Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 111 Bersikap Dewasa


__ADS_3

Masih di lokasi pembangunan, Sandra dan Elvan berpencar melihat para pekerja yang sibuk.


''Auw!" rintih Sandra tiba-tiba. Mendengar rintinhan Sandra, Elvan mendekat kearah Sandra.


''Ada apa San?''


"Aduh El, sepertinya sepatuku tertancap paku dan menusuk kakiku.'' Ucap Sandra sambil melepas sepatunya dan memang benar. Kaki Sandra berdarah.


''Astaga, bagaimana bisa paku bisa ada disini? Kita kembali ke mobil saja.'' Elvan lalu memapah Sandra dan membawanya menuju mobil. Elvan membiarkan pintu mobil terbuka supaya tidak menimbulkan fitnah. Elvan kemudian mengambil kotak P3K di dalam mobil.


''Biar aku saja yang mengobatinya.'' Kata Sandra.


''Iya.'' Elvan memberikan kotak P3K pada Sandra. Sandra mengobati sendiri lukanya. Sandra tidak mau terlibat perasaan lagi dengan Elvan. Meskipun Sandra mengakui, Elvan jauh lebih baik padanya jika dibandingkan dengan dulu.


''Sudah siang juga, sebaiknya antar aku ke cafe Rendra.'' Ucap Sandra setelah selesai membalut lukanya.


''Baiklah kalau begitu.'' Elvan kemudian masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya.


''Masih belum baikan sama Rendra?'' Elvan membuka obrolan.


''Belum.'' Singkat Sandra.


''Jangan marah lama-lama San. Percayalah, pria yang baik tidak akan datang dua kali. Di masa lalu kita ini sama saja. Sama-sama bandel. Tuhan mengirimkan Alia dalam hidupku dan aku tidak akan pernah menyia-nyiakannya. Begitu pula denganmu, Tuhan mengirimkan Rendra untukmu jadi kamu jangan sia-siakan dia. Semua masalah bisa dibicarakan baik-baik tanpa harus dengan amarah. Jangan berlarut-larut, San.'' Nasihat bijak Elvan pada Sandra. Sandra hanya diam mencoba mencermati ucapan Elvan. Dan yang Elvan katakan memang benar.


''Iya, aku akan menemuinya dan meminta maaf.''


''Nah gitu dong. Buat Rendra yakin bahwa kamu lah yang terbaik.''


''Iya-iya. Bijak banget sekarang,'' ledek Sandra.


Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit, akhirnya mereka sampai juga di cafe milik Andra. Namun ada sesuatu yang membuat Elvan dan Sandra tertegun. Ada Alia bersama Ayahnya keluar dari cafe ditemani Rendra.


''Lihat kan istrimu ganjen!" ketus Sandra. Mood Sandra seketika berubah. Elvan cemburu tapi ia tidak mau gegabah apalagi Alia bersama Ayahnya juga.


''Jaga ucapanmu, Sandra! Sebaiknya kita turun. Kamu pastikan Rendra tidak marah kamu datang bersamaku.'' Ujar Elvan seraya turun dari mobil. Sandra seketika lupa, ia justru datang bersama Elvan.


''Sayang!" panggil Elvan sambil melambaikan tangannya pada Alia.


''Elvan,'' gumam Alia. Elvan kemudian berlari mendekat kearah Alia.


''Kamu kok disini El?'' tanya Alia.

__ADS_1


''Kamu sendiri kok di cafe Rendra? Dan tidak minta ijin sama aku.'' Elvan balik bertanya.


''Maaf Nak Elvan, tadi Ayah yang meminta Alia untuk datang kemari. Ingin makan sup iga disini. Nak Elvan jangan salah paham ya?'' jelas Pak Samir.


''Iya El, maaf ya. Soalnya tadi mendadak.'' Alia kini merasa bersalah.


''Ya sudah tidak apa-apa.'' Jawab Elvan.


''El, bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu.'' Sapa Rendra sembari mengulurkan tangannya. Elvan tersenyum dan membalas uluran tangan Rendra.


''Aku baik, Ren. Sudah sangat lama memang sejak pesta pernikahan kami. Oh ya, di mobilku ada Sandra. Kakinya terluka.''


''Sandra? Bersamamu?''


''Kami dari lokasi pembangunan, perusahaan kami kan kerja sama jadi jangan salah paham dulu. Sebaiknya, turunkan dia dari mobilku. Aku akan membawa istri dan mertuaku pulang.'' Ucap Elvan dengan nada yang terdengar kesal.


''Iya baiklah.'' Rendra kemudian menuju mobil Elvan.


''Kakimu sakit? Apa tidak apa-apa?'' tanya Rendra begitu membuka pintu mobil Elvan. Sandra menunjukkan telapak kaki dan sepatunya yang tertancap paku.


''Ya Allah, kenapa kamu tidak meneleponku. Ayo turun!"


''Maafkan aku Ya Allah, kalau harus menyentuhnya.'' Gumam Rendra dalam hati. Rendra kemudian menggendong Sandra ala bridal style. Sandra sengaja melingkarkan tangannya pada leher Rendra.


