Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPISODE 17 PENDEKATAN


__ADS_3

''Kok dia tahu isi hati aku,'' gumam Alia dalam hati.


''Alhamdulillah deh kalau gitu. Sekali lagi terima kasih ya, Elvan untuk bantuannya. Buat Fandi, Leon dan juga yang lain. Jazakumullah Khairan, ya." Kata Alia.


''Apa itu artinya?" tanya Leon yang penasaran.


''Artinya, semoga Allah selalu membalas kalian dengan kebaikan." Jawab Alia dengan senyum manisnya.


''Oh gitu, artinya. Amin." Sahut Fandi.


''Ya udah, kalian bantu packing boleh?" tanya Alia pada Elvan, Fandi dan Leon.


''Boleh, dong." Jawab mereka bertiga dengan kompak.


''Assalamualaikum, Al."


''Eh, Rendra. Waalaikumsalam."


''Ada apa, Ren?" tanya Alia.


''Maaf ya, kayaknya besok nggak bisa pakai mobil aku. Ini aku dapat kabar, salah satu karyawan aku, kecelakaan dan dia bawa mobil aku. Terus sekarang mesti di bawa ke bengkel."


''Ya Allah, Ren. Iya nggak apa-apa kok. Lalu karyawan kamu gimana?"


''Di rumah sakit dan sekarang ada di UGD. Katanya sih gak apa-apa, cuma mobilnya aja yang agak parah. Jadi aku minta maaf karena nggak bisa ngasih tumpangan."


''Nggak apa-apa, Ren. Kita masih bisa pakai kendaraan lain."


Elvan, Fandi dan Leon saling pandang, untuk memberi kode tumpangan mobil.


''Pakai mobil gue aja." Sahut Elvan.


''Oh, ada Rich Man di sini. Sampai nggak merhatiin." Celetuk Rendra. Elvan, Fandi dan Leon menatap Rendra sinis.


''Iya. Mereka juga ngasih sumbangan sebanyak ini. '' lanjut Alia.


''Alhamdulillah, akhirnya geng Rich Man mau terjun juga untuk acara sosial seperti ini.'' Ucap Rendra penuh syukur.


''Emangnya elo aja yang bisa. Kita juga bisa kali. Emang sih gue nggak se-alim, elo. Tapi setidaknya gue masih ada rasa simpati," celetuk Elvan dengan ketus.


''Iya nih, sombong amat. Berasa manusia paling suci ya,'' timpal Fandi.

__ADS_1


''Masya Allah, aku nggak ada maksud kayak gitu kok. Kalian jangan salah paham." Ucap Rendra.


''Udah, jangan ribut. Kalian jangan prasangka buruk sama Rendra. Rendra nggak ada maksud gitu." Bela Alia.


''El, kayaknya bakal jadi saingan elo nih." Bisik Leon pada Elvan dan Fandi.


''Iya, El. Hati-hati. Kayaknya Alia juga suka sama nih cowok,'' timpal Fandi. Mendengar ucapan temannya, Elvan hanya diam tak bergeming sembari menatap gelagat antara Rendra dan Alia.


''Oh ya, Elvan. Apa kamu serius untuk memberi kami tumpangan?" tanya Alia kembali.


''Iya lah. Kalian tinggal pilih aja mau mobil yang mana." Kata Elvan dengan sombongnya. Fandi lalu mengeluarkan ponselnya, lalu menunjukkan foto Elvan bersama dengan mobil-mobil mewahnya.


''Nih, kalian tinggal pilih. Alphard, Ranger Rover, Lamborghini, Tesla, Rolls Royce, BMW, Mercedes Benz atau Jeep juga ada." Kata Fandi sembari menggeser layar ponsel di hadapan mereka semua. Rani dan Diana hanya bisa menganga, melihat Elvan yang memang benar-benar kaya.


''Mmmm ada elf nggak?" celetuk Alia yang membuat Fandi dan Leon terkejut.


''Hah? elf?" kompak Fandi dan Leon.


''Iya, kan biar muat banyak gitu. Soalnya bawaan kita kan banyak.''


''Hei, kita ini kampus ternama. Masak iya bawa elf. Udah lah biar besok gue aja yang pilihin. Kalian terima beres." Ketus Elvan sembari berlalu meninggalkan basecamp Alia. Fandi dan Leon pun mengekor Elvan. Sementara Alia hanya bisa mengangkat bahunya melihat sikap Elvan.


''Gila si Elvan. Tajir banget ya." Celetuk Rani.


''Ngomong-ngomong, dia kerja apa bisa punya banyak mobil mewah gitu ya?" celetuk Diana.


