
Di dalam kelas, Rani dan Diana pun terkejut melihat penampilan Alia. Alia terlihat berbeda.
''Alia, kamu cantik banget hari ini. Baju baru ya? gaya pakaian kamu beda dari biasanya,'' puji Rani.
''Nggak kok. Ini juga di kasih.''
''Di kasih? di kasih sama siapa? hayo?'' selidik Rani.
''Iya, Al. Bajunya bagus banget, aku juga mau. Kita berhijab tapi masih terlihat fashionable. Ini juga nggak ketat kok jadi masih aman untuk kita yang pakai hijab,'' timpal Diana.
''Ini di kasih sama kakaknya Elvan.''
''Apa?'' kompak Rani dan Diana. Mereka benar-benar tidak percaya sama sekali dengan ucapan Alia.
''Kakaknya si cowok tengil itu? sejak kapan kamu dekat sama dia Al? kamu kok nggak cerita apa-apa sih sama kita,'' protes Rani dengan kesal.
''Kamu sama Elvan beneran dekat Al? terus Rendra gimana?'' sambung Diana.
''Aduh kalian ini apaan sih? serius banget ngomongnya. Kalian kan tahu kaki aku sakit karema nolongin keponakannya Elvan. Terus kakaknya Elvan sama istrinya ngajak aku makan siang. Lebih tepatnya kakak ipar Elvan yang ngasih baju ini sebagai ucapan terima kasih. Ini koleksi butiknya. Dan ngasihnya lumayan banyak. Ada beberapa gamis dan pakaian style casual gini. Kalau kalian mau, besok aku bawain.''
''Nggak usah, Al. Kan itu untuk kamu, kita cuma penasaran soalnya bagus banget. Tapi kamu beneran nggak ada hubungan apa-apa sama Elvan?'' selidik Rani kembali.
''Ya Allah nggak ada, Ran. Kita cuma dekat biasa aja kok.''
''Kita nggak melarang kamu dekat sama siapa aja Al. Kita juga nggak punya hak untuk melarang kamu. Tapi aneh aja kalau kamu sama Elvan dekat, kamu tahu sendiri Elvan kayak gimana. Iya kan? kita nggak rela aja kalau sampai dia modusin kamu,'' sambung Diana.
''Insya Allah nggak. Kalau pun dia berniat seperti itu, biar menjadi urusan dia sama Allah. Yang penting aku berusaha bersikap baik sama siapapun.''
''Iya, kamu benar Al. Eh pulang kampus aku traktir makan yuk!" ajak Diana.
''Aduh aku nggak bisa. Aku habis ini mau ke rumah sakit, waktunya Ayah kontrol. Gimana kalau besok? kita ke cafenya Rendra.''
''Cafenya Rendra? boleh deh. Aku kuga belum pernah ke sana.'' Kata Diana.
''Aku sih setuju saja. Pasti Alia juga pingin kali melihat cafe calon imamnya,'' goda Rani.
''Kalian jangan gosip ah.'' Kata Alia yang tersipu malu.
...****************...
Mata kuliah pertama selesai, Rendra segera menuju kelas Alia. Saat Rendra sampai di kelas Alia, Alia pun baru saja keluar.
''Al, kamu hati-hati ya. Kita duluan. Tuh pangeran Rendra udah nuggu,'' goda Rani.
''Rani, kamu ini apaan sih. Kalian hati-hati ya.''
''Kamu hati-hati juga ya, Al. Assalamualaikum,'' pamit Diana.
''Waalaikumsalam.''
''Gimana Al? kita ke rumah kamu sekarang?''
''Iya. Tapi rumah aku jelek, Ren.''
''Siapa sih yang mau lihat rumahnya. Aku mau lihat yang punya rumah. Aku deg-degan banget. Karena ini pertama kalinya aku ke rumah kamu.''
''Masak sih?''
__ADS_1
''Iya. Kita dekat sudah lama tapi kamu belum mengijinkan aku main ke rumah kamu.''
''Maafin aku ya. Kamu tahu sendiri alasannya. Oh ya katanya mau nunggu di tempat parkir?''
''Nggak tega aja lihat kamu jalan seperti ini sendiri.''
''Kamu berlebihan, Ren. Aku masih bisa jalan kok. Sekalian melatih kaki aku juga biar nggak kaku.'' Setelah cukup jauh berjalan, akhirnya mereka sampai di tempat parkir. Mereka segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan masuk. Dari kejauhan sepasang mata menatap penuh rasa kesal.
''Mau kemana Alia sama cowok itu? nggak mungkin kan di pacaran sama cowok itu,'' gumam Elvan dalam hati.
''Ah udah lah, ngapain gue urusin dia. Nggak ada hubungannya juga sama gue,'' gerutunya dalam hati.
''Elvan, sayang,'' kata Sandra yang tiba-tiba datang memeluk Elvan dari belakang.
''Lepasin, San!"
''Aku kangen sama kamu. Kita nonton yuk!''
''Sorry gue nggak bisa,'' kata Elvan sambil melepas tangan Sandra yang melingkar di pinggangnya.
''El, nih kotak makan elo,'' kata Fandi sambil menyodorkan kotak makan dari Alia.
''Sumpah enak banget sandwichnya. Beli dimana sih? bukan daging tapi rasanya persis daging,'' kata Leon.
''Kotak makan? Sandwich? tumben kamu bawa bekal ke kampus,'' kata Sandra penuh rasa heran.
