Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPISODE 22 Sentuhan Kalbu


__ADS_3

Alia lalu berjalan memasuki kamar Elvan. Kedua kalinya bagi Alia memasuki kamar Elvan dan pertama kalinya, ia memasuki kamar pria selain mahromnya. Alia membuka pintu kamar Elvan perlahan, ia mendapati Chelsea menangis sembari tengkurap.


''Chelsea, sayang." Kata Alia dengan lembut sembari mengusap kepala Chelsea. Mendengar suara Alia, Chelsea menghentikan tangisnya. Ia lalu berusaha bangun dari posisinya. Ia lalu mendongak ke arah Alia. Dengan lembut, Alia menyeka air mata Chelsea. Chelsea kemudian memeluk Alia.


''Aku benci sama Om Elvan! Aku mau pulang!" kata Chelsea dengan marahnya.


''Kenapa kamu benci Om Elvan?"


''Om Elvan galak dan jahat.''


''Om Elvan itu baik, sayang. Om Elvan juga sayang sama Chelsea. Buktinya Om Elvan khawatir sama Chlesea.''


''Tapi tadi kenapa Om Elvan marah?"


''Om Elvan marah karena Om Elvan sayang. Om Elvan begitu khawatir sampai dia tidak bisa menguasai emosinya. Percaya deh sama, Kakak. Om Elvan itu sebenarnya baik.'' Kata Alia berusaha menenagkan.


''Baiklah karena Kakak yang berbicara, jadi aku percaya. Oh ya, nama Kakak siapa?"


''Nama Kakak, Alia.''


''Aku senang banget bisa kenal sama Kak Alia. Sekarang aku punya teman baru lagi. Namanya Kakak Alia. Terima kasih ya, Kakak sudah selamatin aku.''


''Sama-sama, sayang. Oke, kamu udahan ya nangisnya. Sekarang Kakak harus kembali kerja. Soalnya kakak kesini juga sedang dalam tugas mengantar baju laundry untuk Om Elvan.''


''Apa Kakak pacarnya Kak Elvan?" tanya Chelsea dengan polosnya.


''Tidak! Kami hanya teman satu kampus.''


''Oh begitu. Baiklah, Chelsea nggak akan nangis lagi.''


''Kalau Om Elvan nakal, panggil Kakak aja ya. Kakak akan menjadi wonder woman dan menghajar Om Elvan.'' Kata Alia terkekeh sambil berusaha menghibur Chelsea.


''Pasti, Kak! Sekali lagi terima kasih ya.''


''Sama-sama, sayang. Udah, kamu baik-baik ya di rumah dan kamu nurut juga sama ucapan Om Elvan, supaya Om Elvan nggak marah lagi.''


''Oke, Kak.''


''Kakak, pamit dulu ya. Assalamualaikum.''


''Waalaikumsalam. Hati-hati ya, Kak.'' Alia pun segera pergi meninggalkan rumah Elvan. Ia juga meninggalkan uang dari Elvan begitu saja. Alia pun segera kembali ke tempat laundry-nya. Hari pun semakin petang, seperti biasa Alia menunggu jemputan dari Andra. Tak lama kemudia Andra muncul dengan motor maticnya.


''Kak, sudah lama menunggu?"


''Nggak kok.''

__ADS_1


''Baju kakak kenapa robek gitu?"


"Oh ini, nggak apa-apa kok. Tadi jatuh. Ayo kita pulang, ngobrolnya di rumah aja.''


''Iya, Kak.'' Jawab Andra. Sesampainya di rumah, Alia begitu terkejut, saat makan malam sudah siap di meja.


''Kamu sudah masak, Ndra?" tanya Alia.


''Tadi dibawain Kak Rendra makanan dari cafenya." Kata Rendra sambil menggaruk tengkuknya.


''Kan, Kakak sudah bilang jangan di terima, Ndra. Nanti bisa menyebabkan kecemburuan sosial antar karyawan. Sekalipun kita miskin, kita jangan menggantungkan orang lain. Selagi kita masih bisa bekerja dan bisa melakukannya sendiri, kita jangan pernah mengharapkan pemberian orang lain. Justru kalau bisa, tangan kita yang di atas.''


''Iya-iya, Kak. Maafin Andra.''


''Aduh, aduh, kalian ini kenapa kok ribut sih.'' Sahut Pak Samir yang baru saja keluar dari kamarnya, setelah selesai menunaikan sholat maghrib.


''Eh, Ayah.'' Kata Alia sambil mencium punggung tangan Ayahnya.


''Kalian ini kenapa? pulang-pulang kok udah adu argumen saja.''


''Ini, Yah. Alia cuma ingetin Andra saja. Semua makanan ini di dapat dari bosnya. Bukannya kita menolak rezeki tapi kalau keseringan kan nggak baik, Yah. Nanti kan karyawan yang lain bisa merasa iri dan suudzon sama, Andra. Kita kan juga masih bisa masak sendiri, Yah. Selagi kita bisa dan masih mampu, lebih baik kan tangan kita di atas daripada di bawah.''


