Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 66 Bukan Diriku


__ADS_3

Alia kemudian segera menuju basechamp Rich Man untuk mencari Elvan dan mengajaknya pulang bersama. Namun ternyata pintu basechamp sudah terkunci. Alia mengambil ponselnya dan menekan nomor Elvan. Elvan sendiri sedang perjalanan menuju rumah, ia kemudian mengangkat ponselnya yang berdering.


''Asslamualaikum, El. Kamu dimana?''


''Gue perjalanan pulang.''


''Kamu ninggalin aku? aku kan masih punya tanggung jawab buat ajarin kamu dan juga masakin kamu.''


''Mulai sekarang nggak usah. Gue udah bisa sendiri,'' singkat Elvan kemudian memutus sambungan telepon begitu saja.


''Elvan kenapa sih? Dari suaranya kayak nggak bersahabat banget. Apa dia sakit? Aku harus ke rumah Elvan.'' Kata Alia yang merasa perasaannya tidak enak pada Elvan.


Sementara Sandra pun juga bergegas menuju rumah Elvan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi.


''Gue harus minta maaf sama Elvan. Elvan nggak boleh benci gue atau marah sama gue.'' Gumam Sandra yang semakin menambah kecepatan mobilnya. Sesampainya di rumah, Elvan segera masuk ke kamar dan membantung tubuhnya di atas kasur.


Sesampainya di rumah,


''Sudah pulang, Den. Mbak Alia mana?'' tanya Bi Minah.


''Nggak ikut.'' Ketus Elvan.


''Ma-mau makan siang sama apa, Den?'' tanya Bi Minah tergagap.


''Nggak usah, nanti aja.'' Ketus Elvan sembari berlalu menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Elvan membanting tubuhnya di atas tempat tidur. Ia terdiam dan angannya melambung. Ingat bagaimana pertama kali kenal dan bertemu dengan Alia. Namun bayangan indah itu seketika sirna saat mendengar Rendra melamar Alia dan Alia meminta Rendra untuk datang ke rumahnya.


''Kenapa rasanya sakit sekali? Apa gue benar-benar jatuh cinta sama Alia? Tapi kenapa gue bisa jatuh cinta sama dia. Kenapa nggak orang lain saja? Sudah pasti gue tahu jawaban Alia kalau dia pasti nolak gue. Gue sadar diri, pria idaman Alia pada Rendra semua. Tapi apa gue harus nyerah gitu aja. Tapi kalau gue perjuangin, apa juga akan berhasil?'' gumam Elvan dalam hati.

__ADS_1


''Tok tok tok tok,"


''Masuk!" sahut Elvan.


''El sayang, kamu kenapa?'' kata Sandra dengan gaya sok perhatiannya. Mendengar suara Sandra, Elvan segera bangkit dari tidurnya.


''Ngapain elo kesini?'' tanya Elvan ketus.


''Aku mau minta maaf sama kamu soal tadi.'' Kata Sandra dengan menunduk.


''Iya udah gue maafin. Sekarang pergi sana.''


''Makasih ya El. Aku seneng banget kamu udah mau maafin aku,'' ucap Sandra sembari memeluk erat Elvan.


''Udah lepasin!" pinta Elvan dengan ketus. Sandra pun melepaskan pelukannya.


''Seharusnya elo minta maaf sama Alia, bukan sama gue. Elo udah keterlaluan.''


''Iya-iya, besok aku minta maaf. Habisnya aku kesel aja, ngapain dia deketin kamu.''


''Ya udah ayo turun. Gue lapar.''


''Oke.'' Sandra dengan manja berjalan sembari memeluk lengan Elvan dan disaat bersamaan, Alia pun sudah tiba disana. Alia melihat Sandra dan Elvan turun, mereka tampak sangat serasi.


''Assalamualaikum, Elvan.''


''Waalaikumsalam. Alia, ngapain elo disini? Gue kan udah bilang tadi kalau elo nggak usah kesini.''

__ADS_1


''Iya maaf. Aku nggak enak aja karena aku masih punya tanggungan sama kamu. Ini aku bawain kamu makanan, maaf nggak aku masakin sendiri. Aku tadi beli pas mau kesini.''


''Oh gitu ya udah, mending pulang sana.'' Kata Elvan dengan sinis.


''Iya, aku juga mau pulang. Maaf ya udah ganggu waktu kalian. Permisi,'' ucap Alia sembari memberikan makanan dalam paperbag pada Elvan.


''Tunggu!" cegah Elvan.


''Ada yang bisa aku bantu?'' kata Alia tersenyum ramah.


''Sandra, sekarang ada Alia disini. Cepat minta maaf,'' tegas Elvan.


''Tapi kan...?'' kata Sandra dengan wajah kesalnya.


''Elo kan udah janji,'' kata Elvan.


''Oke, oke. Gue minta maaf tadi udah kasar sama elo,'' kata Sandra sambil mengulurkan tangannya.


''Oh iya, aku udah maafin.'' Kata Alia sambil membalas uluran tangan Sandra.


''Kalau gitu aku pergi dulu ya. Assalamualikum.''


''Waalaikumsalam.'' Balas Elvan. Elvan menatap nanar kepergian Alia.


''Elvan sama Sandra? Mereka keluar dari kamar Elvan? Apa yang sedang mereka lakukan?'' gumam Alia dalam hati penuh tanya.


''Eh tapi ngapain juga aku pikirin. Aku kan nggak ada hubungan sama mereka terutama Elvan. Seharusnya itu bukan menjadi urusanku juga,'' gumam Alia kembali. Bi Minah yang melihat semua itu merasa kasihan pada Alia dan merasa kesal dengan Sandra yang begitu genit pada Elvan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2