Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS.106 Menanam Benih


__ADS_3

Rendra dan Sandra kini sedang menikmati makan malam bersama di sebuah restoran.


''San, aku senang kamu lebih tertutup dari biasanya.'' Kata Rendra.


''Terus?''


''Ya kamu semakin terlihat anggun dan cantik. Aku tidak akan memaksa kamu, San. Kamu nikmati saja prosesnya.''


''Apa kamu juga tidak akan menyentuh aku, sampai kita menikah nanti?''


''Iya. Aku melakukan itu karena aku menghargai kamu dan untuk menjaga marwah kamu sebagai seorang perempuan.''


''Terus, kapan kamu akan meminang aku?''


''Apa kamu sudah siap? aku hanya seorang pengusaha kecil. Aku bukan orang kaya atau konglomerat. Apa kamu siap hidup sederhana dengan ku?''


''Ren, kalau tidak siap untuk apa aku bertahan sampai detik ini? kamu sendiri yang belum siap nikah sama aku. Apalagi Alia selalu menjadi standart calon istri idaman.''


''Ya Allah, Sandra. Kamu masih saja cemburu pada Alia. Padahal Alia sendiri sudah bahagia bersama Elvan. Kenapa harus menyinggung Alia?''


''Ya karena Alia cinta pertama kamu. Pasti sangat sulit melupakan cinta pertama. Apa kamu sebenarnya mencintai aku, Ren?''


''Kamu ini bicara apa sih, San? kalau aku tidak cinta, untuk apa aku membuka hati untuk kamu.''

__ADS_1


''Ya siapa tahu aku ini cuma pelampiasan saja.''


''Lalu bagaimana dengan kamu? apa masih ada Elvan di hati kamu? secara kamu begitu terobsesi memiliki Elvan, sampai kamu dulu tega menyakiti Alia.''


''Oh jadi kamu masih menganggap ku cewek jahat ya? sampai detik ini, kamu bahkan masih ingat Alia. Apa Alia begitu penting untuk kamu? sepertinya kita memulai hubungan yang salah. Kita terlalu buru-buru untuk bersama. Lebih baik kita break dan menyelesaikan masa lalu kita masing-masing.''


''Kenapa kamu marah sampai segitunya, San? kamu sendiri masih berharap pada Elvan kan?''


''Iya, aku memang berharap pada Elvan tapi itu dulu sebelum aku mengenal kamu. Sejak kehadiran kamu dapam hidup aku, aku merasa kamu lah yang terbaik, bukan Elvan! lebih baik selesaikan dulu masa lalu mu. Aku tidak mau terbelenggu dengan masa lalu kamu.'' Sandra segera beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja meninggalkan Rendra. Rendra juga beranjak dari duduknya untuk mengejar Sandra.


''Sandra! maafin aku. Aku tidak bermaksud mengingat semua itu, San.'' Teriak Rendra pada Sandra yang sudah masuk ke dalam taksi.


''Ya Allah, apa yang sudah aku lakukan pada Sandra. Tidak seharusnya aku berkata seperti itu pada Sandra. Apalagi mengingat sikap buruk Sandra pada Alia dulu. Sandra juga sudah berubah, sementara Alia juga sudah bahagia bersama Elvan. Benar kata Sandra, kalau cinta pertama itu memang sulit untuk di lupakan,'' gumam Rendra dalam hati. Akhirnya Rendra pun memutuskan untuk pulang.


...****************...


Malam harinya, Alia sedang duduk di depan meja riasnya. Ia tengah menyisir rambut panjangnya itu. Lalu keluarlah Elvan dari dalam kamar mandi. Elvan tersenyum saat melihat istrinya itu sedang bersolek di hadapan cermin. Elvan mendekat lalu memeluk Alia dari belakang. Kecupan mendarat di leher Alia.


''El, geli ah.'' Kata Alia malu-malu.


''Kamu ini sudah menjadi istri tapi masih saja malu-malu. Kamu selalu cantik bahkan saat tidur.''


''Semua ini kan memang untuk suami aku. Sudah sepantasnya bersolek di hadapan suami.''

__ADS_1


''Aku beruntung sekali memiliki kamu, Al. Aku sekarang mengerti, kenapa kamu menutup rapat auratmu? ternyata ada keindahan yang tersimpan di dalamnya. Dan semua keindahan ini, kamu hadiahkan dan kamu khususkan untuk suami kamu saja.''


