
''Kak Alia!" teriak Chelsea memanggil Alia.
''Chelsea, ngapain nih anak disini,'' kata Elvan dalam hati.
''Chelsea,'' seru Alia sambil melambaikan tangannya. Chelsea berlari ke arah Alia laly memeluknya.
''Chelsea, kamu sama siapa?''
''Itu sama Dady sama Mami,'' ucap Chelsea sambil menunjuk ke arah mobil Dady-nya.
''Huh, ngapain sih mereka. Bikin mood gue rusak,'' gerutu Elvan. Alia melirik tajam ke arah Elvan karena ucapan Elvan yang keterluan. Mendapat lirikan tajam dari Alia, mendadak membuat Elvan salah tingkah dan membuat Elvan berlalu. Namun langkahnya pun terhenti saat Endrew memanggilnya.
''Berhenti, El,'' teriak Endrew. Endrew dan Milka mendekat ke arah Alia dan Elvan.
''Ngapain sih kalian disini?'' kata Elvan dengan sikap malasnya.
''Kan semalam aku udah bilang mau ketemu sama Alia. Milka, ini Alia. Dia yang udah nolongin Chelsea.''
''Hai Alia. Aku Milka, Maminya Chelsea,'' ucap Milka sambil mengulurkan tangannya.
''Hai juga Kak Milka. Saya Alia.''
''Alia, terima kasih ya kamu sudah menolong Chelsea. Sampai keadaan kamu seperti ini. Maaf kami terlambat untuk melihat keadaan kamu. Apa kamu sudah ke dokter?'' tanya Milka dengan perasaan penuh khawatir.
''Sudah, Kak. Elvan yang membawa saya ke rumah sakit.''
''Elvan? Syukurlah kalau begitu,'' kata Milka sembari melirik ke arah Elvan beberapa detik, begitu pula dengan Endrew.
''Alia, kami ingin mengajak kamu makan siang bersama sebagai rasa terima kasih,'' sambung Endrew.
''Ah tidak usah, Kak Endrew. Saya sudah baikan dan saya setelah ini mau kerja.''
''Kerja? kami kerja Alia?'' tanya Milka seolah tak percaya.
''Iya, sayang. Alia kerja paruh waktu di laundry,'' sahut Endrew.
''Wah, kamu hebat ya. Kuliah tapi masih nyambi kerja.'' Kata Milka yang merasa salut pada Alia.
''Udah lah nggak usah kerja. Kaki elo aja masih sakit. Jangan sok kuat,'' sahut Elvan dengan gaya sinisnya seperti biasa.
''Iya, Alia. Apa yang di katakan Elvan benar. Kamu kan bisa ijin dulu,'' timpal Endrew.
''Ayolah Alia. Aku mohon sama kamu jangan tolak ajakan kami. Kalau kamu menolaknya, kami akan merasa bersalah dengan kejadian ini,'' rayu Milka sambil menggenggam tangan Alia.
''Baiklah Kak. Saya terima ajakan Kak Milka sama Kak Endrew.'' Kata Alia setelah diam beberapa saat.
''El, kamu juga ikut ya. Temani Alia,'' kata Endrew.
''Ogah! Kalian aja yang pergi.''
''Om Elvan, please. Ikut ya, anggap saja ini rasa terima kasih Chelsea untuk Om. Solanya Om udah baik banget mau jagain Chelsea,'' rayu Chelsea sambil memeluk manja lengan Elvan.
__ADS_1
''Hhh, baiklah,'' jawab Elvan.
''Kamu bawa mobil kan El?'' tanya Milka.
''Ya udah kalau gitu. Alia, kamu temenin Elvan ya.'' Kata Milka.
''Saya sama Kak Milka aja. Nggak enak kalau berdua aja sama Elvan.''
''Ya udah kalau gitu Chelsea temenin deh. Chelsea ikut mobilnya Om Elvan ya, Mi.''
''Okey, baby. Ya udah ayo berangkat.'' Kata Milka sembari berlalu bersama Endrew.
''Sombong banget sih, sok jual mahal,'' kata Elvan tepat di telinga Alia.
''Bukan begitu, El. Bukan maksud sombong,'' kata Alia.
''Udah tunggu sini, gue ambil mobil.'' Ketus Elvan sembari menuju tempat parkir.
''Kak, maafin Om Elvan ya kalau Om Elvan judes.''
''Nggak apa-apa, sayang. Om Elvan kan emang gitu, suka marah-marah,'' kata Alia dengan tawa kecilnya.
''Hehehe iya benar,'' timpal Chelsea yang juga tertawa.
...****************...
Rupanya Endrew dan Milka sebelumnya sudah memesan makanan terlebih dahulu.
''Nggak apa-apa kok, Kak.''
''Ya udah ayo makan,'' kata Endrew.
