Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 94 MY HERO


__ADS_3

Pagi itu Rendra menuju kelas Alia dan mengahampirinya.


''Alia, aku ingin bicara.''


''Iya, Ren. Kita mau bicara dimana?''


''Ditaman boleh?''


''Iya boleh kok.'' Rendra dan Alia segera berjalan menuju taman. Entah kenapa kali ini Alia berusaha menjaga jarak dari Rendra. Rendra tersenyum tipis, melihat sikap Alia yang tidak biasa.


''Bagaimana Al? Apa kamu sudah menemukannya?'' tanya Rendra. Mendengar pertanyaan dari Rendra, Alia tiba-tiba bingung harus menjawabnya seperti apa. Ia takut mengecawakan dan melukai hati Rendra.


''Alia, kenapa kamu diam? Apa kamu sudah menemukannya? Jangan gantung perasaanku, Al?''


''Aku... aku....,'' Alia sama sekali tidak bisa mengatakannya.


''Alia calon istri gue,'' sahut Elvan tiba-tiba. Rendra sangat terkejut mendengar ucapan Elvan. Dan Rendra mengira kalau Elvan hanya membual saja.


''Hhh nggak mungkin Alia sama kamu, El.'' Kata Rendra dengan senyum mengejek. Elvan kemudian mengangkat tangan kiri Alia dan menunjukkan jari manis Alia pada Rendra.


''Ini buktinya. Gue udah lamar Alia kemarin. Dan ternyata dia adalah Lili. Nyokap gue dan Bunda Alia udah sepakat untuk menjodohkan kita. Udah cukup jelas kan?'' kata Elvan.


''Alia, apa itu benar?'' tanya Rendra lirih. Dada Rendra sangat terasa sakit dan sesak. Alia hanya bisa menunduk sambil mengangguk. Ia tidak bisa menatap mata Rendra.


''Kenapa harus dia, Al? Kenapa bukan yang lain?'' kata Rendra dengan suara meninggi.


''Karena Elvan sudah di gariskan untukku, Ren. Maafin aku, Ren.''


''Elvan, kalau memang kamu mencintai Alia. Jangan pernah menyakitinya, aku tidak segan merebut Alia dari tanganmu!" ancam Rendra sembari berlalu begitu saja. Alia menatap nanar kepergian Rendra. Elvan memperhatikan wajah Alia yang tampak sedih menatap Rendra pergi.


''Aku tidak suka kamu menatap Rendra seperti itu.''


''Maaf, El. Aku merasa bersalah karena mengecewakannya.''


''Apa kamu sempat menyimpan rasa untuknya?''


''Iya. Itu sebelum kamu hadir di hidupku.''


''Ish, apa kamu tidak bisa berbohong saja daripada mengungkapkan kejujuran? Itu sangat menyakitkan.''


''Aku harap Rendra bisa menemukan gadis yang lebih baik dari aku.''

__ADS_1


''Lalu bagaimana perasaanmu padaku?''


''Mmmm sepertinya masih hambar. Tapi aku akan berusaha.''


''Hhhh jawabanmu mengecewakan.'' Kata Elvan dengan kesal.


''Hei, perlukah aku menjawabanya setelah aku menerima lamaranmu?'' tanya Alia.


''Tatapanmu pada Rendra, membuat dadaku sakit.'' Kata Elvan sambil memegang dadanya.


''Apakah sampai berdarah?'' goda Alia.


''Alia! Bisa nggak sih kamu serius.''


''Aku juga serius, El.'' Kata Alia terkekeh.


''Ah sudahlah! Moodku rusak!" kata Elvan kesal sembari berlalu meninggalkan Alia. Alia hanya tertawa melihat sikap Elvan yang kekanak-kanakan.


...****************...


Sementara itu Rendra pergi menuju masjid kampus. Disana ia menumpahkan kesedihannya dalam sujudnya. Tak terasa saat ia menengadahkan tangannya, bulir air mata jatuh membasahi wajahnya.


''Ya Allah, kenapa sesakit ini? Jika dia memang bukan milikku, maka ikhlaskanlah hatiku. Lupakanlah aku tentang dia. Hilangkan ingatanku tentang dia.'' Gumam Rendra dalam hati.


''Sandra!" panggil Rendra. Sandra pun menghentikan langkahnya dan berjalan menghampiri Rendra.


''Hei kemana aja sih? Aku nyariin kamu.''


''Ada apa, San?''


''Itu Papa dan Mama minta kamu ke rumah. Mau ajakin makan malam.''


''Hah? Memang ada acara apa?'' tanya Rendra dengan tatapan heran.


''Mana aku tahu. Ya udahlah datang aja.''


''Kamu sudah tahu kabar tentang Elvan?''


''Kaba apa, San? Dia marah sama aku. Jadi udah lama kita nggak komunikasi.''


''Oh gitu. Ya udah deh nggak jadi. Aku pergi dulu ya. Insya Allah nanti aku akan datang.'' Kata Rendra sembari berlalu. Sandra yang penasaran dengan ucapan Rendra segera pergi mencari tahu. Sandra pergi menuju basecamp Rich Man. Disana Sandra melihat Leon dan Fandi sedang serius bermain catur.

