
''Kakak hebat ya, di rebutkan dua cowok yang ganteng dan keren,'' kata Andra pada Alia.
"Masak? kakak nggak ngrasa kayak gitu kok. Udah kamu fokus aja nyetir motornya.''
''Hehehe kakak aku kan emang cantik. Bukan hanya cantik sih, tapi juga sholeha.''
''Apaan sih kamu, malah gombalin kakak.''
''Kak, kalau misal di suruh milih. Kakak pilih Kak Elvan atau Pak Rendra?'' tanya Andra penasaran.
"Mmmmm pilih siapa ya? nggak tahu deh. Udah lah kakak belum terpikirkan kearah sana. Mending nyelesein kuliah dulu.''
''Siapapun pilihan Kakak, aku pasti dukung kok asal kakak bahagia aja.''
''Aduh adik aku udah dewasa ya,'' kata Alia dengan gemas.
''Kalau kamu sendiri udah punya pacar belum?'' sambung Alia.
''Mana ada sih Kak cewek yang mau dekat sama aku. Jaman sekarang cewek bukan nyari yang ganteng aja kali, Kak. Tapi aku nggak malu dan minder kok sama keadaan kita, Kak. Aku tetap bersyukur karena di bawah kita masih ada yang kurang beruntung.''
''Maafkan Kakak ya.''
''Maaf untuk apa sih, Kak?''
''Ya maaf karena kakak tidak bisa membuat kamu seperti anak muda pada umumnya. Kamu malah sibuk kerja.''
''Udah lah nggak usah kakak pikirkan. Aku happy aja kok.''
__ADS_1
''Kakak bersyukur banget punya adik seperti kamu.''
''Aku juga bersyukur banget punya Kakak kayak Kak Alia.''
Sesampainya di kampus, Alia segera bergegas menuju kelasnya untuk menghindari banyak pertanyaan dari Rendra.
''Al, kamu kenapa?'' tanya Rani pada Alia yang baru saja tiba dengan nafas terengah-engah.
"Nggak apa-apa kok.'' Jawab Alia dengan senyum lebarnya.
"Aneh deh Al kamu. Kayak di kejar apa gitu,'' timpal Diana.
''Hehehe nggak apa-apa kok.''
''Eh, eh, sebentar. Kaki kamu udah sembuh? aku baru merhatiin?'' kata Rani.
''Pantas aja tadi lari-lari, lagi test drive ya,'' kata Diana dengan polosnya.
''Mobil kali, Di. Udah ah, tuh Pak Wahyu datang,'' kata Alia pelan. Di saat bersamaan, Rendra pun sudah sampai di depan kelas Alia. Namun Pak Wahyu sudah masuk ke kelas terlebih dahulu. Rendra hanya melemparkan senyumnya pada Alia, begitu pula Alia yang membalas senyuman Rendra.
''Cieee, pagi-pagi udah dapat senyuman dari pangeran,'' goda Rani sembari berbisik.
"Sssstttttt!" kata Alia sambil meletakkan jari telunjuk pada bibirnya.
...****************...
Jam istirahat, Alia bersama Rani dan Diana segera menuju perpustakaan. Alia sedang sibuk mencari buku untuk referensi tugas psikologinya. Setelah cukup lama, Alia mendapatkan buku yang pas untuknya. Ia segera menuju meja, bergabung dengan Rani dan Diana.
__ADS_1
''Nih, aku nemu bukunya.'' Kata Alia.
''Tugas ini kamu mau ambil tentang apa Al?'' tanya Rani.
''Belum tahu, Ran. Ya udah lah kita baca aja,'' kata Alia.
''Kita kan ambil jurusan sekretaris dan perkantoran, bagus juga sih kalau kita memahami materi tentang psikologi ini. Ya siapa tahu dapat bos galak nanti, jadi bisa kita jinakkin dengan mencari tahu alam bawah sadarnya,'' kata Diana.
''Haduh, Di. Pikiran kamu udah nyampek sana aja,'' sahut Rani. Diana memang sedikit lola alias oading lama di antara Alia dan Rani.
''Udah, udah mending kita baca aja.'' Kata Alia.
''Kamu aja yang baca, Al. Nanti aku nyatat poin pentingnya,'' timpal Rani. Mereka bertiga lalu mulai berdiskusi. Membaca buku tersebut, membuat Alia teringat akan masalah yang di alami Elvan. Bahwa untuk menghadapi Elvan, membutuhkan analisis untuk benar-benar memahami psikis dan mentalnya. Apalagi Elvan mempunyai masa lalu yang buruk.
''Baru baca halaman pertama aja, malah tiba-tiba ke ingat Elvan. Ingat semua masalah yang dia hadapi dan bagaimana dia melampiaskan kemarahannya, rasa bencinya dan dendamnya. Selama ini Elvan jelas tersiksa dengan kondisi seperti ini. Tapi tidak ada yang memahaminya. Yang di lakukan Elvan hanya menutup semua kepedihannya dengan tindakan yang sebenarnya sangat salah. Ya Allah kasihan juga dia,'' gumam Alia dalam hati.
''Al, ayo lanjut!" kata Rani sembari menyikut Alia. Karena Alia malah melamun dengan tatapan kosong.
"Eh, iya, maaf.'' Kata Alia.
''Lagi mikirin apa sih Al?'' tanya Diana.
''Nggak lagi mikirn apa-apa kok. Isi buku ini bagus banget. Kita bisa belajar memahami sifat dan karakter seseorang. Bener apa yang di katakan Diana, kalau kita kerja dan punya bos galak,'' seloroh Alia dengan tawanya. Padahal Alia sendiri berusaha menutupi apa yang sedang ia pikirkan.
''Tuh kan bener ucapan aku. Kita harus mikir jauh kedepan dong,'' timpal Diana.
''Diana oh Diana. Kamu memang hebat,'' kata Rani sambil merangkul Diana. Sementara Alia hanya bisa tersenyum melihat kekonyolan kedua sahabatnya, yang ia kenal sejak duduk di bangku SMP.
__ADS_1
Bersambung.... Maaf ya baru upload 🙏❤️