Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 59 Jatuh Cinta?


__ADS_3

Selesai dari perpustakaan, Elvan kemudian berjalan menuju basecampnya. Namun ditengah perjalanan, ada Sandra yang menghadang langkahnya sambil merentangkan kedua tangannya.


"Minggir!" ketus Elvan.


"Kamu darimana aja? kenapa nggak ada kabar sih? aku telepon nggak bisa. Kamu pulang dengan selamat kan?'' kata Sandra sembari meraba wajah dan tubuh Elvan dengan panik.


''Ihhh, apaan sih elo pegang-pegang,'' ketus Elvan.


''Aku cuma mau bilang makasih soalnya kamu udah temenin aku kemarin,'' peluk Sandra dengan erat.


''Lepasin, San!" ketus Elvan. Sandra lalu melepaskan pelukannya.


''Oh ya kamu mau nggak jadi model sama aku? lumayan lho bisa dapat uang.'' Bujuk Sandra sembari bergelayut manja pada lengan Elvan.


''Nggak! udahlah gue nggak suka kayak gitu.''


''Kenapa sih kamu ketus banget sama aku? Oke, kamu nggak suka sama aku. Tapi kan kita bisa jadi teman.''


''Sebagai teman elo terlalu agresif dan ganjen,'' tegas Elvan sambil mendekatkan wajahnya pada Sandra. Ucapan Elvan benar-benar membuat Sandra kesal dan sakit hati. Elvan kemudian segera pergi menuju basecampnya.


''El, elo darimana aja? gue telepon nggak bisa. Gue tadi kerumah juga elo nggak di rumah,'' cerocos Leon pada Elvan.


''Coba tebak gue darimana?'' kata Elvan dengan wajahnya yang sumringah.


''Kita khawtir sama elo kali. Gue pikir kemarin elo udah di rumah, eh pas tadi kita jemput mau ke kampus, katanya elo nggak ada di rumah. Dan kata Bibi elo di rumah Alia.'' Kata Fandi.


''Elo beneran dari rumah Alia? awalnya gue nggak percaya waktu bibi bilang gitu,'' timpal Leon.


''Iya, gue dari rumah Alia. Dan semalam gue menginap disana.''


''Hah? serius lo?'' sahut Leon dan Fandi dengan kompak.


''Iyalah. Elo pikir gue bohong.''


''Terus-terus, apa yang terjadi di antara kalian?'' tanya Leon yang semakin penasaran.

__ADS_1


''Menurut lo? kalian pikir Alia cewek kayak gitu. Gue nginep juga kebetulan aja. Ngeres aja otak kalian,'' kata Elvan.


''Jangan bilang, elo beneran jatuh cinta sama Alia?'' selidik Fandi.


''Entahlah,'' singkat Elvan dengan senyum tipisnya.


...''Pelanggaran nih,'' timpal Leon sembari memiting Elvan. Fandi pun menimpali dan mereka berdua mengeroyok Elvan. Elvan hanya bisa pasrah dengan kejahilan kedua sahabatnya. Elvan benar-benar bisa tertawa lepas karena Alia....


...****************...


Jam pulang kuliah tiba, Elvan dengan semangat 45 segera menuju kelas Alia. Rupanya di sana sudah ada Rendra yang menunggu di depan kelas. Namun semua itu tak menyurutkan niat Elvan. Terikat pekerjaan adalah alasan utama Elvan untuk bisa dekat dengan Alia.


''Ngapain disini?'' tanya Rendra.


''Ya mau ngajakin pulang Alia lah. Menurut lo?''ketus Elvan.


''Sama,'' singkat Rendra. Alia begitu terkejut saat melihat Elvan dan Rendra kompak berdiri di depan kelasnya. Begitu pula dengan Rani dan Diana.


''Wah, ada apa nih? si Elvan cowok hype banget di kampus di depan kelas kita,'' bisik Rani pada Diana.


''Hai Alia!" sapa Elvan dan Rendra dengan kompak.


''Hah? Alia,'' kompak Rani dan Diana sembari melempar pandangan dengan heran.


''Kalian ngapain disini?'' tanya Alia.


''Aku mau ngajakin kamu pulang bareng, Al.'' Kata Rendra.


''Kamu nggak lupa kan sama kewajiban dan tugas kamu?" sahut Elvan.


''Iya, aku nggak lupa,'' jawab Alia pasrah.


''Al, kamu ada hubungan apa sama Elvan?'' selidik Diana.


''Iya nih, tugas dan kewajiban apa sih? apa kalian diam-diam udah nikah ya?'' ceplos Diana.

__ADS_1


''Husss ngawur! Pak Wahyu minta aku buat ngajarin Elvan. Soalnya nilainya kan pada E semua,'' kata Alia. Seketika Rendra, Rani dan Diana kompak mentertawakan Elvan.


''Ganteng doang, dapat nilai E. E- nggak banget deh,'' ledek Rani.


''Emang kenapa? biarin lah gue dapat nilai E. Setidaknya ketampanan gue jadi nilai plus lah,'' kata Elvan sambil mengerlingkan matanya dengan genit pada Rani dan Diana.


''Ihh, manis banget sih kamu El,'' puji Diana.


''Tuh kan, kegantengan gue bisa bikin elo klepek-kelepek. Emang salah kalau ganteng doang,'' kata Elvan yang berusaha membela dirinya.


''Aduh, kalian kok malah debat sih.'' Kata Alia.


''Ya udah ayo, Al.'' Kata Elvan sambil menarik tangan Alia.


''Tunggu!" kata Rendra.


''Ada apalagi sih?'' kata Elvan.


''Alia, kamu serius pergi sama Elvan?''


''Iya, Ren. Ini kan amanah dari Pak Wahyu. Kamu tenang saja ya. Nanti kalau udah selesai, aku kabarin kamu ya?''


''Ya udah nanti aku jemput ya.''


''Nggak usah! Gue yang ngajak jadi gue juga yang tanggung jawab anterin Alia,'' sela Elvan dengan tegas.


''Emangnya kamu siapa? ngatur-ngatur Alia?'' kata Rendra.


''Gue? gue pacarnya,'' ceplos Elvan. Ucapan Elvan seketika membuat Rendra, Rani dan Diana terkejut begitu pula dengan Alia.


''Apa? kalian pacaran?'' kompak Rani dan Diana.


''El, udah deh nggak usah ngaco. Dalam islam nggak ada pacaran ya. Jadi jangan ngaco. Ayo cepat, supaya aku nggak kemalaman,'' kata Alia dengan nada kesal dan berlalu begitu saja.


''Awas ya kamu macam-macam sama Alia!" ancam Rendra yang berusaha menahan rasa cemburu. Elvan pun segera pergi menyusul Alia. Rendra menatap kepergian Alia dan Elvan dengan tatapan sendu. Namun ia juga sadar, tidak bisa bersikap egois pada Alia karena Rendra sendiri tidak ada ikatan apapun dengan Alia.

__ADS_1


^^^Bersambung....^^^


__ADS_2