Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPISODE 13 Isi Hati


__ADS_3

Alia melangkahkan kakinya menuju masjid. Ia segera mengambil air wudhu. Di sana ia melihat Rendra sedang khusyuk beribadah. Aura ketampanannya semakin terpancar. Setelah selesai berwudhu, Alia segera melaksanakan ibadah sholat dzuhur. Hatinya begitu terasa tentram, saat ia mulai berhadapan dan bersujud untuk sang pencipta. Segala rasa kesal dan emosi di hati dan pikirannya, runtuh begitu saja. Apalagi kekesalannya dengan sikap Elvan yang begitu keterlaluan. Selesai sholat, Alia segera melipat mukenanya.


''Kenapa waktu sujud, tiba-tiba muka Elvan playboy itu yang muncul." Gumam Alia dalam hati.


''Ya Allah, jauhkanlah hamba dari manusia yang namanya Elvan." Kata Alia dalam hati. Alia segera keluar dan rupanya di teras masjid, Rendra sedang duduk di sana.


''Ren, kamu masih di sini?"


''Iya. Aku nungguin kamu." Kata Rendra. Alia kemudian duduk di samping Rendra dengan jarak yang agak berjauhan.


''Al, kenapa kamu semakin cantik. Terlebih saat kamu selesai berwudhu dan sholat. Al, sudah lama aku mengagumi mu. Dari pertama mengenal mu, aku sudah menaruh hati padamu. Kamu beda, kamu spesial, kamu mutiara, Al." Puji Rendra tanpa melepaskan pandangannya pada Alia. Alia begitu terkejut mendengar ungkapan isi hati Rendra. Alia tidak menyangka bahwa Rendra menyukainya.


''Ren, kamu beneran sadar dengan apa yang kamu katakan.'' Kata Alia yang berusaha meyakinkan dirinya dan juga Rendra.


''Iya, aku sadar kok, Al. Aku sudah lama menyimpannya dan kini aku tidak mampu lagi membendungnya. Aku selalu takut mengatakannya sama kamu. Aku takut kalau pertemanan kita ini bisa hancur karena hadirnya perasaan ini."


''Rendra, kamu tahu sendiri bahwa kita tidak mungkin berpacaran dan agama kita pun melarang."


''Iya, Al. Aku tahu kok, aku paham. Aku juga tidak akan mengajakmu untuk pacaran. Tapi aku ingin melamar mu setelah lulus nanti." Mendengar ucapan Rendra, semakin membuat perasaan Alia campur aduk. Baginya, Rendra adalah suami impian setiap wanita sholeha. Namun Alia juga tidak berani menjawabnya langsung karena ia butuh meyakinkan perasaannya pada Rendra.


''Rendra. Aku ingin kita melakukan tahajud untuk meyakinkan diri kita masing-masing, sebelum aku menerima kamu. Terlebih aku masih mempunyai tanggung jawab untuk adikku, di tambah Ayah yang sakit-sakitan. Dan selalu membutuhkan insulin untuk menetralkan kadar gula dalam darahnya."


''Maaf ya, Al kalau aku bicaea seperti itu."


''Kamu nggak perlu minta maaf, Ren. Aku hanya takut dengan keadaan kita seperti ini, rasa kita tidak terkendali. Dan nantinya malah menjerumuskan kita dalam godaan setan. Lebih baik kita menetralkan perasaan kita untuk berteman. Dan mari kita sama-sama sujud di sepertiga malam, untuk mendapatkan jawaban siapa jodoh kita nanti. Kalaupun dalam sujud kamu ada aku dan begitu juga sebaliknya, insya allah kamu boleh main ke rumah untuk bertemu Ayah." Jelas Alia.


''Iya, Al. Aku setuju. Aku berharap, kamu yang akan muncul di sujud sepertiga malamku."


''Apapun hasilnya, itu yang terbaik untuk kita, Ren. Terima kasih ya karena kamu sudah jujur dan aku harap, kita tetap bisa berteman dengan saling menjaga aqidah agama kita."