''Bukan hanya itu, El. Menutup aurat itu kewajiban setiap wanita muslim. Aku bersyukur saja karena aku bisa istiqomah. Karena untuk melakukan kewajiban ini bukanlah sebuah hal yang mudah. Ada saja godaannya.''


''Iya kamu benar, Al. Mmmm kamu sudah siap kan?''


''Siap apa?''


''Siap untuk membuat anak,'' celetuk Elvan dengan senyum lebarnya.


''Boleh kan?''


''Boleh dong, sayang. Aku kan milik kamu. Kamu bebas melakukan apa saja yang kamu mau.'' Mendengar ucapan istrinya, membuat Elvan menggendong tubuh Alia lalu merebahkannya di atas tempat tidur. Elvan membelai wajah cantik Alia. Lagi-lagi Elvan merasa beruntung sekali memiliki Alia dalam hidupnya. Istri sempurna, idaman semua pria. Elvan lalu mengecup bibir Alia, Alia tersipu saat mendapat kecupan dari suaminya. Elvan lalu merubah posisinya untuk berada di atas tubuh Alia. Membuat Elvan bisa leluasa menatap wajah cantik Alia. Alia lalu mengalungkan kedua tangannya pada leher Elvan. Kemudian Alia memejamkan matanya, bersiap menerima apapun serangan yang akan Elvan lakukan. Elvan lalu mengecup kening istrinya begitu dalam. Kemudian cium itu turun menuju bibir Alia. Alia merasa tubuhnya terasa hangat, saat bibir Elvan begitu piawai ******* bibirnya. Membuat Alia juga membalas ciuman Elvan. Setelah beradu bibir cukup lama, ciuman Elvan turun menuju leher, membuat Alia mendesah.


''Aaagghhh,'' desah kecil Alia. Sembari menciumi leher Alia, tangan kanan Elvan meraba salah satu bukit kembar itu dengan lembut. Bahkan ujung bukit itu sengaja ia mainkan, untuk membangkitkan gairah seksual Alia. Selama tiga bulan menikah, Alia masih saja malu-malu. Elvan ingin Alia lebih aktif dan agresif. Selama ini Alia selalu berada di bawah dan kurang bereksplorasi dalam urusan ranjang.


''Sayang, lepaskan semua gairah kamu. Aku adalah suami mu. Pahala bagimu, jika kamu memuaskan suami mu,'' ucap Elvan di sela-sela menciumi leher Alia. Alia mengerti apa yang di maksudkan oleh Elvan tapi Alia masih malu. Namun kali ini Alia memberanikan diri. Alia meminta Elvan untuk merubah posisi. Tentu saja Elvan sangat senang. Women on top, posisi yang di nanti Elvan.


''Lakukan, Alia. Aku adalah suamimu. Jangan malu-malu,'' kata Elvan yang berusaha meyakinkan Alia. Alia lalu melakukan apa yang sering Elvan lakukan, saat Elvan berada di atas tubuhnya. Alia mencium bibir Elvan dengan panas, lalu menciumi leher Elvan, bahkan Alia mengunci kuat kedua tangan Elvan, supaya ia bebat mengecup tubuh suaminya. Entah kenapa, desahan Elvan membuat Alia semakin semangat. Elvan yang sudah kepalang bergairah, melepas daster seksi milik Alia hingga keduanya kini sama-sama telanjang. Nafas keduanya pun terengah-engah. Mereka saling tersenyum penuh cinta. Elvan lalu mulai meremas gunung kembar yang kenyal menggantung itu. Membuat Alia merasakan nikmat yang luar biasa. Bahkan hisapan Elvan pada kedua pucuk bukitnya, membuat Alia mendesah nikmat.


''El, aaghhh. Hisap terus, El,'' desah Alia. Hal itu semakin membuat Elvan bersemangat. Bahkan gigitan kecil pada pucuk bukitnya, terasa geli dan nikmat.


''Alia, masukkan juniorku.'' Pinta Elvan dengan nafas yang memburu. Alia mengerti apa yang di maksudkan oleh Elvan. Alia lalu memasukkan junior yang begitu besar dan menegang itu ke dalam goa kenikmatan Alia. Alia baru menyadari bahwa junior milik Elvan begitu besar dalam genggamannya. Alia lalu menaik turunkan tubuhnya, membuat Elvan mendesah nikmat. Keduanya saling mendesah nikmat. Alia bahkan tak ragu untuk mengeluarkan teriakan kecil, saat junior Elvan menghentak rahimnya. Dalam desahan kenikmatan, terselip doa supaya ia cepat hamil dari benih yang telah Elvan tanamkan kedalam rahimnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2