Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 104 Tiga Bulan Kemudian


__ADS_3

Alia dan Elvan kini sudah pindah kerumah Elvan. Alia sedang berada di kamar mandi, ia sedang menunggu hasil tespek. Ia sangat ingin memiliki keturunan dari Elvan. Dengan perasaan campur aduk, Alia mengambil hasil tespek yang telah tercelup dalam urinnya.


"Bismillah Ya Allah, semoga kali ini positif," gumam Alia. Namun raut wajah Alia seketika kecewa karena hasil negatif.


"Alia, sayang, kamu kenapa lama sekali? kamu baik-baik saja kan?'' panggil Elvan sambil mengetuk pintu. Mendengar suara suaminya, Alia pun membuka pintu kamar mandi. Ia kemudian memeluk suaminya.


''El, maafin aku ya.'' Kata Alia yang sudah terisak dalam pelukan suaminya. Elvan sendiri merasa bingung dengan sikap Alia.


''Kamu kenapa sih? keluar kamar mandi kok nangis,'' tanya Elvan seraya melepaskan pelukan Alia. Alia kemudian menunjukkan hasil tespeknya pada Elvan. Elvan lalu tersenyum melihat hasil negatis tespek itu.


''Oh ini. Ya Allah, sayang. Ngapain sih kamu nangis? kita juga baru tiga bulan menikah. Sabar ya, sayang. Aku sama sekali tidak menuntut kamu untuk buru-buru hamil lho.''


''Iya aku tahu tapi aku sedih.''


''Bulan lalu juga seperti ini kan? eh dua hari kemudian, kamu menstruasi. Kata dokter juga semuanya baik-baik saja kan? sabar dong, Alia. Kita nikmati saja waktu pacaran kita setelah menikah. Mungkin Allah ingin kita menghabiskan waktu bersama dulu. Menikmati indahnya menjadi pengantin baru.''


''Tapi aku sedih, El. Aku ingin segera memberi kamu keturunan.''


''Sudah jangan bersedih lagi ya, lebih baik kita sarapan. Kita usaha lagi ya, kamu juga jangan terlalu stres.'' Elvan kemudian menyeka air mata istrinya dan memberikan kecupan di kening istrinya.


''Terima kasih ya, kamu sudah mau sabar.''


''Sudah seharusnya seperti itu, sayang. Kita harus sabar, oke.''


''Kamu semakin dewasa ya sekarang.''


''Kan kamu yang ngajarin. Kamu memberikan banyak hal yang luar biasa dalam hidup aku. Terima kasih ya.''


''Sama-sama suamiku.''


Elvan kemudian mengajak Alia turun untuk sarapan bersama.


-


Saat jam makan siang, Elvan di kejutkan dengan kedatangan Leon juga Fandi.


''Brother, gimana kabarnya?'' sapa Leon seraya memberikan pelukan pada Elvan. Begitupula Fandi yang bergantian memeluk Elvan.


''Alhamdulillah baik. Kalian gimana?''

__ADS_1


''Religius amat jawabnya,'' goda Leon.


''Apaan sih lo. Jawaban gitu aja udah di bilang religius. Namanya juga muslim.''


''Oke-oke Pak Ustadz,'' sahut Fandi.


''Eh hangout yuk!" ajak Leon.


''Hangout kemana? kalau jam makan siang gini, Alia pasti ke kantor. Kita makan siang bareng terus sholat dzuhur berjamaah.''


''Nasih, Le. Punya sohib udah nikah, sedangkan kita berdua jones, jomblo ngenes,'' celetuk Fandi.


''Masa iya playboy kehabisan stok cewek sih,'' sahut Elvan.


''Bukan kehabisan stok sih, cuma susah juga nyari yang mau di ajakin serius. Mereka sukanya main-main doang,'' kata Leon.


''Kalian aja masih suka main-main, jadi otomatis yang datang juga yang suka main-main. Diana sama Rani gimana? bukanya kalian dulu deket ya.'' Kata Elvan.


