan pada Ayahnya.


''Iya, nak. Nama saya, Samir. Halo anak manis,'' kata Pak Samir pada Elvan dan Chelsea.


''Halo, juga Kakek,'' sapa Chelsea sambil mencium punggung tangan Pak Samir.


''Oh ya, Om, sebelumnya saya minta maaf. Karena menolong keponakan saya, Alia jadi seperti ini. Dan tadi saya mengajak Alia ke rumah sakit untuk memeriksakan kakinya. Sekali lagi saya mohon maaf.'' Ucap Elvan dengan penuh sopan santun. Alia menatap heran ke arah Elvan.


''Dia bisa selembut ini sama Ayah?'' gumam Alia dalam hati.


''Iya, Nak. Semalam Alia sudah cerita. Dan ternyata kamu. Terima kasih ya kamu sudah mau bertanggung jawab pada Alia.''


''Sama-sama, Om. Kalau tidak ada Alia, saya tidak tahu bagaimana nasib keponakan saya ini. Kalau begitu saya permisi, Om.''


''Iya, Nak. Sekali lagi terima kasih ya nak, Elvan.''


''Kakek, Chelsea pamit ya. Maafkan Chelsea juga ya yang sudah membuat Kak Alia celaka.''


''Iya, Chelsea. Ini semua kan musibah, alhamdulillah kalian masih di beri selamat oleh Allah.''


''Chelsea pamit ya, Kek.''


''Iya, kalian hati-hati ya.''


''Permisi, Om. Alia kita balik dulu.'' Pamit Elvan.

__ADS_1


''Iya, El. Kalian hati-hati ya,'' balas Alia. Elvan dan Chelsea pun segera pamit dan meninggalkan rumah Alia.


...bersambung........


__ADS_2