''Iya, Alia kamu benar. Andra, besok jangan di terima lagi ya soalnya memang keseringan. Kalau memang bos kamu ingin berbagi, lebih baik di bagikan pada orang yang lebih membutuhkan. Bilang aja kalau di rumah sudah ada masakan.''


''Oh gitu, ceritanya. Makanya dia baik sama kamu ya.'' Goda Pak Samir.


''Ih, Ayah ini apaan. Sekalipun teman, kan kalau seperti ini Alia juga nggak nyaman.'' Kata Alia sambil tersipu.


''Itu baju kamu juga kenapa?" tanya Pak Samir.


''Oh ini tadi jatuh, Yah. Ya udah Alia mandi dulu ya. Andra sama Ayah makan malam duluan aja nggak apa-apa.''


''Iya, Nak. Ya sudah, kamu mandi dan sholat dulu sana.'' Kata Pak Samir. Alia pun segera masuk ke kamarnya, lalu segera mandi.


...****************...


Elvan pun baru saja tiba di rumahnya.


''Pak Jono, Bi Minah, Bi Marni, Pak Tio, semuanya berkumpul." Teriak Elvan dengan keras. Mendengar suara lantang Elvan, semua asisten rumah tangga pun berkumpul dengan langkah terburu.


''Siap, Den!" Kata mereka semua dengan kompak.


''Saya harap, kejadian seperti tadi tidak terulang lagi. Pak Tio, kamu jangan tidur saat bertugas.'' Marah Elvan pada security rumahnya.


''Maaf, Den. Tadi saya sakit perut jadi ke kamar mandi.'' Kata Pak Tio yang mencoba menjelaskan.

__ADS_1


''Saya tidak mau tahu alasan kamu. Dan Pak Jono, kenapa kamu meninggalkan Chelsea sendiri?"


''Maaf, Den. Saya tadi haus dan kebelet pipis.'' Jawab Pak Jono sembari menunduk penuh sesal.


''Bi Minah dan juga Marni, seharusnya kalian bisa mengawasi Chelsea. Mengurus satu anak saja tidak becus!" Elvan benar-benar marah dan kesal pada asistennya.


''Maafkan kami, Den. Kami minta maaf atas kelalaian kami.'' Kata Bi Minah mewakili yang lain.


''Siapkan makan malam untuk saya dan Chelsea!"


''Baik, Den.'' Kata Bi Minah. Dari balik pintu, Chelsea mendengar Elvan marah pada semua asisten rumah tangganya. Setelah melihat Elvan berjalan menuju kamar, Chelsea menutup kembali pintunya, lalu ia kembali untuk melanjutkan menggambarnya.


CEKLEK! Suara Elvan membuka pintu kamarnya. Ia menarik nafas panjang dan merasa bersalah telah membentak Chelsea. Apapun yang terjadi di masa lalu, Chelsea tidak tahu apa-apa. Tidak seharusnya ia melampiaskan kemarahannya pada Chelsea.


''Chelsea? kamu lagi apa?"


''Lagi gambar, Om.'' Jawab Chelsea. Elvan lalu mendekat kearah Chelsea dan duduk disampingnya.


''Lagi gambar kamu?''


''Lagi gambar Daddy, Mami, dan Chelsea. Soalnya Daddy sama Mami selalu sibuk dan jarang ada waktu buat Chelsea. Bahkan weekend seperti ini.'' Cerita Chelsea dengan polosnya. Elvan merasa kasihan pada Chelsea, ia lalu mengusap kepala gadis kecil lucu itu dengan lembut.


''Oh ya, ini Om beliin kamu ice cream.'' Kata Elvan sambil menyodorkan ice cream satu pack pada Chelsea.


''Wah, ice cream. Makasih ya, Om.'' Kata Chelsea sembari memeluk Elvan.


''Maafin Om ya. Om udah marah-marah sama kamu.''


''Nggak apa-apa kok, Om. Kata Kak Alia, Om marah karena Om khawatir dan karena Om sayang sama Chelsea. Iya kan, Om?"


''Iya, Chelsea. Memangnya tadi Kak Alia bilang seperti itu ya?''


''Iya, Om. Dan ternyata ucapan Kak Alia itu benar, buktinya Om beliin Chelsea ice cream.''


''Ya udah, lain kali kamu jangan seperti itu lagi ya.''


''Iya, Om, Chelsea janji.''


''Ya udah, ayo kita makan malam dulu. Setelah itu kamu tidur ya.''


''Siap, Om!" Jawab Chelsea dengan senyum lebarnya.


bersambung...


Ayo janga lupa like, komen dan vote ya... Ig author juga di follow ya @dydyailee536, terima kasih 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2