''Iya juga sih tapi udah lama kita nggak komunikasi.'' Kata Fandi.


''Ya udah samperin lagi aja mereka. Mereka kan teman Alia, sudah pasti mereka juga cewek baik-baik.''


''Tapi elo tahu sendiri, mereka berdua galaknya minta ampun, El,'' kata Leon.


''Ya, mereka kan nggak selembut Alia. Mereka kayak singa betina tahu nggak?'' timpal Fandi.


''Mereka galak luarnya aja, soalnya yang mereka hadapi kan buaya kayak kalian. Jadi mereka harus punya benteng pertahanan yang kuat,'' jelas Elvan.


''Assalamualaikum,'' suara Alia seraya membuka pintu ruangan Elvan.


''Waalaikumsalam, istriku.'' Elvan langsung menyambut istrinya dengan pelukan dan ciuman mesra di kening. Membuat Fandi dan Leon hanya bisa menatap penuh kesedihan.


''Woi, udah dong pelukannya. Disini ada orang nih,'' protes Leon.


''Ya Allah, maaf. Hampir lupa kalau ada kalian. Kalian apa kabar?'' kata Alia seraya melepaskan pelukannya.


''Ya, seperti yang kamu lihat, Al. Kita baik-baik saja.'' Kata Fandi.


''Kamu makin cantik aja, Al,'' puji Leon.

__ADS_1


''Alhamdulillah, terima kasih ya. Aku cantik karena suamiku yang selalu membuatku bahagia,'' kata Alia sambil merangkul lengan suaminya.


''Oh ya, Al kabar Rani dan Diana gimana?'' tanya Fandi.


''Mereka baik kok. Cuma mereka memang lagi sibuk membantu mengurus perusahaan. Apalagi kan papanya Diana habis sakit jadi sementara waktu Diana menggantikan posisi Papanya.'' Jelas Alia.


''Diana kok nggak cerita ya kalau papanya sakit?'' gumam Fandi.


''Kalau Rani gimana?'' tanya Leon.


''Rani juga baik, Le. Rani juga sibuk.''


''Mending kalian samperin mereka deh, daripada introgasi Alia,'' usul Elvan.


''Ya udah deh kalau gitu kita cabut aja. Kalian selamat menikmati waktu berdua.'' Kata Fandi.


''Fan, kalau kamu mau ke kantor Diana, sebaiknya bawakan Diana makanan. Barusan kita chat di grup, katanya dia lagi suntuk dan pingin makan iga bakar sama salad buah jiga es campur.'' Kata Alia yang seolah bisa membaca pikiran Fandi.


''Ide bagus, Al. Thanks ya.''


''Mmmm kalau Rani pingin apa, Al?'' sambung Leon.


''Barusan Rani bilang, dia pingin makan rujak sama es kelapa muda. Katanya siang-siang gini seger.''


''Wah cocok nih. Thanks ya, Al. Ya udah kita cabut dulu ya. Assalamualaikum,'' kata Leon dengan penuh semangat.


''Waalaikumsalam,'' jawab Elvan dan Alia dengan kompak.


''Mereka kenapa sih, sayang?'' tanya Alia pada Elvan.


''Biasa tadinya mau ngajakin aku hangout tapi aku nggak bisa. Eh keterusan curhat deh katanya aku sekarang susah di ajak keluar. Terus mereka merasa menderita karena jones'jomblo ngenes'. Ya udah aku suruh aja buat deketin Diana dan Rani.''


''Oh gitu. Awas aja kalau mereka main-main sama Rani dan Diana.''


''Tidak akan, Al. Katanya mereka mau nyari yang serius.''


''Ya semoga saja Rani dan Diana mau sama mereka,'' kata Alia dengan tawa kecilnya.


''Hehehe iya juga ya. Ya udah kita makan aja yuk!"

__ADS_1


''Iya, sayang.'' Seperti biasa mereka lalu makan siang bersama dan selalu sholat dzuhur berjamaah setelah selesai makan.


Bersambung....


__ADS_2