
Hari yang di nanti Elvan juga Alia pun tiba. Sebuah acara nikah yang di gelar mewah dengan nuansa outdoor itu menjadi tanda kebahagiaan Elvan. Acara itu di gelar di halaman resort milik keluarga Elvan dan hanya keluarga juga teman terdekat saja yang hadir. Elvan mempersiapkan yang terbaik untuk Alia. Elvan tidak bisa membendung rasa bahagianya. Elvan dan Alia sendiri masih di kamar rias masing-masing. Elvan pun tampak tegang dan tangannya gemetar. Leon dan Fandi yang melihat ketegangan sahabatnya itu tampak senang jika menggodanya.
"Tegang amat muka elo, El. Kalau mau tegang entar malam aja,'' seloroh Leon.
''Diem lo!" ketus Elvan sembari memakai pakaiannya.
''Bener tuh kata Leon. Gimana ya wajah Alia tanpa hijab itu? Sumpah deh gue penasaran banget. Pasti ada keindahan di balik baju muslimnya itu,'' sahut Fandi.
''Awas ya kalau kalian fantasiin Alia yang aneh-aneh,'' ketus Elvan.
''Elo beneran nggak pernah lihat El? gimana bentuk tubuh Alia. Secara kan dia udah mau sah milik elo,'' goda Leon.
''Emangnya elo pikir, gue cowok apaan. Alia cewek baik-baik lagi. Gue sama sekali nggak ada pikiran jorok seperti itu ya. Bisa lihat Alia aja gue udah seneng banget.''
''Eh eh, entar elo fotoin ya wajah Alia gimana? rambutnua lurus, keriting, bergelombang atau jangan-jangan botak lagi,'' ceplos Fandi dengan tawa lebarnya. Leon pun tak kuasa menahan tawanya mendengar ucapan Fandi.
''Puas kalian? Puas! Bukanya doain baik-baik eh malah ngatain aneh-aneh.''
''Habis kita nggak nyangka aja kalau elo bakal nikah, El. The king of playboy taubat terus nikah deh. Hadehhh, apes banget si Alia,'' timpal Leon.
''Kalian seneng banget ya hina-hina gue! Kalian ini sebenarnya teman atau bukan sih? hah?'' kata Elvan yang semakin kesal dengan mulut teman-temannya.
''Habis dari tadi muka elo tegang banget tahu nggak.'' Kata Fandi dengan tawanya.
''Ah udahlah, bete gue!" ketusnya.
__ADS_1
''Jangan bete dong! Nanti elo ijab kabul salah lagi,'' sahut Leon.
''Jujur, kita seneng banget akhirnya elo nikah. Apalagi nikahnya sama Alia. Seorang Alia takluk pada Elvan.'' kata Fandi.
''Apalagi Alia gadis yang amat sangat baik, El. Dia bisa nyembuhin luka elo dan dia bisa mengerti juga nerima semua kejelekan elo. Alia juga bisa membawa elo ke arah yang lebih baik.'' Lanjut Leon.
''Dan kita punya hadiah buat elo.'' Fandi kemudian memberikan sebuah kunci mobil untuk Elvan.
''Apaan nih, Fan, Le?'' tanya Elvan tampak terkejut.
''Kunci mobil buat elo. Tesla buat elo. Kita anggap elo menang dalam taruhan ini.'' Sahut Leon.
''Ahhh serius nih? sumpah kalian nggak bohong?'' tanya Elvan yang masih tak percaya.
''Iya lah. Mobilnya udah ada di luar kok. Kita udah hias tuh mobil, sekalian di dalam mobil ada box kejutan untuk kalian.'' Kata Fandi. Elvan kemudian memeluk dua sahabatnya itu.
''Thanks ya bro. Wah, kalian emang bener-bener keren banget. Wah, gue hampir nggak percaya.''
''Huuh, bismillah. Doain ya semoga satu tarikan nafas berhasil.''
''Amiin." Kompak Fandi dan Leon.
...****************...
Dan dalam satu tarikan nafas, Elvan berhasil mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Elvan mengangkat kedua tangannya tanda bahagia. Alia yang duduk si sebelah Elvan, tersipu malu dengan sikap Elvan.
