Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 88 Surat Dari Mama


__ADS_3

Dengan tangan gemetar, Elvan membuka surat dari Mamanya.


Untuk Elvan putra kesayangan Mama..


Sayang, apapun yang terjadi jangan benci Mama Elisa dan Kakak kamu Endrew. Begitu pula dengan Papa. Disini Mama lah yang bersalah, Mama yang egois dan tidak sabar. Dan mama pun hidup dalam kesakitan yang mama akibatkan sendiri. Papa sangat mencintai Mama, nak. Jangan membenci Papa mu. Disini Mama Elisa dan Endrew lah yang paling terluka karena Mama dan Papa hanya memanfaatkan mereka saja untuk mendapatkan seorang anak. Mama yakin di dunia ini tidak ada seorang ibu yang mau memberikan anaknya kepada orang lain, sekalipun mereka di beri harta yang banyak. Maafkan Mama yang tidak bisa memberikanmu kebahagiaan yang sempurna. Mama menangis, mama sedih karena mama menyesal. Karena kamu terpaksa harus membagi kasih sayang Papa dengan anak yang lain. Itulah yang Mama sesali. Mungkin untuk hati Mama, hati Mama juga terluka tapi ini kesalahan Mama. Yang membuat Mama paling terluka adalah kamu. Setiap menatap mata kamu, terlihat penyesalan terdalam di hati Mama. Begitu pula dengan Papa yang tersiksa dengan keadaan ini. Meskipun sedih dan sakit tapi Papa bangga karena Papa tidak menelantarkan Endrew dan Mama Elisa. Padahal saat itu Papa bisa saja melakukannya tapi Papa tidak melakukannya karena Papa masih memiliki hati nurani. Endrew dan Mama Elisa yang paling tersakiti, mereka rela hidup dalam kesederhanaan. Bahkan sejak kamu lahir ke dunia, tidak pernah sedikitpun Papa meninggalkan kamu. Papa mencurahkan seluruh waktunya untuk kamu. Bahkan Papa kamu terhitung jarang sekali mengunjungi Endrew dan Mama Elisa. Apa kamu tahu? Papa kamu sampai pernah dua bulan tidak mau ke kantor, hanya karena ingin mengahabiskan waktu dengan mu. Bahkan setiap pulang kantor, Papa tidak pernah pulang larut malam. Dia begitu mencintai dan selalu merindukanmu. Mama harap saat kamu dewasa nanti, kamu jangan pernah membenci Papa ya. Begitu juga dengan Endrwe dan Mama Elisa. Kalaupun Mama pergi, Mama akan pergi dengan tenang dan dengan kebahagiaan. Karena ada Mama Elisa yang akan menjaga kamu.


Oh ya apa kamu ingat obrolan kita di mobil? Kamu bilang ingin menikah dengan Lili. Maka saat kamu dewasa kamu menikahlah dengannya, Mama merestui mu daru surga, nak. Mama mengabulkan permintaan kamu. Kalaupun saat dewasa kamu menikah dengan Lili, jadilah suami yang setia, perhatian, sabar dan tanggung jawab untuknya. Jikalau di tengah perjalanan pernikahan kalian belum di karuniai seorang anak, maka jangan pernah sekalipun kamu mengulang kesalahan Papa dan Mama. Jika ujian itu datang, maka kamu bersabarlah. Tuhan pasti akan memberikannya untuk kamu. Carilah Lili sebagai istrimu, nak. Mama yakin dia tumbuh menjadi gadis yang cantik dan sholiha. Hiduplah dengan bahagia, ikhlas dan tulus bersama keluarga kecilmu kelak. Mama amat sangat mencintai kamu, sayang."


^^^-Mama Maya-^^^


...****************...


Tangis Elvan pecah saat membaca surat dari Mamanya. Hatinya sungguh sakit bagai teriris sebilah pisau. Di balik surat itu ada sebuah foto, foto masa kecil Alia yang cantik dan menggemaskan. Elvan kemudian membalik foto tersebut dan ada lengkap Alia disana. Alia Fahila Ghazala (Lili) itulah yang tertulis di balik foto tersebut.

__ADS_1


"Alia. Jadi Lili itu Alia. Alia yang selama ini aku kenal?" gumam Elvan dengan rasa tak percaya.


"Jadi mimpi aku itu nyata. Kalau Lili itu Alia. Mah, terima kasih. Telah menyatukan aku dengan Alia." Elvan benar- benar tidak bisa membohongi perasaannya. Elvan kemudian segera mengambil ponselnya untuk menelpon Fandi dan Leon. Sementar Fandi dan Leon kini sedang di kantin.


"Gimana si Elvam kabarnya?" tanya Fandi.


"Kak Endrew cerita kalau Elvan dari semalam nggak mau makan," kata Leon.


"Kasihan banget tuh anak," kata Fandi. Tiba-tiba saja ponsel Fandi bergetar.


"Halo, El. Gimana kabar elo?"


"Baik. Alia ada sama elo?"

__ADS_1


"Dia di perpus. Emangnya kenapa?"


"Ternyata gue mau di jodohin sama Alia. Anak yang di jodohin sama Mama itu Alia alias si Lili."


"Ah serius lo, El?" kata Leon seolah tak percaya.


"Iya. Dan gue seneng banget, Le-Fan. Tapi tolong jangam kasih tahu Alia. Gue bakal lamar dia langsung. Tolong jagain dia buat gue ya."


"Siap!" kompak Fandi dan Leon. Mereka pun mengakhiri panggilan dari Elvan. Fandi dan Leon pun berpelukan, mereka sangat bahagia mendengar kabar dari Elvan.


"Syukurlah. Sumpah gue happy banget. Akhirnya Elvan bisa bahagia." Kata Fandi.


"Iya, Le. Gue juga seneng banget. Ini bener-bener playboy nyungsep ya si Elvan ini." Kata Fandi terkekeh.

__ADS_1


"Sumpah lega gue." Sambung Fandi.


Bersambung....


__ADS_2