Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPISODE 25 Good Boy Vs Bad Girl


__ADS_3

''Bi Marni!" panggil Elvan saat tiba di rumah.


''Iya, Den. Ada yang bisa bibi bantu?''


''Tolong urus Chelsea, saya mau pergi.''


''Baik, Den.''


''Om mau kemana?''


''Mau pergi. Udah kamu di rumah aja dan jangan nakal ya.''


''Iya, Om.''


Elvan kemudian pergi berlalu dan menuju bar. Disana Elvan memesan segelas wine. Entah kenapa perasaannya menjadi tidak karuan. Apalagi sejak melihat rumah Alia yang menurutnya tidak layak. Elvan melamun sambil menatap gelas dalam genggamannya. Tiba-tiba angannya melambung jauh dan Alia terlintas dalam benaknya.


''Kenapa tiba-tiba mikirin dia sih?'' gumamnya dalam hati. Elvan pun menenggak wine di hadapannya sampai habis. Kemudia ia menuangkan kembali dalam gelasnya. Entah habis berapa gelas winte yang di tenggak oleh Elvan. Tiba-tiba ponselnya berdering dan Elvan segera mengangkatnya.


''El, elo dimana? Elo lupa kalau ada kuis? Apa elo lupa sama kesepakatan kita sama orang tua kita. Kalau kita harus bisa ikut kuis, paling tidak dua puluh kali berturut-turut. Kalau ada satu aja yang lewat, semua fasilitas kita bakal di cabut,'' cerocos Leon yang baru saja keluar dari kelasnya.


''Bodoh amat lah.''


''El, ini kan semester akhir kita sebelum wisuda. Setelah ini kita harus magang kan,'' imbuh Fandi yang berada di samping Leon.


''Elo dimana sih?''


''Di bar,'' singkat Elvan. Elvan lalu mengakhiri panggilannya.


''Ni anak sumpah ya cari masalah sama bokapnya. Udah tahu bokapnya otoriter gitu.'' Gerutu Leon dengan kesal.


''Ya udah lah, yang penting kita aman. Biarin tuh si Elvan di cabut fasilitasnya. Kita susulin aja dia,'' kata Fandi.


''Ya udah, ayo. Emang nggak jelas tuh anak.''


-

__ADS_1


''Kinar, bapak heran ya sama kamu, gimana nilai kamu jeblok terus. Mau jadi apa kamu nanti? hah?'' oceh Pak Romi, Kepala Sekolah pada Kinar. Kinar adalah salah satu cewek paling populer di sekolahnya. Namun otaknya tidak seimbang dengan kepopulerannya di sekolah. Baginya, penampilan nomor satu, urusan nilai di sekolah itu belakangan. Karena berasal dari keluarga kaya raya, Kinar tidak terlalu memusingkan hal itu. Karena uang selalu bisa menolongnya dalam hal apapun.


''Ya mau jadi manusia lah, Pak. Emang mau jadi apalagi,'' jawab Kinar sambil memandangi kukunya yang mulai kusam.


''Pakai jawab lagi. Cantik kalau otak nggak ada isinya, percuma!" bentak Pak Romi yang benar-benar merasa jengkel pada Kinar.


''Kata siapa, Pak. Banyak kok orang yang sukses tanpa sekolah. Apalgi bagi saya yang punya segalanya,'' kata Kinar dengan santainya.


''Astaga! Heran punya murid kayak kamu ini. Bikin orang nggak punya umur panjang.''


''Ya udah, Pak. Nggak usah pikirin saya lah. Lagian nilai 50 itu udah bagus, ya kan pak?'' kata Kinar dengan senyum lebarnya.


''Lihat nilai ujian kamu merah semua. Ada apa sih sama kamu? Satu tahun ini nilai kamu hancur. Padahal saat awal masuk masih lumayan walaupun nggak sempurna. Apa perlu saya panggil orang tua kamu?''


''Panggil aja, Pak. Itu juga kalau mereka mau datang,'' kata Kinar dengan entengnya. Pak Romi pun menghela nafas panjang sambil mengusap dadanya.


''Permisi, Pak.'' Sela Andra.


''Andra! Ayo masuk.'' Kata Pak Romi dengan lembut. Kinar memicingkan matanya melihat sikap Pak Romi yang lembut pada Andra.


''Bapak memanggil saya?'' kata Andra.


''Iya, Pak.'' Andra menoleh ke arah Kinar yang duduk di kursi sebelahnya. Kinar menatap sinis ke arah Andra.