''Pasti, Al. Semoga kita mendapat jawaban yang terbaik."


''Amin." Jawab Alia.

__ADS_1


...****...


Elvan dan kedua temannya berjalan menuju tempat parkir, namun tiba-tiba seorang cewek cantik, body bak model dengan pakaian yang begitu seksi berlali memeluk Elvan.


"I Miss you, El." Kata Sandra yang memeluk erat Elvan.


"San, gue juga mau kali di peluk." Sahut Leon. Elvan dengan kasar melepasakn pelukan Sandra.


''Ngapain sih gangguin aja. Gue itu nggak suka sama elo, San."


''Udah lah, San. Elo sama gue aja." Sahut Fandi.


''Ogah, gue maunya sama Elvan." Ketus Sandra.


''Baru balik, San. Habis pemotretan di mana? di kebun binatang?" ledek Leon.


''Bisa nggak sih mulut elo nggak pedes," kata Sandra sambil memukul bahu Leon.


''Tangan kamu kenapa, El?"


''Aduh, sakit banget." Rintih Sandra sambil memegangi kakinya.


''Kamu kenapa?" suara Rendra mengagetkan Sandra.


''Kaki aku sakit. Aku barusan jatuh." Kata Sandra.


''Maaf ya, aku ijin pegang kaki kamu."


''I..iya," kata Sandra yang merasa heran dengan sikap sopan Rendra. Rendra lalu memegang pergelangan kaki Sandra.


''Kayaknya kaki kamu harus di bawa ke rumah sakit. Aku khawatir kalau ada yang retak jadi aku nggak berani pegang."


''Tapi aku nggak bisa berdiri dan gimana caraku menyetir mobil." Kata Sandra.

__ADS_1


''Mari aku antar. Di dekat sini ada klinik. Sebaiknya kamu mengurangi memakai sepatu heels seperti ini."


''Aku kan model jadi wajar saja jika semua sepatuku seperti ini. Memangnya kamu tidak tahu aku? kita kan satu kampus?"


''Maaf, aku tidak mengenali kamu. Di sini mahasiswanya terlalu banyak."


''Hhh, aneh banget masak nggak kenal gue. Gus Sandra primadona kampus ini," gumam Sandra dalam hati. Rendra lalu membantu Sandra berdiri dan memapahnya. Rasanya Rendra kurang nyaman dengan baju yang di pakai oleh Sandra. Bagaimana tidak, off shoulder dress selutut tersemat di tubuh seksi Sandra. Yang mana memperlihat bentuk bahunya yang seksi dan kaki jenjangnya yang indah.


''Lebih baik, besok kamu memakai baju yang lebih tertutup ya. Karena penampilan kamu ini mengundang perhatian banyak pria." Kata Rendra.


''Memangnya kamu siapa mengatur hidupku."


''Maaf, aku cuma mengingatkan." Mereka berdua segera masuk mobil dan segera menuju klinik. Dan benar saja setelah di periksa kaki Sandra mengalami retak kecil dan di haruskan di perban. Terlebih Sandra tidak bisa memakai sepatu heelsnya dan harus berjalan menggunakan kruk.


''Terima kasih ya, kamu sudah menolongku sampai membawaku ke klinik."


''Sebaiknya aku antar kamu pulang." Kata Rendra.


''Baiklah." Kata Sandra tanpa menolak.


Sesampainya di rumah Sandra. Rendra begitu takjub melihat rumah Sandra yang begitu mewah.


''Antar aku ke kamar ya."


''Memangnya tidak ada orang tua kamu?"


''Mereka selalu sibuk dengan urusannya."


''Apa tidak ada pembantu di rumah ini?''


''Ada sih."


''Ya sudah biarkan pembantu kamu aja yang antar. Aku harus buru-buru pulang. Assalamualaikum," pamit Rendra buru-buru dan meninggalkan Sandra di depan rumahnya.

__ADS_1


''Dasar aneh."


__ADS_2