Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 50 Cemburu Menguras Hati


__ADS_3

''Elvan!" panggil Sandra yang melihat Elvan berjalan menuju tempat parkir bersama Fandi dan Leon. Mereka bertiga pun menghentikan langkahnya.


''Ada apa San?'' tanya Elvan.


''Kamu kan janji mau temenin aku pemotretan hari ini.'' Kata Sandra sembari bergelayut manja di lengan Elvan.


''Sorry, gue hampir lupa. Tapi gue nggak bisa.'' Kata Elvan yang membuat Sandra kecewa.


''Kita boleh ikut nggak, San? biar bisa lihat cewek-cewek seksi,'' celetuk Leon.


''Boleh aja. Asal Elvan mau ikut,'' Sandra.


''Ayolah kita ikutan, El. Gue penasaran juga kali lihat cewek-cewek seksi kayak model,'' timpal Fandi.


''Kalian aja yang pergi sama Sandra,'' ketus Elvan. Di saat yang bersamaan, Elvan melihat Alia dan Rendra berjalan bersama menuju tempat parkir. Mata Elvan terus mengikuti mereka berdua sampai akhirnya Alia masuk ke mobil Rendra. Melihat itu semua benar-benar membuat Elvan kesal. Apalagi melihat cara Rendra menatap Alia, begitu juga sebaliknya.


''Ya udah gue ikut,'' kata Elvan tiba-tiba yang membuat Sandra menyunggingkan senyumnya.


''Serius?'' kata Sandra.


''Iya. Masuk mobil gue, San.'' Kata Elvan.


''Makasih Elvan sayang. Aku seneng banget di temenin sama kamu,'' kata Sandra.


''Asyik! ketemu cewek-cewek, Fan,'' kata Leon dengan antusias.


''Yoi, untung Elvan mau.'' Timpal Fandi. Mereka bertiga pun akhirnya berangkat menuju tempat pemotretan Sandra.


''El, nyetirnya jangan ngebut-ngebut dong,'' kata Sandra yang merasa panik. Namun Elvan pun tak peduli.


''Kita mau kemana sih? ini bukan jalan untuk menuju pemotretan.'' Kata Sandra dengan suara meninggi. Namun lagi-lagi Elvan tak menghiraukannya. Yang Elvan lakukan ternyata dia mengikuti mobil Rendra. Elvan tiba-tiba ingin tahu kemana Alia dan Rendra pergi.


''Eh itu si Elvan mau kemana? mana ngebut lagi. Ini kan bukan jalan menuju studio pemotreran Sandra,'' kata Leon.


''Udah lah ikutin aja. Mungkin mereka mau kemana dulu,'' kata Fandi.


''Iya sih. Tapi si Elvan nyetirnya ugal-ugalan banget,'' kata Leon.


''Doain aja slamet,'' celetuk Fandi dengan entengnya.


Sementara Alia dan Rendra baru saja sampai di rumah sakit. Rendra pun turun terlebih dahulu lalu ia membukakan pintu untuk Alia. Dengan hati-hati Rendra membantu Alia.

__ADS_1


''Maaf ya aku pegang tangan kamu.''


''Iya nggak apa-apa kok.'' Kata Alia. Saat Alia turun dari mobil, sakit kepala yang sedari tadi ia tahan tiba-tiba semakin sakit dan membuat pandangannya sedikit kabur. Alia pun hampir jatuh namun Rendra pun segera menangkapnya, sehingga mereka tampak seperti sedang berpelukan.


''Alia, kamu kenapa?'' tanya Rendra dengan panik.


''Maafin aku, Ren. Kepala aku sakit banget.''


''Ya udah ayo masuk, sekalian kita periksa.'' Alia yang sudah tak berdaya, hanya bisa menurut pada Rendra. Rendra lalu melingkarkan tangannya pada pingggang Alia dan mengalungkan tangan Alia pada lehernya untuk memapah Alia. Kepala Alia semakin terasa berat.


''Maafin aku ya, Al. Harus menyentuh kamu seperti ini,'' kata Rendra.


''Iya, Ren. Maaf aku ngrepotin kamu.''


''Wajah kamu benar-benar pucat, Al.'' Kata Rendra yang semakin khawatir. Tangan Rendra pun terasa gemetar saat menyentuh tubuh Alia. Namun ia memberanikan diri karena tidak ada pilihan lain selain menolong Alia. Rupanya ada sepasang mata yang menangkap kedekatan Rendra dan Alia.


