Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 107 CEO ELVAN


__ADS_3

''Selamat ya suamiku sayang, akhirnya kamu sekarang menjadi CEO.'' Kata Alia sambil memakaikan dasi di leher Elvan.


''Terima kasih istriku, sayang. Tapi aku sebenarnya senang menjadi karyawan biasa karena beban ku tidak terlalu berat.''


''Sekarang kamu bisa merasakan bagaimana beratnya Kak Endrew mengurus perusahaan kan? Kak Endrew itu tulus, El. Dia mengembalikan apa yang menjadi milikmu.''


''Iya,kamu benar. Selama ini dia mengurusnya dengan baik untukku sampai waktu untuk keluarganya terkuras.''


''Lalu sekarang Kak Endrew kerja di kantor mana?''


''Kak Endrew sekarang fokus mengurus hotel dan resort. Dan juga mengurus bisnis perhiasan yang baru dia rintis.''


''Kamu harus meniru semangatnya Kak Endrew, supaya perusahaan semakin berkembang pesat di tangan kamu.''


''Iya. Selama tiga bulan terakhir ini aku belajar banyak.''


''Oh ya nanti kita tetap makan siang seperti biasa kan?''


''Tentu saja, Alia. Kita makan siang bersama dan sholat dzuhur berjamaah seperti biasa.''


''Baiklah, sekarang ayo kita sarapan. Setelah itu kamu bisa berangkat ke kantor.''


''Terima kasih istriku.'' Kata Elvan seraya mengecup kening istrinya.


-


''Selamat pagi, El!" sapa Endrew saat masuk ke ruangan Elvan.


''Kak Endrew, masuk. Ada apa?''


''Aku lupa memberitahumu. Ini ada proposal kerja sama untuk proyek terbaru dari PT. Kencana Jaya. Semuanya sudah deal dan hari ini aku sudah terlanjur mengatur jadwal untuk surve lokas. Jadi aku harap kamu hari ini bisa langsung kesana. Klien kita menunggu jam 10 disana sekaligus jadwal makan siang sudah aku atur.''


''Oke. Aku akan bersiap kesana.''


''Semangat ya, El. Aku yakin kamu bisa!"


''Thanks ya, Kak. Sudah banyak membantuku selama ini. Dan maaf untuk semuanya.''


''Ah sudahlah jangan di pikirkan. Aku sudah lupa, El. Dan panggilan Kakak lebih bagus sih daripada Abang, berasa jadi abang tukang bakso,'' gurau Endrew. Endrew kemudian segera pamit dan meninggalkan kantor. Sementara Elvan segera bersiap menuju lokasi.


-


Sesampainya di lokasi, Elvan melihat ada seorang wanita yang menunggu disana. Elvan merasa tidak enak karena membuat kliennya menunggu. Elvan bergegas turun dan menghampiri kliennya itu.


''Maaf nyonya, apa sudah lama munggu?'' kata Elvan pada sosok wanita yang duduk membelakanginya.

__ADS_1


''Sandra!" seru Elvan saat melihat Sandra.


''Elvan! kok kamu? mana Kak Endrew?'' kata Sandra yang juga terkejut.


''Mulai hari ini aku yang menggantikan posisi Kak Endrew. Oh ya jadi PT Kencana Jaya milik mu?''


''Lebih tepatnya milik papa sih bukan milikku. Ngomong-ngomong selamat ya untuk posisi barunya.''


''Iya sama-sama. Tumben-tumbenan mau ke kantor dan papa kamu mau bekerja sama dengan perusahaan ku?''


''Ini juga di paksa papa! papa lagi sakit, biasa tensinya tinggi. Papa pikir masih Kak Endrew yang memegangnya jadi papa mengajukan kerja sama ini. Karena perusahaan papa sedang dalam masalah. Maaf ya, El kalau papa masih bersikap seperti itu.''


''Its okay, tidak masalah.''


''Lama juga kita tidak pernah bertemu, sejak kamu menikah. Bagaimana kabar Alia? terus gimana udah ada baby belum?''


''Iya juga ya udah lama kita tidak bertemu. Alia baik, San. Dan untuk baby, ya doain aja lahm Kita sedang menikmati pacaran setelah menikah. Rendra sendiri bagaimana?''


''Rendra masih sama dan dia juga baik kok.''


''Ya udah aku mau lihat ke lokasinya.''


''Boleh, ayo!" kata Sandra. Elvan menjelaskan semua ide yang ia miliki dan hal itu tiba-tiba membuat Sandra kagum pada Elvan.


''Aku tidak menyangka kamu akan berubah lebih hangat, El. Biasanya kamu selalu dingin, ketus dan jutek. Sekarang aku bisa melihat sisi lain dari kamu yang kalem dan semakin dewasa,'' gumam Sandra dalam hati.


''Aku tidak menyangka kamu sehebat itu, El. Gagasan kamu emang the best. Aku setuju! thanks ya, udah bantu perusahaan papa.'' Kata Sandra saat Elvan selesai menjelaskan detailnya.