''Ya orang tuanya lah. Mereka bisa bergaya kayak gitu kan karena orang tuanya. Mereka aja bisanya cuma menghambur-hamburkan uang dan bergaya saja." Sambung Diana.


''Hei, kalian kok malah gosipin mereka," sahut Rendra.


''Ups iya. Ya Allah. Habis gimana, Ren. Mereka emang gitu. Coba aja mereka kalem kayak kamu ya, makin komplit deh gantengnya. Ganteng luar dalam.'' Kata Rani.


''Rani, ingat. Kalian bukan muhrim. Jangan genit-genit." Sahut Alia terkekeh.


''Ya ampun, Al. Aku kan muji Rendra. Dan emang kenyataannya gitu.'' Jawab Rani.


''Aduh, kalian ini. Iya lah aku paling ganteng di sini soalnya kalian semua cewek. Ya udah kalau gitu aku pamit ya. Aku mau ke rumah sakit dulu. Assalamualaikum."


''Waalaikumsalam. Makasih ya, Ren. Dan hati-hati ya.'' Kata Alia dengan senyum lembutnya. Rendra pun segera pergi dan menuju rumah sakit.


''Al, kayaknya Rendra suka deh sama kamu." Celetuk Rani.

__ADS_1


''Iya sepertinya. Lihat aja sikapnya sama Alia itu beda banget. Beruntung banget sih kamu dapetin Rendra. Ganteng, mandiri, pengusaha, sholeh, paket komplit deh."


''Ya, doain aja ya. Yang jelas kita memilih untuk tidak pacaran.''


''Jadi, maksud kamu, Rendra udah nyatain cinta sama kamu?" selidik Rani.


''Ya, begitulah. Kami memilih untuk istiqoroh dan tahajud aja. Sampai Allah benar-benar memberi petunjuk, siapa jodoh kita nanti. Dan kita juga udah sepakat untuk melakukan itu. Karena kan kita tahu sendiri, pacaran banyak banget godaannya. Aku juga belum kepikiran untuk menikah, soalnya Andra juga masih sekolah. Aku masih punya tanggung jawab sama dia.''


''Aku setuju banget kamu sama Rendra. Rendra memang yang terbaik buat kamu.'' Kata Diana.


''Iya lah pasti. Daripada sama si cowok tajir nggak ada akhlak, makan hati nggak tuh !" ketus Rani. Alia dan Diana pun tertawa mendengar ucapan Rani.


...****************...


Basecamp Rich Man


''Kalian serius, kalau kita mesti ikutan ke panti asuhan?" tanya Elvan yang tampak ragu.


''Ini langkah pertama elo, buat ngerjain dia. Ini baru step pertama. Ini belum apa-apa, El. Buktinya dia luluh dan menerima kita kan?'' sahut Leon.


''Yoi, Le. Ini jurus ampuh. Cewek kayak Alia itu emang bener-bener beda dan nggak sama kayak cewek yang kita deketin.''


''Baru kali ini sih gue ketemu cewek kayak dia. Unik. Masak iya di tawarin mobil bagus, malah milih elf. Sedangkan cewek yang lain udah pasti milih salah satu mobil yang kita sebutin tadi." Kata Fandi.


''Kita kan mau nguji, seberapa tangguhnya Elvan si badboy yang playboy. Masak iya kalah sama cewek model Alia? turun kasta lah kita." Sambung Leon.


''Kalian berdua bacot aja dari tadi. Puji aja terus. Awas aja kalau kalian benar-benar suka sama dia!" ancam Elvan.


''Kita sih nggak suka, cuma kagum aja. Kok ya masih ada jaman sekarang cewek model Alia. Jangan bilang elo suka sama dia, El?" pancing Leon.


''Apaan sih. Ogah. Yang nyuruh gue buat deketin Alia kan juga kalian. Ini kan ide juga kalian. Kalau bukan buat dua mobil itu, gue sih ogah." Ketus Elvan.


''Emangya kalau elo menang taruhan, terus dapat mobil, terus tuh mobil mau elo apain? secara mobil elo kan banyak?"


''Ya gue jual lah. Emang elo pikir, mobil segitu banyak nggak ada pajaknya."


''Wah, licik juga pikiran elo. Emangnya uangnya mau elo pakai buat apa?''


''Itu rahasia. Masak iya, gue cerita sama kalian." Kata Elvan terkekeh.


''Sialan ! Main rahasia-rahasiaan sama kita," sahut Fandi dengan kesal. Leon dan Fandi lalu kompak menindih Elvan dan memukulnya. Itulah cara bercanda mereka. Tiga sahabat yang selalu kompak dan solid. Bahkan sama-sama bobroknya.

__ADS_1


...to be continued.......


__ADS_2