''Dasar cewek munafik. Dulu bilang ini itu lah, bukan muhrim lah. Nyatanya apa? pelukan dan di rangkul sama cowok juga mau,'' gumam Elvan dalam hati dengan penuh amarah. Elvan mengeratkan rahangnya dan mengenggam kuat setir mobilnya seolah ingin mematahkannya.


''El, ngapain kita berhenti di depan rumah sakit sih? aku mau pemotrtan. Apa kamu sakit?'' tanya Sandra. Elvan memilih diam tak menanggapi pertanyaan Sandra. Elvan kembali melajukan mobilnya dan mengantar Sandra sampai ke tempat pemotretan. Sesampainya disana, Sandra meminta Elvan untuk menemaninya di dalam studio. Namun wajah Elvan sedari tadi terlihat sangat kusut. Leon dan Fandi menghampiri Elvan dan membawakan soft drink untuk Elvan.


''Nih minum dulu. Banyak cewek cantik dan seksi, kusut amat tuh muka,'' kata Fandi sambil menyodorkan soft drink pada Elvan.


''Thanks,'' singkat Elvan.


''Nggak kenapa-kenapa. Tiba-tiba jantung gue sakit kayak di tusuk,'' kata Elvan.


''Wah seharusnya elo cepetan kontrol deh. Bahaya kan kalau elo mati muda karen penyakit jantung,'' ceplos Leon yang mendapat tatapan tajam dari Elvan.


''Hehehe sorry,'' cengir Leon.


''Lagian elo ngasal aja ngomongnya. Elvan lagi kumat. Elo nggak tahu dari tadi pagi mukanya kusut banget,'' bisik Fandi tepat di telinga Leon. Sandra dengan luwesnya bergaya di depan kamera namun tak sedikitpun Elvan melirik ke arah Sandra. Sementara Leon dan Fandi sibuk merayu dan menggoda para model disana.


...****************...


''Makasih ya Ren, kamu udah antar aku. Sekarang aku bisa jalan tanpa menggunakan kruk.''


''Tapi lain kali kamu harus lebih hati-hati ya, Al. Apalagi kamu sempat pusing dan bikin aku khawatir.''


''Iya dan ternyata kecapekan sama tensi darah aku turun.''


''Kamu jangan terlaluu terforsir ya tenaganya. Aku khawatir banget. Ya udah ayo kita pulang.''

__ADS_1


''Aku masih ada urusan, Ren. Kamu pulang aja dulu, biar aku naik ojek.''


''Lho kamu mau kemana Al? aku antar aja.''


''Nggak usah, Ren. Aku mau kerja. Kamu juga balik ke cafe ya.''


''Tapi kan kamu baru aja baikan, Al. Mana bisa aku biarin kamu pulang sendiri.''


''Udah nggak apa-apa. Kamu sudah terlalu baik sama aku.''


''Hhh ya udah kalau gitu kamu naik taksi aja ya. Sebentar aku cari taksi dulu untuk kamu. Aku harus pastikan kamu aman sampai di tempat kerja.'' Kata Rendra yang segera ke jalanan untuk mencari taksi. Tak butuh lama untuk mencarikan Alia taksi.


''Alia, kamu hati-hati ya. Jangan lupa kasih aku kabar kalau udah nyampai di tempat kerja kamu.''


''Iya, Ren. Kamu juga hati-hati ya. Dan semangat juga buat kamu.''


''Makasih ya. Pak, hati-hati ya.'' Pesan Rendra pada sopir taksi.


''Assalamualaikum.''


''Waalaikumsalam,'' jawab Rendra sembari menutup pintu taksi. Alia segera meminta taksi untuk menuju rumah Elvan. Sesampainya disana, Alia segera masuk ke rumah Elvan. Karena mulai dari securty hingga tukang kebun, sudah mengenal Alia dengan baik.


''Assalamualaikum, Bi,'' sapa Alia pada Bi Minah yang sedang sibuk di dapur.


''Waalaikumsalam. Eh Mbak Alia, udah sembuh Mbak kakinya?'' kata Bi Minah.


''Alhamdulillah udah, Bi. Oh ya Elvan mana, Bi?''


''Belum pulang, Mbak.''


''Tumben belum pulang, emangnya kemana Bi?''


''Nggak tahu, Mbak. Saya pikir bareng sama Mbak Alia,'' kata Bi Minah.


''Ya udah, Bi. Saya masak dulu ya.''


''Saya bantuin ya, Mbak.''


''Iya, Bi. Makasih ya.''


''Elvan kemana ya? dia juga nggak kasih kabar,'' gumam Alia dalam hati.

__ADS_1


...Bersambung.... Jangan lupa like, komen dan vote ya, makasih 🙏😘...


__ADS_2