''Sama-sama, San. Sebaiknya kamu tidak ussh cerita pada papa kamu mengenai hal ini. Biarkan Om Deni menganggap kalau Kak Endrew yang mengurusnya.''


''Oke. Kamu semakin dewasa ya, El. Kamu banyak berubah.'' Puji Sandra.


''Semua ini karena Alia. Dia banyak mengubahku dan banyak memberiku pelajaran hidup.''


''Iya, dia memang luar biasa.''


''Kalau begitu sebaiknya kita makan siang saja. Sesuai dengan jadwal yang sudah di atur oleh Kak Endrew sebelumnya.''


''Oke, baiklah. Aku sendiri benar-benar buta masalah perusahaan. Mana tahu aku hal seperti ini, El.''


''Mulai sekarang kamu harus belajar, San. Apalagi kamu anak tunggal. Pasti orang tua kamu menaruh harapan besar padamu.''


Mendengar ucapan Elvan, Sandra hanya bisa terdiam. Ia tidak menyangka kalau Elvan benar-benar berubah dan menjadi sangat bijak. Mereka berdua lalu memutuskan makan siang bersama tentunya dengan membawa mobil sendiri-sendiri.


-

__ADS_1


Sementara itu Alia baru saja tiba di kantor Elvan. Semua karyawan menyapanya dengan sopan. Namun saat tiba di ruangan Elvan, ruangan Elvan kosong.


''Elvan kemana?'' gumam Alia. Alia lalu mengeluarkan ponselnya dan menelepon Elvan. Tapi ternyata ponsel Elvan ketinggalan di mejanya.


''Ya Allah, handphonenya saja ketinggalan. Sepertinya Elvan ada meeting dan dia meninggalkan handphonenya disini. Sebaiknya aku tunggu saja disini.''


-


Elvan dan Sandra akhirnya sampai di restoran. Dan kini mereka sedang menikmati makan siang bersama.


''Bagaimana karir model kamu, San?'' tanya Elvan sambil memotong daging steak di hadapannya.


''Stag! tidak ada perkembangan.'' Singkat Sandra.


''Memangnya kenapa?''


''Rendra alasannya. Dia melarangku terjun di dunia model. Katanya aku mengumbar aurat. Ya lihat saja pakaian ku, celana panjang dengan blouse panjang.''


''Bagus dong. Itu artinya Rendra benar-benar ingin menjaga kamu. Kenapa kamu sewod?''


''Ya bukanya gitu. Aku merasa ilmu aku tidak ada gunanya. Lagipula tidakk semua menjadi model memmakai pakaian seksi. Sedangkan Rendra lebih mendukung untuk menjadi model islami. Memangnya memakai hijab itu mudah.''


''Kenapa kamu tidak membuka kelas model saja? atau menjadi desainer. Kalau memang Rendra tidak mengijinkan kamu menjadi model.''


''Mmmm boleh juga sih ide kamu, El. Ya begitulah Rendra. Standartnya itu adalah Alia,'' celetuk Sandra tanpa sadar.


''Alia? maksud kamu? apa Rendra masih memikirkan Alia?'' tanya Elvan dengan perasaan gelisahnya.


''Sepertinya begitu. Makanya sampai sekarang aku belum di nikahi karena dia ingin aku berubah. Dan patokannya selalu Alia. Sebel nggak sih? berubah kan bisa seiring berjalannya waktu. Lama-lama aku malas dengan Rendra. Ini saja aku bertengkar dengannya,'' cerita Sandra yang menceritakan semua unek-uneknya. Mendengar cerita Sandra, membuat api cemburu yang telah lama padam kini bangkit kembali.


''Ohhhh,'' singkat Elvan.


''Eh,eh sorry ya, El. Seharusnya aku tidak menceritakan ini. Aku lupa kalau Alia istrimu bahkan aku lupa kalau kamu masih menikah. Aku asal cerita saja seperti kita dulu waktu masih jaman kuliah dan bandel-bandelnya.''


''Tidak masalah, San.'' Jawab Elvan dengan memakss senyumnya. Padahal ia kesal mendengsr cerita Sandra. Elvan lalu merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya dan ternyata tidak ada.


''Nyari apa El?''


''Ponselku, San. Sepertinya ketinggalan di ruangan. Aku buru-buru tadi. Sekarang jam berapa San?'' tanya Elvan.


''Setengah dua lewat, El.'' Jawab Sandra sambil melihat jam pada ponselnya. Seketika Elvan ingat janjinya pada Alia.


''Aku kembali dulu ya, San. Ada janji dengan Alia.'' Elvan buru-buru menyudahi makannya dan bergegas ke kantor, meninggalkan Sandra begitu saja.


''Nyebelin banget, sih! sampai detik ini hidupku selalu di bayang-bayangi Alia,'' gerutu Sandra.

__ADS_1


Bersambung.... Yuhuuuu akhirnya kembali!!! Like, komen dan votenya yang banyak dong, biar makin semangat up 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2