Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 83 Lamaran Di TOLAK!


__ADS_3

''Aaaaaaaa.....!!!!" suara teriakan Elvan begitu kencang. Mengagetkan Alia, Andra dan Pak Samir.


''Kak, itu bukanya suara Kak Elvan,'' kata Andra.


''Ayo, kita kesana!" kata Pak Samir. Mereka bertiga segera menuju rumah yang di sewa oleh Elvan.


''Kak! Kak Elvan! Kak Elvan baik-baik saja!" panggil Andra sambil mengetuk pintu.


''Tolong! Tolong!" teriak Elvan dari dalam. Andra kemudian membuka pintu dan ternyata tidak di kunci.


''Elvan! Kamu baik-baik saja,'' kata Alia yang tampak panik.


''Aku di dapur!" teriak Elvan. Mereka bertiga kemudian menuju dapur dan sangat terkejut mendekati Elvan berada di atas meja.


''Kamu kenapa nak Elvan?'' kata Pak Samir.


''I-itu Om. Ada kecoa!" kata Elvan dengan suara bergetar. Pak Samir, Alia dan Andra pun terbahak mendapati tingkah konyol Elvan.


''Ya Allah, kecoa aja takut. Badan segede itu takut kecoa. Ampun deh,'' kata Alia yang berhenti tertawa.


''Teriakan kamu itu bikin kita kaget. Lagi makan malam eh ada orang teriak karena takut kecoa,'' kata Pak Samir dengan tawanya.


''Andra, cari keocoanya sampai dapat. Ayah kembali dulu ya,'' sambung Pak Samir. Perutnya benar-benar terasa sangat geli.


''Mana kecoanya Kak?'' tanya Andra.


''Itu tadi di bawah meja,'' kata Elvan yang masih saja ketakuatn. Alia kemudian membantu Andra untuk mencari kecoa dan menangkapnya.


''Nah, kena juga kan,'' kata Alia dengan gemas. Alia lalu mendekatkan kecoa itu tepat di depan wajah Elvan.


''Alia! Buang cepat! Jangan nakut-nakutin!" kata Elvan dengan suara meninggi.


''Lihat dong perbandingannya. Kamu dan kecoa gede mana,'' ledek Alia. Alia lalu memberikan kecoa itu pada Andra, Andra pun kemudian membuangnya.


''Udah cepat turun. Kamu mau sampai kapan nangkring di atas meja kayak ayam,'' kata Alia. Elvan kemudian turun dari atas meja.


''Makanya kamu pulang aja. Ngapain disini,'' kata Alia.

__ADS_1


''Sudahlah jangan banyak komentar,'' ketus Elvan.


''Nanti Andra akan membawa semprot pembasmi serangga. Jadi kalau kecoanya nongol, kamu tinggal semprot deh,'' kata Alia.


''Ya udah aku pulang dulu ya,'' pamit Alia. Namun Elvan menahan tangan Alia.


''Jangan pergi! Aku takut. Kamu temenin aku disini ya.''


''Enak aja. Yang ada nanti kita di grebek.''


''Makanya kamu mau dong kalau aku nikahin.''


''Hadapi Ayah dulu. Udah lepasin tangan aku, biar Andra tidur disini temenin kamu.''


''Ya udah deh,'' kata Elvan sembari melepaskan tangan Alia.


...****************...


Sementara di rumah, Pak Tama benar-benar marah dengan sikap Elvan.


''Dimana sih dia! Selalu saja membangkang,'' ucap Pak Tama dengan suara meninggi.


''Biarkan saja Elvan, Pah. Saat ini dia pasti ingin sendiri dulu. Percuma kalau kita paksa pulang.''


''Tapi bagaimana perjodohan ini, Mah. Kita harus menjalankan wasiat dari Maya, almarhumah istriku.''


''Pah, Mama mengerti. Tapi jangan gegabah ya. Nanti yang ada Elvan semakin kecewa.''


''Minggu depan usia dia sudah 20 tahun. Sudah saatnya kita memberitahukan perjodohan ini.'' Kata Pak Tama.


''Pah, Elvan sedang menyelesaikan skripsinya tahun ini. Apa lebih baik kita menunggu dia lulus, baru kita memberitahukan perjodohan ini,'' usul Endrew.


''Tidak bisa! Papa harus memberitahukan ini semua sesuai wasiat Maya.''


''Tapi apakah Papa sudah bertemu mereka?'' tanya Endrew.


''Belum sama sekali. Papa sendiri juga bingung, Maya memberikan wasiat yang penuh teka-teki. Untuk itu saat Papa memberitahu Elvan, Papa ingin meminta Elvan untuk menemukan gadis itu. Setidaknya untuk mengetahui gadis itu masih hidup atau tidak. Atau bahkan gadis itu masih sendiri atau sudah menikah.''