''Akhirnya kamu menyentuhku juga, Rendra. Aku tidak akan melewatkan kesempatan ini.'' Batin Sandra sambil tertawa cekikikan. Sungguh sulit bagi Sandra menahan diri untuk tidak bersentuhan dengan pacar. Ya, apalagi Sandra sudah terbiasa dengan hidup bebas di luar negeri.


''Kamu baik-baik saja San?'' tanya Alia.


''Tidak Alia. Mungkin bisa jadi infeksi.'' Kata Sandra mendramatisir lukanya untuk menarik perhatian Rendra.


''Sebaiknya segera bawa Sandra ke dokter, Ren.''


''Iya Al, aku pasti akan membawanya.''


''Ya sudah, kalau begitu kami pamit.'' Ucap Alia.


''Iya Al. Terima kasih ya sudah mampir. Dan terima kasih juga El, sudah mengantar Sandra.''


''Oke sama-sama.'' Jawab Elvan. Setelah Alia, Elvan dan Pak Samir pergi, Rendra membawa Sandra keruangannya. Tanpa banyak bicara, Rendra langsung menghubungi dokter pribadinya. Sandra menatap dalam diam, memperhatikan raut wajah khawatir Rendra.


''Apa yang Elvan katakan benar. Tuhan sangat baik mengirimkan Rendra untukku.'' Ucap Sandra dalam hati.

__ADS_1


''Ren, maaf.'' Ucap Sandra pelan.


''Iya aku sudah memaafkanmu. Aku juga salah. Lain kali kalau masuk area proyek jangan pakai heels seperti ini. Bahaya kalau sampai lukanya dalam dan infeksi.''


''Iya, aku memang ceroboh.''


''Setelah ini aku antar kamu pulang ya. Dan aku akan bicara pada orang tua kamu untuk membahas pernikahan kita.''


''Pernikahan?'' mata Sandra berbinar.


''Iya pernikahan. Menunda hal baik itu tidak bagus. Maaf ya kalau aku terlalu lama membulatkan tekad ku ini.''


''Aku bahagia sekali mendengarnya, Ren. Kamu tidak marah aku bekerja sama dengan Elvan?''


''Alia sudah cerita padaku. Tadinya aku mau marah karena kamu tidak cerita. Tapi sekarang sudah tidak lagi.'' Jawab Rendra dengan senyum termanisnya.


''Kenapa Alia tiba-tiba kesini?'' selidik Sandra.


''Sandra, aku dan Alia berteman sudah sangat lama. Hubunganku dengan Om Samir sangatlah baik. Bahkan sudah aku anggap seperti orang tua sendiri. Jadi yang ingin mengajak datang kemari adalah Om Samir, Ayah Alia. Sudah lama juga aku dan Om Samir tidak bertemu. Hanya sebatas itu saja Sandra. Kamu jangan salah paham apalagi membangkitkan kebencianmu pada Alia.''


''Iya, aku mengerti.'' Ucap Sandra dengan senyum kecilnya. Rendra lega sekali karena Sandra sudah tidak marah dan meledak-ledak seperti biasanya.


...****************...


Malam harinya, Alia sudah di rumah. Sementara Elvan masih dalam perjalanan menuju rumah. Setelah dari cafe Rendra, Pak Samir yang merasa tidak enak, meminta Alia untuk pulang saja. Alia pun menurut karena ia pun merasa bersalah pada Elvan. Dan malam ini untuk menebus rasa bersalahnya, Alia ingin memberikan pelayanan yang sangat spesial untuk Elvan. Alia memakai lingerie untuk memikat suaminya. Dan berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap agresif. Sudah berbulan-bulan menikah, Alia masih saja merasa malu.


''Assalamualaikum sayang!" terdengar suara Elvan sudah dekat dengan pintu kamarnya. Elvan membuka pintu kamar dan gelap.


''Sayang, kok gelap? Apa lampunya rusak?'' tanya Elvan. Tiba-tiba Elvan merasakan seseorang memeluknya dari belakang. Elvan tersenyum, tangannya meraih saklar di dinding. Ceklek! Lampu menyala.


''Al, kamu ini ada saja kenapa lampunya dimatikan?'' ucap Elvan. Alia melepaskan pelukannya lalu memutar tubuh Elvan untuk menghadapnya. Mata Elvan terbelalak melihat penampilan Alia yang amat sangat seksi.


''WOW! Istriku seksi sekali. Rasa lelahku hilang seketika.''


CUP! Alia mengecup sekilas bibir Elvan. Elvan senang bukan kepalang karena istrinya bersikap lebih agresif.


''Sayang, aku akan memuaskanmu malam ini.''


''Sungguh?'' jantung Elvan berdegup kencang. Alia mengangguk dan ia membulatkan segala keberaniannya untuk melakukan penyerangan. Dan terjadilah pergumulan sengit malam itu hingga beberapa ronde.


Hai-hai author kembali setelah lama hiatus. Ini sedang ada ide jadinya lanjut 🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2