Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 63 Playboy Kualat


__ADS_3

Malam harinya, Elvan benar-benar tidak bisa tidur nyenyak.


''Aduh, kenapa sih gue. Mau merem aja susah banget.'' Gumam Elvan yang sedari tadi merasa tidak tenang. Ia kemudian meraih ponselnya untuk menelepon Fandi. Sementara Fandi dan Leon sedang berada di klub.


''Fan, elo dimana?''


''Biasa lagi dugem sama Leon. Gabung sini!"


''Oke, gue kesana. Mau tidur juga sudah banget.''


''Gila apa lo! Jam segini mau tidur. Ini baru jam 10 kali.''


''Ya udah gue siap-siap dulu.'' Elvan memutus sambungan teleponnya dan segera bersiap.


''Mending gue gabung sama Leon dan Fandi aja.'' Gumamnya. Elvan segera bergegas untuk berangkat menuju klub. Sesampainya disana, Elvan sudah melihat Fandi bersama dengan para gadis cantik nan seksi yang duduk di sisi kanan dan kirinya.


''Mana si Leon?'' tanya Elvan yang baru saja tiba.


''Tuh, udah dugem sama cewek-cewek disana.'' Kata Fandi yang mengarahkan pandangannya pada Leon yang sedang asyik menari di lantai disko.


''Hai El. Udah lama kita nggak ketemu.'' Sapa salah satu gadis klub tersebut.


''Hai juga.'' Balas Elvan sambil mengerlingkan matanya. Gadis itu lalu duduk di samping Elvan, Elvan lalu merangkul gadis yang tersebut. Gadis itu pun bersandar di dada Elvan.


''Nah gitu dong. Kemarin-kemarin elo lagi nggak doyan sama cewek,'' celetuk Fandi.


''Sialan lo!" jawab Elvan dengan senyum tipisnya. Tak lama kemudian datang lagi seorang gadis klub yang mengahmpiri Elvan dan mengecup pipi Elvan.


''El, aku kangen banget sama kamu. Kapan kita jalan lagi kayak dulu.'' Kata gadis itu dengan begitu agresifnya.


''Kapan-kapan ya. Gue lagi sibuk.'' Jawab Elvan sembari merangkul gadis itu juga.


''Mau aku tuangin minum?'' tanya gadis klub pertama tadi.


''Boleh,'' singkat Elvan. Namun saat Elvan hendak meminumnya, tiba-tiba terlintas wajah Alia dan teringat akan ucapan Alia tadi siang.


''Gue boleh minta soft drink aja,'' kata Elvan.


''Tentu Elvan, sayang. Aku ambilin ya.'' Salah satu gadis itu segera beranjak dari duduknya untuk mengambilkan Elvan soft drink.


''Woi, tumben elo nggak minum. Udah nggak doyan juga,'' sahut Fandi.


''Lagi nggak mood aja,'' jawab Elvan.


''Hei,hei, my man Elvan.'' Kata Leon dengan hebohnya sambil memberikan pelukan pada Elvan.


''Elo mabuk?'' kata Elvan.


''Tumben tanya. Udah tahu kalau kesini buat happy-happy dan mabuk-mabukkan. Masak kesini mau pengajian,'' kata Leon dengan ucapannya yang melantur. Leon pun lalu menjatuhkan tubuhnya di atas kursi sofa dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


''Astaga! Nih anak kebiasaan kalau mabuk pasti molor,'' gerutu Elvan.


''Ini soft drink-nya El.''


''Thanks ya.'' Ucap Elvan.


''Tuh kan gue dekat sama mereka aja rasanya biasa aja. Di peluk dan di cium mereka aja, gue flat. Jantung gue juga biasa aja bahkan gue hampir nggak bisa denger detak jantung gue. Ini aneh, benar-benar aneh,'' gumam Elvan dalam hati.


''Oke, kita party sampai pagi! Ladies, keluar kalian semua,'' teriak Elvan yang membuat semuanya heboh.


''Nih anak gila apa ya?'' celetuk Leon.


''El, elo masih waras?'' imbuh Fandi.


''Waraslah. Ayo kita party sampai pagi. Keluar semua para ladies!" seru Elvan dengan penuh semangat. Fandi dan Leon saling melempar pandangan heran melihat sikap sahabatnya yang suka berubah-ubah itu.


''Ya udahlah ngikut aja,'' bisik Leon.


''Besok kan ada ujian, Le,'' bisik Fandi.


''Udahlah gampang, gue udah bayar si culun buat kasih contekan besok,'' kata Leon.


''Ya udah kalau gitu. Kapan lagi kan Elvan moodnya baik gini,'' timpal Fandi. Leon kemudian berdiri diatas meja dan bersorak memanggil para gadis. Dan musik DJ pun di mulai, mereka bertiga bersenang-senang dan berdansa bersama. Namun wajah Alia selalu menganggu Elvan, sekalipun Elvan sedang bersama dengan para gadis seksi disana.


...****************...


Keesokan harinya di kampus, seperti biasa Alia menuju basechamp Rich Man untuk menemui Elvan, memberikan sarapan. Beberapa kali Alia mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban.


''Ngapain elo disini?'' tanya Sandra. Suara yang cukup mengejutkan Alia.