__ADS_1


''Hei, Fan. Mana si Elvan?''


''Nggak tahu. Barusan keluar.'' Jawab Fandi tanpa melihat ke arah Sandra.


''Elo mau apalagi, San? Udahlah nyerah aja. Elvan juga udah di jodohin dan sebentar lagi mau nikah.'' Celetuk Leon.


''Nikah? Nikah sama siapa?'' tanya Sandra dengan suara bergetar.


''Sama Alia. Ternyata Alia adalah jodoh yang disiapkan oleh orang tua Elvan.'' Kata Leon.


''Apa? Cewek kampungan itu?''


''Hei! Jangan sebut Alia cewek kampungan!" bentak Fandi.


''Kalian berdua benar-benar keracunan sama cewek itu ya.''


''Udah lah pergi dari sini! Ganggu aja,'' sahut Leon dengan kesal. Sandra dengan kesal pun akhirnya pergi. Sandra kemudian berjalan menuju kelas Alia. Disana ia melihat Alia sedang bersama Rani dan Diana. Tanpa basa-basi, Sandra menarik tangan Alia dan menyeretnga keluar.


''Sandra, lepasin!" kata Alia yang berusaha melepaskan cengkaraman amarah Sandra. Sandra menyeret Alia dan membawanya ke gudang belakang sekolah. Rani dan Diana yang khawatir, segera mencari Elvan di basecampnya.


''Heh Alia! Gue minta elo jauhin Elvan. Dia milik gue! Kalau gue nggak bisa milikin dia, berarti elo nggak bisa milikin dia. Paham! Dasar cewek munafik!" tegas Sandra sambil menarik baju Alia.


''Kita memang sudah di jodohkan, San. Aku sendiri nggak tahu kenapa Elvan?''


''Elo nggak pantas dapetin dia! Sekarang buka jilbab elo? Dasar munafik!" Sandra yang kepalang emosi, berusaha menarik dan meleoas hijab Alia. Alia berusaha keras memegangi hijabnya dan berusah menyingkirkan tangan Sandra. PLAK! Sebuah tamparan mendarat di pipi Alia.


''Sandra! Kamu keterlaluan!" bentak Alia.


''Oh mau coba-coba melawan!" Sandra kemudian mendorong Alia sampai jatuh tersungkur ke tanah. Sandra yang melihat tempat sampah, menumpahkan semua isi sampah pada Alia. Alia hanya bisa menangis sambil memegang jilbabnya.


''Tempag elo itu memang sama sampah! Elo cewek kampungan dan miskin, pasti maunya memanfaatkan Elvan saja! Dasar busuk!" kata Sandra yang menempeleng kepala Alia dan berusaha menarik hijab Alia dengan sangat keras. Sampai peniti yang mengaitkan hijab Alia patah dan hijab Alia robek.


''Sandra!" teriak Elvan yang datang bersama Leon, Fandi, Rani dan Diana.


''El-Elvan,'' ucap Sandra gugup karena ketahuan oleh Elvan.


''Apa yang elo lakuin sama Alia? Brengsek!" Elvan yang geram, mendorong Sandra sampai terjatuh. Sandra yang ketakutan segera lari namun Leon dan Fandi pun tidak membiarkan Sandra lolos begitu saja. Elvan melihat Alia dalam keadaan sangat kotor dan hijabnya robek. Elvan kemudian membantu Alia berdiri. Elvan membantu membersihkan tubuh Alia dan merapikan kembali hijab Alia yang robek. Elvan sungguh kesal melihat hijab Alia yang berantakan dan hampir membuat rambut Alia terlihat. Elvan menyeka lembut air mata Alia dan memeluknya. Alia menangis sejadinya dalam pelukan Elvan.


''Maaf! Maafkan aku. Aku terlambat. Sandra sungguh keterlaluan.'' Elvan kemudian melepas jaketnya dan memakaikan jaketnya pada Alia. Tanpa ragu Elvan kemudian menggendong Alia. Alia hanya bisa meringkuk dan menenggelamkan wajahnya pada dada Elvan sembari sesenggukan. Syok, itulah yang Alia rasakan. Seumur hidupnya inilah pengalam pertama ia di perlakukan buruk oleh sesama wanita.


''Kalian, tolong bawa tas Alia dan antar kerumah gue ya.'' Kata Elvan pada Rani dan Diana.

__ADS_1


''Iya.'' Kata Rani mengangguk. Rani dan Diana merasa sedih melihat Alia seperti itu. Tubuh Alia pun terasa gemetar karena syok. Dengan langkah panjangnya, Elvan berjalan menuju tempat parkir. Semua mata menatap kebersamaan Elvan dan Alia. Mereka saling berbisik tentang apa yang sebenarnya terjadi. Namun Elvan tak peduli, yang ia pikirkan adalah segera membawa Alia pulang ke rumah.


Bersambung....


__ADS_2