__ADS_1


''Sudahlah, Papa tunda saja dulu ya. Kasihan Elvan, dia juga baru sembuh. Kita jangan paksa dia. Jangan buru-buru menikahkan Elvan, Pah. Dengan sikap Elvan yang seperti itu dan jika di paksa menikah, Mama justru sedih memikirkan kebahagiaan gadis itu juga.''


''Apa yang di katakan Mama benar, Pah. Disini bukan hanya Elvan yang terluka tapi juga gadis itu. Kita juga tidak tahu bagaimana dan dimana gadis itu.'' Sahut Endrew. Milka yang mengetahui keberadaan Elvan, memilih diam dan berlagak seolah dia tak tahu apa-apa. Karena saat ini, Elvan menenangkan pikiran adalah yang terbaik. Apalagi hanya Alia yang mampu menghiburnya.


...****************...


Keesokan harinya, Alia benar-benar terkejut dengan kedatangan Rendra.


''Alia, ada nak Rendra kesini,'' kata Pak Samir.


''Maaf Om, sebenarnya saya juga ada perlu dengan Om,'' sela Rendra. Alia pun kemudian ikut duduk di bangku ruang tamu. Alia merasa bingung dengan kedatangan Rendra. Disaat yang bersamaan, Elvan hendak menuju rumah Alia untuk mengajak berangkat ke kampus bersama. Namun langkahnya terhenti saat melihat Rendra disana. Elvan mengurungkan pun mengurungkan niatnya dan memilih diam-diam menunggu sekaligus menguping, hehehe.


''Ada perlu apa nak Rendra?'' tanya Pak Samir.


''Begini Om, lebih baik saya berterus terang saja. Kalau sebenarnya saya menaruh hati pada Alia dan ingin meminang Alia. Saya datang kesini untuk melamar Alia sebagai istri saya,'' kata Rendra penuh dengan keyakinan. Pak Samir benar-benar terkejut dengan pinangan Rendra. Pak Samir tidak menyangka bahwa putrinya akan di lamar oleh seorang pria secepat ini.


''Saya dan Alia sudah mengenal cukup lama sekali. Saat saya bilang pada Alia, Alia meminta saya untuk meminta ijin sama, Om. Jadi setelah lulus, jika Om merestui, saya akan menikahi Alia. Insya Allah saya akan membahagiakan Alia dunia dan akhirat,'' lanjut Rendra.


''Alia, kamu tidak cerita apa-apa sama Ayah?''


''Maaf ya, Ayah. Biar Rendra sendiri yang bicara langsung sama Ayah,'' ucap Alia.


''Jadi nak Rendra, saya minta maaf yang sangat besar. Karena sebenarnya Alia sudah di jodohkan.'' Mendengar ucapan Pak Samir, bagai di sambar petir di siang bolong. Tak hanya Rendra, Elvan yang sedari tadi menguping pun sangat terkejut.


''Rendra aja di tolak, apalagi gue,'' gumam Elvan dalam hati.


''Jadi lamaran saya di tolak, Om?'' ucap Rendra ragu-ragu.


''Maafkan saya ya, nak. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi amanah dari almarhumah ibunya Alia. Sebelum Alia bertemu dengan lelaki itu, terpaksa saya menolak kamu. Apapun yang terjadi, saya akan mencari anak itu untuk Alia. Kalaupun tidak sesuai harapan, saya menyerahkan semua keputusan pada Alia. Sekali lagi maafkan saya ya, nak. Kamu anak yang baik, sopan dan sholih. Sekali lagi maafkan saya. Saya harap hal ini tidak membuat tali silaturahmi kita terputus,'' ucap Pak Samir.


''Baiklah, Om. Sejujurnya saya sangat kecewa tapi kalau memang itu keputusannya, saya akan terima.'' Kata Rendra dengan berat hati. Alia pun hanya bisa diam tak bergeming. Alia hanya bisa pasrah dengan nasibnya kelak bagaimana.


''Kalau begitu saya permisi, Om-Alia. Assalamualaikum.''


''Waalaikumsalam,'' jawab Pak Samir dan Alia bersamaan.


''Maafkan Ayah ya, nak. Ayah tahu kalau kamu juga pasti memiliki perasaan yang sama dengan nak Rendra. Tapi kita harus tetap menjalankan wasiat bunda kamu.''

__ADS_1


''Iya Yah,'' jawab Alia dengan senyumnya. Meskipun ia sendiri tidak bisa menahan kekecewaannya.


Bersambung....


__ADS_2