''Dady, Mami, Om, sebelum makan kita berdoa dulu,'' sela Milka disaat mereka bertiga hendak memasukkan makanan ke dalam mulut.
''Berdoa?'' kata Endrew.
''Yes, Dady. Kak Alia yang ngajarin Chelsea. Kita kalau makan harus berdoa. Sebagai ucapan rasa syukur kita karena Allah telah melimpahkan rezekinya untuk kita dan supaya kita di jauhkan dari godaan setan,'' kata Chelsea. Seketika Endrew dan Milka merasa tetampar sebagai orang tua. Mereka seolah lupa dengan kewajibannya untuk mendidik anak mereka. Mereka terlalu sibuk bekerja hingga lupa akan tugas utamanya sebagai orang tua.
''Iya, sayang. Ayo kamu pimpin doanya y,'' kata Endrew. Mereka semua kemudian menengadahkan tangan dan Chelsea membaca doa makan. Disaat yang lain berdoa, Elvan justru mencuri pandang pada Alia. Alia yang tengah berdoa sembari memejamkan matanya.
''Kamu memang beda, Alia,'' gumam Endrew dalam hati.
''Sekarang kita mulai makan,'' ucap Chelsea dengan semangat.
''Alia, kamu berapa bersaudara?'' tanya Milka.
''Dua Kak. Saya punya adik''
''Lalu adik kamu?''
''Adik saya cowok namanya Andra dan masih sekolah kelas dua SMA.''
__ADS_1
''Kamu tinggal sama siapa, Alia?'' tanya Endrew.
''Sama Ayah dan Andra, Kak.''
''Lalu ibu kamu Alia?'' sahut Milka.
''Bunda sudah meninggal saat saya masih berusia sepuluh tahun karena sakit kanker,'' cerita Alia dengan dadanya yang mulai sesak.
''Maaf ya Alia,'' kata Milka sambil menggenggam tangan Alia karena ikut merasa sedih.
''Nggak apa-apa kok, Kak.'' Kata Alia yang berusaha tersenyum.
''Udah, ayo kita lanjutin makannya. Cukup Milka, kamu jangan interogasi Alia lagi. Kita kesini kan mau senang-senang bukan untuk membuat Alia sedih,'' kata Endrew.
''Iya, Mas. Maaf ya udah buat suasana jadi gini,'' kata Milka.
''Makanya jangan suka kepo,'' ketus Elvan pada Milka dan Endrew. Mendengar ucapan Elvan, Milka dan Endrew hanya bisa diam seribu bahasa. Setelah makan siang selesai, mereka pun segera pulang. Namun saat Milka memberikan sesuatu untuk Alia, sebelum mereka pulang.
''Alia, ini untuk kamu.'' Kata Milka sambil menyodorkan beberapa paperbag pada Alia.
''Apa ini Kak?''
''Ini beberapa koleksi gamis di butik aku. Aku tahu apa yang aku berikan untuk kamu tidak sebanding dengan apa yang udah kamu lakuin untuk Chelsea. Aku nggak tahu kalau disaat itu nggak ada kamu, gimana keadaan Chelsea.''
''Kak Milka, saya ikhlas melakukan itu semua. Kebetulan saja saya yang ada disana. Pasti semua orang yang ada disana, akan melakukan hal yang sama kok, Kak,'' ucap Alia. Milka kemudian memeluk Alia.
''Terima kasih Alia. Kamu baik banget. Aku nggak tahu harus gimana untuk membalaa kebaikan kamu.''
''Kak Milka sama Kak Endrew nggak usah bicara seperti itu ya.''
''Udah selesai belum dramanya? Gue sibuk mau hangout,'' celetuk Elvan yang membuat Milka melepaskan pelukannya pada Alia.
''Kak Alia hati-hati ya. Chelsea sayang sama Kak Alia,'' imbuh Chelsea sambil memeluk Alia.
''Iya, sayang. Kakak juga sayang sama Chelsea,'' kata Alia sambil membalas pelukan Chelsea.
''Ayo Alia masuk, gue anterin pulang. Jangan banyak drama deh,'' ketus Elvan.
''Elvan, jangan bicara seperti itu. Mereka kan Kakak kamu sendiri,'' tegur Alia.
''Kak, Alia pamit ya. Sekali lagi terima kasih untuk gamisnya dan makan siangnya. Pasti akan Alia pakai,'' sambung Alia.
''Sama-sama Alia. Kamu hati-hati ya.'' Kata Milka.
''El, hati-hati nyetirnya jangan ngebut,'' timpal Endrew.
''Iya,'' singkat Elvan.
''Assalamualaikum,''
''Waalaikumsalam.''
__ADS_1
Bersambung... Ayo jangan lupa like, komen dak vote yang bnyak ya, makasih 🙏😘