''Iya juga ya. Gue juga baru nyadar. Tumben-tumbenan elo bawa bekal, El. Masakan Bi Minah ya?'' sambung Leon.
''Atau beli? tapi nggak mungkin sih, soalnya kan ada kotak makannya. Atau dari elo ya, San?'' timpal Fandi.
''Nggak! Gue mana bisa masak,'' kata Sandra.
''Sekarang kita kemana?'' tanya Leon.
''Gimana kalau kita hangout aja. Kalian temenin gue shoping mau nggak?''
''Gue mau banget. Dengan senang hati, Sandra,'' kata Leon.
''Gue juga mau,'' sahut Fandi.
''Ya udah kalian berangkat aja sana. Gue ada perlu penting.'' Kata Elvan yang segera menuju tempat parkir. Sandra menghela nafas panjang penuh dengan rasa kecewa.
''Ayo, San. Kita jadi berangkat nggak?'' tanya Leon.
''Nggak! Gue juga sibuk. Nggak jadi,'' ketus Sandra sembari berlalu meninggalkan Leon dan Fandi.
''Kenapa sih, Fan nasib kita selalu aja kayak gini?''
''Iya, lagi-lagi sama elo.''
''Main billiard yuk! Udah lama nih kita nggak main.''
''Boleh deh. Ayo!"
...****************...
''Assalamualaikum,'' salam Alia pada Ayahnya yang sudah menunggu di teras rumah.
''Waalaikumsalam. Siapa ini nak?'' tanya Pak Samir sambil melirik ke arah Rendra.
__ADS_1
''Assalamualaikum, Om. Saya Rendra, teman Alia,'' sapa Rendra sembari mencium punggung tangan Pak Samir.
''Ini adalah teman pertama Alia saat kuliah, Yah. Dan yang pertama kali mau berteman sama Alia, cewek berhijab yang di anggap aneh untuk mereka anak orang kaya dan modern. Tentunya setelah Rani dan Diana.''
''Tapi kamu kok nggak pernah cerita sama Ayah? dan Ayah juga baru lihat.''
''Iya, Yah. Alia yang melarangnya kesini.''
''Namanya silaturahmi nggak apa-apa kan, Alia.''
''Iya, Ayah. Ya udah ayo kita kerumah sakit. Waktunya Ayah untuk periksa dan suntik insulin. Dan Rendra ini yang mau antar kita, Yah.''
''Terima kasih ya nak, Rendra.''
''Sama-sama, Om. Mari silahkan Om.'' Kata Rendra.
''Insulin? Apa Ayah Alia menderita diabetes dan sudah parah ya, sampai Ayah Alia harus melakukan ini. Kasihan sekali Alia. Dia harus berjuang sendiri. Ya Allah, kamu semakin membuatku salut Alia dan semakin membuatku ingin melindungi kamu,'' gumam Rendra dalam hati.
Sementara itu, Elvan pergi ke kantor Endrew. Ia masuk begitu saja ke ruangan Endrew. Elvan melempar tasnya sembarangan di kursi sofa ruangan Endrew. Endrew begitu terkejut dengan kedatangan Elvan. Elvan sendiri selama ini tidak pernah peduli dengan perusahaan.
''El, tumben kesini. Ada apa?'' tanya Endrew.
''Ya lagi pingin aja kesini.''
''Akhirnya kamu mau ke kantor juga. Sudah saatnya kamu belajar, El. Ini adalah semester terakhir kamu dan saatnya magang.''
''Kan udah ada elo yang urus perusahaan. Emang banyak mahasiwa yang magang disini?''
''Lumayan sih. Rata-rata ini rekomendasi dari kampus. Dan ada satu daftar nama yang menarik perhatian ku.''
''Oh!"
''Emang nggak penasaran siapa dia?''
''Paling juga orang nggak penting.''
''Penting sih menurut aku. Namanya Alia.''
''Alia?'' seru Elvan.
''Tuh kan? denger nama Alia langsung semangat.''
''Biasa aja.''
''Dia magang disini. Dan mau aku tempatkan di bagian pemasaran. Kamu mau magang dimana?''
''Belum tahu.''
''Aku mendengar kalau kamu tidak ikut ujian kan?''
''Oh rupanya dosen itu udah ngadu.''
''Kamu harus perbaiki nilai kamu, El. Jangan sampai Papa dengar dan marah. Dan jangan sampai kamu mengulang lagi.''
''Biarin lah. Percuma juga kan gue kuliah, kalau gue bakal milikin ini semua.''
''Iya aku paham. Aku juga tidak akan ambil apa-apa, El. Aku sadar kok, El. Aku melakukan semua ini untuk membantu Papa dan kamu. Tapi kamu harus tahu caranya mengurus perusahaan. Jangan sampai kamu sebagai pewaris utama mengecewakan Papa. Jangan pikirkan diri kamu sendiri tapi pikirkan nasib pekerja yang lain.'' Mendegar ucapan Endrew, Elvan hanya bisa terdiam dan ucapan Endrew ada benarnya. Tapi Elvan masih memiliki rasa benci di sudut hatinya pada Endrew.
''Ya udah lah, gue cabut. Urus baik-baik perusahaan ini untuk Papa. Elo kan anak kesayangan,'' ketus Elvan sembari berlalu meninggalkan ruangan Endrew. Endrew hanya bisa menghela nafas panjang melihat sikap Elvan yang masih dingin padanya.
__ADS_1
bersambung... Jangan lupa like, komen dan vote ya, terima kasih 🙏😘