''Sandra. Aku nggak ngapa-ngapain kok, cuma antar sarapan aja.''


''Ngantar sarapan? Buat siapa?'' kata Sandra yang melihat paperbag tergantung pada gagang pintu. Sandra lalu mengambil paperbag itu dan membuangnya. Alia benar-benar terkejut dengan Sandra yang membuang makanan.


''Elvan nggak butuh ini!"


"Kamu kok malah buang makanannya sih? Makanan ini salah apa sampai kamu membuangnya?'' kata Alia dengan kesal sembari mengambil kembali paparbag itu.


''Jelas salah lah. Karena ini buatan elo. Elo sengaja kan deketin Elvan. Elo pasti kasih makanan itu sesuatu, supaya Elvan terpikat sama elo. Soalnya Elvan tidak pernah sekalipun dekat dengan cewek modelan kayak elo,'' kata Sandra dengan suara meninggi.


''Astaghfirullah, Sandra. Aku tidak pernah ya berbuat musrik seperti itu. Lagian untuk apa aku mendekati Elvan.''


''Halah, jangan sok suci. Cewek kayak elo ini rata-rata munafik, kerudung cuma buat kedok aja.''


''Terserah kamu mau berpendapat apa tentang aku. Aku permisi, assalamualaikum.'' Kata Alia sembari berlalu meninggalkan Sandra namun tiba-tiba saja Sandra mencengkeram kuat lengan Alia.


''Gue belum selesai ngomong. Mau kemana lo.''


''Tolong lepasin,'' kata Alia sembari merintih kesakitan. Sandra benar-benar kesal dan terbakar cemburu dengan kedekatan Elvan dan Alia. Sandra lalu mendorong Alia dengan keras hingga Alia hampir terjatuh tapi beruntung Elvan datang tepat waktu dan bisa menangkap Alia. Alia mendongak dan melihat Elvan sedang menolongnya. Elvan menatap geram kearah Sandra.

__ADS_1


''Sandra! Elo apa-apaan? Elo apain Alia?'' bentak Elvan sembari membantu Alia berdiri tegap kembali.


''Iya nih, San. Alia salah apa? Kalian ini sama-sama cewek lho.'' Timpal Fandi.


''Elo juga belain dia, Fan?''


''Lah kalau benar ya gue bela lah.''


''Elo PMS apa, San? Udah bikin keributan aja,'' timpal Leon.


''Kalian juga nyebelin. Bela terus aja si Alia.'' Kata Sandra sembari berlalu begitu saja dengan membawa semua amarahnya.


''Alia, kamu nggak apa-apa?'' tanya Elvan, Fandi dan Leon bersamaan.


''Nggak apa-apa kok. Kalian kompak banget,'' kata Alia sembari tersenyum.


''Kita kan emang kembar dempet,'' timpal Leon.


''Oh ya tadinya mau kesini antar ini buat sarapan. Tapi kalian belum pada datang. Dan ini udah rusak soalnya di lempar sama Sandra.''


''Sini aku lihat. Masih bagus kok, paling dalamnya aja berantakan. Lagian kamu kasih box Alia jadi makananya nggak kotor. Emang keterlaluan banget si Sandra.'' Kata Leon.


''Hhh sok lembut amat lo sama Alia,'' celetuk Elvan dengan nada sinis.


''Lah gue mesti teriak-teriak gitu? Alia ini ibarat berlian jadi harus di perlakukan dengan istimewa.'' Kata Leon.


''Ya udah kalau gitu aku kelas dulu. Kalau kalian nggak mau, aku bawa balik aja makanannya.''


''Jangan!'' kompak mereka bertiga.


''Tuh barengan lagi. Lucu banget kalian.'' Ucap Alia terkekeh.


''Kamu kalau ketawa kayak gitu manis dan elegan banget. Apalagi senyuman kamu, menghujam jantungku. Jantungku dag dig dug mau copot,'' rayu Fandi.


''Maaf ya, gombalan kalian nggak akan mempan sama aku.''


''Ya udah mending elo cepat ke kelas daripda dengerin mereka nglantur nggak jelas. Thanks ya makanannya,'' timpal Elvan.


''Sama-sama. Assalamualaikum,'' kata Alia sembari berlalu.


''Waalaikumsalam,'' jawab Elvan, Fandi dan Leon bersamaan.


''Aw,'' rintih Elvan sembari memegangi dadanya.


''Kenapa El?'' tanya Fandi panik.


''Nggak apa-apa kok. Ya udah ayo makan!" Kata Elvan.


''Aduh jantung gue sakit banget. Apa benar yang dikatakan sama Bibi? Jangan-jangan gue kualat lagi sama Alia gara-gara gue ada niat buruk sama dia. Awal gue deketin dia kan buat taruhan, pasti ini gue kualat deh. Apa gue udahin aja taruhannya? Daripada jantung gue nyut-nyutan. Tapi kenapa cuma gue aja? Fandi sama Leon si biang kerok, kok sehat-sehat aja?'' kata Elvan dalam hati dengan penuh pertanyaan dan praduga tidak jelas yang menyelimutinya.

__ADS_1


Bersambung.... Jangan lupa like, komen dan vote ya, makasih 🙏😘


__ADS_2