Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 80 Persaingan


__ADS_3

Setelah Elvan makan lalu minum obat, Elvan pun akhirnya tertidur. Saat Elvan tertidur, Alia memutuskan pulang bersama Andra.


''Aku pulang dulu ya. Semoga mimpi buruk tidak lagi datang menghantui kamu,'' kata Alia sembari berlalu meninggalkan ruangan Elvan. Keesokan harinya, Alia bangun pagi seperti biasa. Ia mulai memasak sekaligus menyiapkan sarapan untuk Elvan.


''Andra, kakak nebeng kamu ya?''


''Mau kemana kak?''


''Ini mau ngantar sarapan untuk Elvan.''


''Kayaknya udah ada yang nunggu kakak di depan deh.''


''Siapa?''


''Pak Rendra.''


''Hah, Rendra? Kenapa sepagi ini?''


''Mana aku tahu.''


''Ayah mana?''


''Ayah habis sarapan pergi ke sawahnya Pak Rt, ikut bantu menanam padi.''


''Kamu kok nggak larang Ayah sih?''


''Ayah sendiri yang maksa kak. Sekalian olahraga katanya.''


''Ya udah Kakak temuin Rendra dulu ya.''


''Iya, aku juga siap-siap ke sekolah.''


''Ren, kamu udah lama disini?'' sapa Alia pada Rendra yang tengah duduk di teras rumah Alia.


''Eh Alia. Sepuluh menitan kok.''

__ADS_1


''Kamu ada apa kok jam segini udah disini?''


''Nggak ada apa-apa. Cuma mau jemput kamu agak pagi, soalnya aku pingin ngajakin kamu sarapan bareng.''


''Maaf ya, Ren. Aku nggak bisa, aku harus ke rumah sakit antar makanan untuk Elvan.''


''Elvan? Kenapa dia di rumah sakit?''


''Kemarin dia di keroyok orang. Aku bawain dia makan karena merasa bersalah aja sama dia. Soalnya gara-gara aku, kamu jadi mukul Elvan.''


''Ya Allah Alia, dia pantas mendapatkan itu.''


''Tapi kan tidak seharusnya kamu main pukul Elvan, Ren. Bisalah di obrolin baik-baik.''


''Apa kamu suka sama dia Al? kamu seperti sedang membelanya.''


''Ng-nggak kok, perasaan kamu aja. Ya udah aku mau berangkat sekarang kalau gitu.''


''Aku antar ya, sekalian mau jengukin Elvan juga.''


''Iya.''


-


Sesampainya di rumah sakit, Alia segera masuk ke kamar rawat Elvan.


''Assalamualaikum,'' sapa Alia.


''Waalaikumsalam,'' ucap Elvan dengan senyum manisnya. Senyuman Elvan seketika hilang saat melihat Rendra bersama Alia.


''Ngapain dia ikut kesini?'' tanya Elvan sinis.


''Aku cuma mau tengokin kamu aja. Sorry ya, soal masalah kemarin. Seharusnya aku tidak terpancing emosi. Aku melakukan itu karena aku mencintai Alia dan ingin menjaganya. Aku tidak akan membiarkan siapapun untuk menyakiti Alia,'' kata Rendra dengan tegas. Mendengar ucapan Rendra, Elvan benar-benar merasa muak.


''Oh ya aku bawain kamu makanan.''

__ADS_1


''Aku seneng banget kamu datang kesini. Dan terima kasih juga semalam udah jagain aku sampai aku tidur.'' Kata Elvan yang dengan sengaja mengompori Rendra. Rendra benar-benar terbakar cemburu namun ia menahan semua itu demi Alia.


''Ya udah kamu makan dulu. Aku masak sayur sop, ayam goreng sama tahu tempe.''


''Hmmm kayaknya enak,'' kata Elvan dengan senyum semangatnya.


''Ren, kamu sarapan juga ya. Aku bawa lebih kok. Soalnya kan aku harus menolak ajakan kamu untuk sarapan.''


''Boleh. Aku juga ingin makan masakan kamu.'' Kata Rendra yang juga antusias.


''Ini kan milikku untuk apa kamu memberikan makanan ini sama dia,'' kata Elvan sambil memeluk rantang yang berisi makanan.


''Elvan, udah dong. Lebih enak kalau makan bareng.'' Kata Alia.


''Nggak bisa!"


''Ya udah kalau gitu, aku temenin Rendra makan di luar ya,'' kata Alia.


''Ja-jangan! Ya udah deh aku mau berbagi,'' kata Elvan dengan tingkah seperti anak kecil. Setelah melihat Elvan makan dan minum obat, Alia pun segera pamit.


''Elvan, aku balik dulu ya. Aku harus ke kampus.''


''Ya udah, kamu hati-hati ya,'' kata Elvan sembari melempar senyumnya.


''Aku juga balik dulu ya, Elvan. Semoga cepat sembuh, sekali lagi sorry buat semuanya.''


''Kalian barengan?'' tanya Elvan.


''Iya. Tadi pagi aku ke rumah Alia emang buat jemput Alia,'' sahut Rendra.


''Oh, ya udah. Pergi sana.'' Ketus Elvan.


''Kamu istirahat ya, El,'' kata Alia dengan lembut.


''Iya makasih ya.'' Kata Elvan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2