''Sah, woi! Yes, akhirnya!" seru Elvan dengan percaya diri tinggi. Semua hanya bisa tertawa melihat tingkah konyol Elvan. Pak Samir menitikkan air matanya saat melihat putrinya telah sah menjadi milik orang lain.
''Nak Elvan, saya serahkan Alia padamu. Kini dia adalah tanggung jawabmu. Jaga dia, lindungi dia dan bahagiakan dia. Jangan pernah membuatnya menangis ataupun sedih ya.'' Ucap Pak Samir sambil menggenggam tangan Elvan penuh harap.
__ADS_1
''Siap, Ayah! Saya pasti akan menjaga Alia dengan segenap hati, jiwa dan raga saya.'' Elvan kemudian memeluk Pak Samir dengan erat.
''Nak Alia, jadilah istri yang baik, sholehah, patuh pada suami ya. Karena surga seorang istri ada di bawah telepak kaki suaminya. Penuhi semua tanggung jawab dan kewajibanmu sebagai seorang istri.'' Ucap Pak Samir sambil memeluk putrinya.
''Insya Allah, Ayah. Alia akan melakukan semuanya.'' Ucap Alia sembari menahan tangis bahagianya.
''Alia, Elvan, ijinkan kami menampilkan sesuatu untuk kalian. Maafkan kami Alia karena tidak bisa menyuguhkan qasidahan melainkan sebuah tarian yang eksotik.'' Ucap Leon dengan apadanya. Alia hanya mengangguk dengan senyum manisnya. Dan
Rani, Diana, Leon dan Fandi memberikan sebuah hiburan yaitu menari. Mereka berempat kompak berdansa dengan iringan musik akustik dari Ed Sheeran, Perfect.
''Wah, sejak kapan mereka jadi kompak? terakhir mereka selalu adu mulut.'' Bisik Elvan pada Alia.
''Hati manusia kan berubah-ubah, El. Tapi mereka emang kompak. Sejak kapan mereka mempersiapkan ini.''
''Mereka memang penuh kejutan.'' Namun bukan romantis justru hal-hal konyol terjadi saat mereka berdansa. Entah Leon atau Fandi yang sesekali terinjak high heels milik Rani atau Diana. Apalagi Rani dan Leon, mereka bar-bar sekali. Rani yang gemas dengan Leon, secara sengaja mendorong Leon dengan jatuh.
''Wahh, aku pikir mereka bakal romantis. Eh ujung-ujungnya kacau.'' Bisik Elvan dengan tawanya.
''Nggak apa-apa lah. Mereka menghibur sekali.'' Setelah mereka selesai, mereka berempat kompak mengajak Alia dan Elvam maju meninggalkan singgasananya untuk berdansa.
''Sekarang giliran pengantin kita! Ayo Alia, Elvan! Tunjukkan bakat kalian.'' Seru Leon dengan suara meninggi.
''Kalian tahu aku nggak bisa dansa,'' ucap Alia malu-malu.
''Tenang, Alia. Kita nikmati hari ini,'' jawab Elvan dengan penuh keyakinan.
''Berti tepuk tangan yang meriah untuk Alia dan Elvan!" seru Rani. Mereka semua memberi tepukan yang meriah untuk Elvan dan Alia. Dan untuk pertama kalinya Elvan menyentuh Alia sedekat ini. Elvan meletakkan tangan kiri Alia pada dada bidangnya. Tangan kiri Elvan mendekap erat pinggang ramping Alia. Seketika Alia terkejut saat tubuhnya begitu dekat dengan Elvan. Jantung Alia berdebar kencang sekali, di tambah menatap wajah tampan suaminya itu. Elvan kemudian menyatukan tangan kanannya dengan tangan Alia. Elvan membimbing Alia untuk melangkah mengikuti gerakannya. Mereka saling menatap dan saling melempar senyum.
''Kamu sangat cantik Alia. Aku bahagia sekali memiliki kamu.''
__ADS_1
''Aku juga sama.'' Jawab Alia malu-malu. Saat mereka berhenti berdansa, Elvan mengecup kening Alia dengan mesra. Pertama kalinya Alia merasakan sebuah kecupan dari seorang pria. Dan rasanya sangat membuat Alia merasa bahagia dan tak hentinya jantung Alia berdegup kencang. Hari pernikahan mereka berjalan dengan lancar. Hari yang penuh dengan sukacita, air mata bahagia dan juga canda tawa.
Bersambung....