
‘’Ya Allah, aku ingin sekali marah. Bahkan aku ingin mengeluarkan segala caci maki pada Rendi dan teman-temannya. Mereka sungguh keterlaluan,” gumam Andra sambil mengeratkan rahangnya berusaha menahan marah.
Alia akhirnya sampai di sekolah Andra, ia kemudian menyusul Andra menuju tempat parkir. Alia melihat Andra duduk di bawah sambil memeluk kedua kakinya sambil melamun.
“Andra!” panggil Alia.
“Kak Alia,” Andra lalu beranjak dan memeluk kakaknya.
“Kamu kenapa? Kenapa kamu babak belur seperti ini?” kata Alia sambil melepaskan pelukannya. Melihat wajah adiknya yang membiru.
“Kamu berantem? Baju kamu juga kotor. Cerita sama Kakak.” Alia benar-benar merasa khawatir dengan apa yang terjadi pada Andra. Mata Andra berkca-kaca menahan tangis. Bukan menangis karena di keroyok Rendi, melainkan dengan sikap mereka yang sungguh takabur dan sombong.
“Tidak, Kak.”
“Kita bawa motor kamu ke bengkel ya?”
“Kak, ban motorku dua-duanya robek,” kata Andra dengan suara bergetar.
“Robek?” Kata Alia yang merasa terkejut. Alia lalu memerika ban motor Andra dan benar saja.
“Ini robek kenapa, Andra? Kenapa bisa lebar sampai tembus ban dalamnya?” Mendengar pertanyaan Kakaknya, Andra hanya bisa terdiam. Sungguh Andra tidak ingin membuat Kakaknya terbebani dengan apa yang terjadi padanya di sekolah.
“Jawab Kakak, ANDRA!” Kata Alia sambil mengguncang tubuh Andra.
“Ada yang tidak suka dengan ku di sekolah, Kak. Kak bisakah kita pulang dan cerita di rumah.”
“Ya Allah, Andra. Kenapa bisa sampai seperti ini? Bagaimana bisa kamu punya musuh? Ayo ikut Kakak pulang ke rumah, aku akan mengobati lukamu dan meminta Pak Tio untuk membawa motormu ke bengkel.
-
Sesampainya di rumah, Alia segera mengobati luka Andra.
“Sekarang cerita, sebenarnya apa yang terjadi.”
“Sebenarnya aku malu kalau harus cerita masalah ini, Kak. “
“Sudah cerita saja, Andra.”
“Aku sendiri sebenarnya selama sekolah, tidak pernah memiliki musuh. Teman saja hampir tidak punya. Semua ini berawal saat kepala sekolah memintaku membantu salah satu murid bernama Kinar. Kebetulan dia salah satu cewek populer di sekolah tapi sayang masalah akademisnya buruk. Itulah awal masalahnya Kak.”
“Biar Kakak tebak, kalau Kinar anak orang kaya dan sudah punya pacar. Terus pacarnya nggak suka kamu dekat sama dia. Jadi mereka memperlakukan kamu seperti ini?”
“Iya Kak.”
“Masya Allah, jaman sekarang masih ada saja orang sumbu pendek seperti itu. Itulah repotnya kita sebagai manusia, Andra. Apa yang baik menurut kita belum tentu baik untuk orang lain, jadi kita serba salah. Atau kamu selingkuh ya sama Kinar?”
“Astaghfirullah, Kak. Kakak tega sekali menuduhku. Kami saja bertemu saat di kelas saja. Aku tahu batasanku, Kak. Aku hanya niat membantu saja. Aku sama sekali tidak melakukan itu.”
__ADS_1
“Kakak bercanda, Andra,” kata Alia dengan tawanya.
“Ya sudah, sebaiknya kamu mandi ya. Bair Kakak cuci pakaianmu, jangan sampai Ayah tahu ini semua.”
“Maaf ya Kak, aku sudah menyusahkanmu.”
“Kamu tidak pernah menyusahkan, Andra. Sudah, mandi sana.” Andra kemudian berlalu menuju kamar tamu.
-
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Elvan baru saja pulang kerja.
“Assalamualaikum istriku,” sapa Elvan saat melihat Alia sedang menyiapkan makan malam.
“Waalaikumsalam suamiku.” Balas Alia seraya mengecup punggung tangan Elvan dan Elvan mengecup kening Alia.
“Hmmmm aroma masakanmu selalu menggungah selera,” kata Elvan sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Alia.
“El, sebaiknya kau mandi dulu. Aku sudah menyiapkan air hangat.”
“Baiklah aku akan mandi tapi temani aku,” kata Elvan.
“Ayolah sayang, aku tidak mau makan kalau kamu tidak mau menemani aku mandi.” Rengek Elvan.
“Hmmm baiklah bayi besar.” Kata Alia. Elvan lalu menggendong Alia dan membawanya ke kamar.
“Sekarang lepaskan pakaianku, Al.”
“El, kamu kan punya tangan masa iya aku juga yang lepasin pakaian kamu.”
“Sayang, kamu harus melayani suami kamu. Jadi kamu tidak boleh menolaknya.” Elvan kemudian menurunkan Alian dari gendongannya.