''Andra, ini beasiswa untuk kamu. Beasiswa kamu di perpanjang sampai kamu lulus nanti.'' Kata Pak Romi sambil menyodorkan selembar kertas perpanjangan beasiswa milik Andra.


''Benar Pak? Tapi kan ini baru semester satu, Pak'' ucap Andra.


''Iya, Andra. Tapi ingat ya, kamu harus bisa mempertahankan ini semua. Sebelumnya yang di perpanjang setiap tahun, kini kami memutuskan untuk memberikannya sampai lulus sekolah. Karena sebelumnya kami pun perlu memantau lagi perkembangan murid berprestasi, apakah ada penurunan atau tetap stabil. Sikap dan perilaku kamu juga selalu menjadi poin plus bagi para dewan guru. Dan nanti kami juga akan membantu kamu untuk mendapatkan beasiswa perguruan tinggi.''


''Ya Allah, alhamdulillah. Terima kasih ya, Pak.''


''Kinar! Lihat ini, Andra. Siswa berprestasi. Kamu harus belajar sama dia.'' Kata Pak Romi dengan suara tinggi.


''Bapak ini aneh, deh. Sama cowok kalem tapi sama cewek galak banget. Jangan bilang Bapak suka jeruk sama jeruk ya,'' tuduh Kinar dengan seenaknya.

__ADS_1


''Kinar! Kamu ini keterlaluan sekali. Gimana nggak kesel sama kamu. Kamu di nasihati dengan super halus pun tidak mempan. Astaga, kamu ini, Kinar. Bikin darah tinggi saya naik aja.''


''Ya udah kalau gitu, saya semester ini mau pindah kelas aja. Saya mau pindah ke kelas dia.'' Kata Kinar sambil menunjuk ke arah Andra.


''Siapa tahu kalau dekat sama dia, saya jadi ketularan pintar. Dan saya juga mau duduk sama dia, gimana Pak?'' sambung Kinar yang berusaha merayu Pak Romi. Untuk sejenak Pak Romi terdiam dan mencoba memahami ucapan Kinar.


''Oke. Tapi awas ya kalau sampai nilai kamu jeblok lagi.''


''Siap, Pak.''


''Andra, mulai besok dia satu kelas sama kamu dan tolong kamu bimbing dia. Dia ini siswi terbobrok di sekolah. Saya tidak tahu lagi bagaimana cara memberi tahu dia. Bolos sekolah, kabur di tengah-tengah perjalanan di tambah bolak-balik masuk BP karena sikap jahilnya sama guru-guru,'' kata Pak Romi yang menceritakan sikap buruk Kinar pada Andra.


''Ba-baik, Pak. Semoga saya bisa membantu Kinar,'' kata Andra sambil melirik ke arah Kinar. Kinar pun membalas lirikan mata Andra dengan mengerlingkan matanya dengan genit.


BRAKKK!! Pak Romi menggebrak meja saat melihat sikap Kinar yang mengerlingkan matanya pada Andra. Andra dan Kinar pun melonjak kaget.


''Bapak ini apaan sih? Bikin kaget aja.'' Protes Kinar.


''Kembali ke kelas,'' bentak Pak Romi.


''Iya, Pak. Saya juga bosan disini. Apalagi lihat kumis bapak yang mirip Pak Raden,'' celetuk Kinar sembari berlalu. Mendengar ucapan Kinar, Andra berusaha menahan tawanya.


''Andra, kamu juga silahkan kembali.''


''Baik, Pak. Sekali lagi terima kasih, Pak. Assalamualaikum,'' pamit Andra.


''Waalaikumsalam.'' Jawab Pak Romi. Pak Romi kemudian menenggak segelas air putih di hadapannya habis. Bicara pada Kinar sungguh menguras energinya.


''Ini kebalik apa ya. Yang cowok kalem, yang cewek bar-bar. Aduh, pusing mikirin Kinar,'' gumam Pak Romi sambil memijit kepalanya. Andra kemudian berjalan menuju kelasnya, namun Kinar menghadang langkahnya.


''Hai, gue Kinar. Soraya Kinara Putri.'' Kata Kinar sambil mengulurkan tangannya pada Andra.


''Andra,'' singkat Andra sambil membalas uluran tangan Kinar. Andra kemudian melanjutkan langkahnya kembali.


''Idih, jutek amat!'' kata Kinar dengan kesal melihat sikap cool Andra.

__ADS_1


''Ya udah lah, yang penting gue besok duduk sama dia. Terus dapat contekan dan nilai gue bisa bagus,'' sambungnya sambil menatap Andra yang berlalu begitu saja.


Ayo like, komen dan vote yang banyak yaaaaa, terima kasih 🙏❤️


__ADS_2