“Masya Allah, manjanya suamiku. Antara manja dan malas sih,” kata Alia terkekeh. Alia lalu membantu Elvan melepas jasnya, kemudian melepas satu persatu kancing kemeja milik Elvan. Hingga kini tampaklah perut berbentuk roti sobek dengan bulu halus di dada bidang Elvan. Elvan tersenyum nakal sambil terus memperhatikan wajah Alia yang mulai memerah itu. Alia lalu membuka ikat pinggang dan celana yang Elvan dan tinggalah bokser yang tertinggal di tubuh Elvan.
“Sudah, sekarang kamu bisa mandi,” kata Alia yang berusaha tetap tenang saat godaan ada di depan matanya.
“Belum semua, Al. Ini bokser aku masih tertinggal.”
“Ya Allah, sudah kamu jangan menggoda ku. Kalau kamu menginginkan aku, sebaiknya kamu mandi, kita makan malam, sholat isya’ setelah itu aku akan melayanimu di ranjang,” jelas Alia.
“OH, kamu memang pengertian sekali ya. Padahal aku ingin sekarang,” bujuk Elvan.
“Sayang, suamiku, ayo cepatlah mandi. Makanan yang aku siapkan keburu dingin.” Kata Alia dengan lembut.
“Oke-oke, aku akan mandi.” Elvan kemudian mengecup bibir Alia sekilas, setelah itu ia segera masuk kedalam kamar mandi. Alia tersenyum melihat sikap Elvan yang terkadang masih seperti anak-anak.
__ADS_1
Setelah selesai mandi, keduanya lalu menuju ruang makan.
''Al, tadi aku melihat ada seragam Andra yang tergantung di kamar mandi.''
''Oh iya, Ya Allah aku lupa, El. Tadi mau aku cuci.''
''Apa Andra tadi ke rumah? Tapi kenapa seragamnya kotor dan ada noda darah?'' selidik Elvan.
''Tidak apa-apa, dia hanya terjatuh saja.''
''Alia, kamu jangan bohong. Kita ini sudah suami istri jadi apapun yang terjadi, itu juga menjadi urusanku. Karena tadi Pak Tio bilang kalau ban motor Andra rusak. Sekalipun aku tidak di rumah, aku selalu memantau kamu.''
''Maaf ya, El. Aku tidak ingin merepotkan kamu dan menambah beban pikiran kamu.''
''Kamu selalu saja seperti itu, Al. Aku ini suami kamu lho.''
''Iya-iya, maaf. Jadi sebenarnya Andra di sekolah di keroyok sama temannya. Sebenarnya hanya masalah kecil anak muda saja.''
''Di keroyok bagaimana? Dia kan anak baik-baik, kenapa bisa di keroyok seperti itu?''
''Ya karena Andra dekat sama seorang cewek namanya Kinar. Dia salah satu cewek populer di sekolah, Andra dekat hanya untuk urusan sekolah saja karena kepala sekolah yang meminta Andra untuk membantu Kinar dalam pelajaran. Nah pacarnya Kinar ini cemburu, jadi Andra yang di musuhin deh.''
''Hanya karena masalah itu, mereka menyakiti adik iparku. Wah, tidak bisa di biarkan. Aku akan membelikan Andra motor baru, biar Andra tidak di rendahkan seperti itu. Dia belum tahu siapa kakak iparnya Andra. Se bandel-bandelnya aku, pantanglah rebutan cewek sampai kayak gitu. Itu namanya pengecut, sumpah aku ingin sekali melihat wajah anak itu, tengil banget. Beraninya keroyokan aja.''
''Bukannya kamu dulu juga gitu ya? Si tengil dan nyebelin, ceweknya banyak lagi mentang-mentang kaya,'' kata Alia terkekeh.
''Ya, itu kan masa lalu. Lagi pula aku tidak pernah main keroyokan. Kalau cewek hilang, ya cari lagi lah, stok cewek di dunia kan masih banyak.''
''Oh jadi gitu ya kamu. Mati satu tumbuh seribu.''
''Hehehe itu dulu, Alia. Kalau sekarang cuma kamu dan hanya kamu. Wanita terbaik pilihan Mama. Kamu jangan terlalu memikirkan Andra, besok aku akan ke sekolah menemui kepala sekolah. Dan aku pastikan motor baru itu sampai besok pagi di depan rumah.''
''El, tidak usah berlebihan. Motornya Andra masih bisa di pakai.''
''Aku belikan Andra mobil sekalian ya?''
''Jangan, El. Dia juga pasti tidak mau.''
''Alia, kamu dan keluarga kamu sekarang tanggung jawab aku. Apalagi Andra juga masih sekolah. Awas saja kalau mereka berani macam-macam sama Andra. Kamu nurut saja dan jangan banyak protes, oke?''
''Ya kita lihat saja nanti Andra bagaimana, kami tidak mau di anggap memanfaatkan kamu.''
''Memangnya kenapa? Kamu istri aku, Andra adik aku juga kan? Sudah, pokoknya kamu nurut saja. Besok pagi sebelum Andra ke sekolah, kita ke rumah ya.''
''El, aku dan Andra saja menyembunyikan ini dari Ayah. Aku tidak mau Ayah khawatir.''
''Sudah, kamu tenang saja. Aku tahu apa yang harus aku lakukan.'' Kata Elvan sambil mengusap punggung tangan Alia.
Bersambung..... Akhirnya up lagi setelah sekian purnama 😁😁
__ADS_1