Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 99 Canggung


__ADS_3

Setelah acara selesai, Elvan mengajak Alia menuju apartemen milik Elvan. Entah kenapa tiba-tiba keduanya merasa canggung. Bahkan saat mereka hendak masuk kamar.


''Mmmm kamu aja deh yang bersih-bersih dan mandi dulu. Aku tunggu kamu di luar aja sambil nonton televisi.'' Kata Elvan pada Alia.


''I-iya deh. Tapi aku belum bawa baju,'' jawab Alia yang merasa gugup.


''Aku udah siapin baju di almari. Kamu tenang aja.''


''Baiklah!" Alia kemudian segera masuk ke kamar dan segera mandi. Sementara Elvan merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil menonton televisi.


''Aduh, gue kok malah jadi semakin gugup dan deg-degan gini sih. Seharusnya kan gue bersikap biasa aja. Kenapa udah jadi suami istri malah gugup.'' Gumam Elvan dalam hati sembari menggonta-ganti channel televesi. Tiga puluh menit sudah Elvan menunggu, tubuhnya terasa gerah dan ingin segera mandi. Tapi Alia masih juga lama.


''Alia, kamu sudah selesai?'' kata Elvan sambil mengetuk pintu.


''Masuk saja, El. Nggak aku kunci kok daritadi.'' Sahut Alia. Ya, Elvan sudah menyiapkan semua kebutuhan Alia di meja rias. Mulai dari parfum, skin care, peralatan make up, bahkan vitamin untuk rambut pun sudah Elvan sediakan. Supaya rambut Alia tetap sehat karena sehari-hari Alia harus mengenakan hijab.


''Hah? nggak di kunci,'' gumam Elvan dalam hati. Tiba-tiba Elvan teringat ucapan dua sahabatnya tadi tentang bagaimana bentuk tubuh bahkan rambut Alia tanpa mengenakan hijab. Karena Elvan belum pernah sama sekali melihat lekuk tubuh atau rambut Alia. Elvan pun merasa deg-degan saat akan membuka pintu kamar.


Ceklek! Ternyata di luar dugaan, Alia sudah memakai setelan panjang dan hijab. Tercium aroma harum khas vanilla.


''Maaf ya nunggu lama. Habis ngeringin rambut tadi.''


''Kenapa nggak di lepas aja hijabnya? kan kita udah suami istri.'' Kata Elvan.


''Mmmm nanti aja ya kalau mau tidur. Aku masih belum terbiasa. Aku buatin kamu minuman ya.'' Ucap Alia dengan gugup.

__ADS_1


''I-iya.'' Singkat Elvan. Alia lalu buru-buru melangkahkan kakinya menuju dapur. Alia menghela nafas panjang sambil memegangi dadanya.


''Ya Allah, kenapa gugup banget ya. Aku malah jadi kayak gini. Seharusnya kan tidak masalah kalau Elvan melihat auratku. Ya Allah tapi aku benar-benar deg-degan.'' Gumam Alia sambil menyalakan kompor. Sepuluh menit kemudian Elvan keluar dari kamarnya dengan mengenakan piyama warna hitam berbahan sutra. Disana Alia sedang asyik menonton televisi dengan beberapa camilan di atas meja dan dua cangkir teh manis hangat. Elvan tersenyum lalu kemudian duduk di samping Alia.


''Lagi nonton apa?''


''Nggak tahu nih, acaranya gini-gini aja.'' Kata Alia sambil mengganti-ganti chanel televisi. Pandangan Elvan kemudian tertuju pada sebuah box. Ya, sebuah box hadiah dari Fandu dan Leon. Elvan beranjak dan mengambil box di atas meja dekat dapur.


''Aku lupa Alia. Ini hadiah dari Fandi sama Leon. Kita buka ya.''


''Iya kamu aja yang buka.''


''Apa isinya, El?'' sambung Alia.


''Ya udah kita nonton ini aja.'' Kata Alia dengan semangat.


''Apaan sih, Fandi sama Leon masak kado isinya DVD avengers.'' Gerutu Elvan. Sebenarnya isi DVD itu adalah sebuah film dewasa. Ya, Fandi dan Leon sengaja meletakkan kaset yang berbeda dari cover. Sementara sang pelaku sedang asyik tertawa di bar, membayangkan bagaimana polosnya Alia saat menonton film dewasa tersebut.


''Ya udah kita nonton ini aja deh. Kayaknya ini juga seri terbaru. Lagian ngasih kado aneh-aneh aja. Bisa kan mereka kasih kado yang mahalan dikit.'' Gerutu Elvan.


''Kamu jangan begitu. Mereka udah kasih kamu hadiah mobil. Bersyukur Elvan.''


''Iya, istriku. Aku bersyukur sekali.'' Setelah DVD terpasang, Elvan kembali duduk di samping Alia. Adegan pertama, seorang sekretaris masuk ke dalam ruangan bosnya.


''El, kamu yakin ini avengers? Aku belum pernah nonton soalnya.''

__ADS_1


''Aku juga belum tahu, Al. Udah kita lihat aja nanti, ini kan baru permulaan.'' Kata Elvan yang sepertinya sudah tahu bahwa ia sedang di kerjai oleh Fandi dan Leon. Adegan dalam film itu kemudian berlanjut, dengan seorang sekertaris yang duduk pangkuan bosnya dan kemudian mereka berciuman.


''El, apakah setiap film hollywood ada adegan seperti ini?'' tanya Alia dengan polosnya.


''Ya memang seperti itu, Al. Disana kan bebas berkespresi. Mau film action atau fantasi pasti ada adegan seperti itu. Memangnya kamu belum pernah menonton film seperti ini?''


''Belum. Aku bahkan jarang sekali pergi ke bioskan. Aku justru sukanya nonton film untuk anak kayak shark boy dan lava girl.'' Jawab Alia dengan polosnya.


''Astaga! Alia, kamu polos banget. Gimana aku mau memulainya. Jujur, aku ingin sekali memelukmu.'' Gumam Elvan dalam hati. Mereka lalu fokus menonton kembali dan kali ini adegan berpindah di rumah. Dua tokoh utama baru saja tiba di rumah dan mereka saling berciuman. Adegan film itu berlanjut di atas tempat tidur. Adegan itu semakin tidak terkendali. Tiba-tiba saja, Alia mematikan televisinya.


''Kita tidur saja ya. Sepertinya Fandi dan Leon membohongi kita. Itu bukan avengers.'' Kata Alia dengan wajah kecewa. Padahal Elvan berharap Alia tergoda tapi ternyata gagal.


''Ya udah kamu ke kamar aja dulu. Kamu pasti capek banget. Sebentar lagi aku menyusul.''


''Ya udah kalau gitu.'' Jawab Alia sembari berlalu menuju kamar. Elvan menghela nafas panjang, merasa heran kenapa Alia sama sekali tidak bereaksi dan cenderung dingin. Sementara itu, Alia mulai melepas jilbabnya dan berganti memakai kimono sutra warja merah marun. Alia duduk menatap cermin, ia tersenyum. Ia tidak bodoh karena sebenarnya Alia tahu apa maksud hadiah dari Fandi dan Leon. Apalagi Elvan, ia tahu apa yang sebenarnya Elvan inginkan. Melihat potongan adegan tadi, membuat Alia teringat akan kewajibannya untuk melayani Elvan malam ini. Maka dari itu, Alia menyudahi film itu dan segera menuju ke kamar. Meskipun ada rasa canggung tapi Alia harus melayani suaminya dengan sepenuh hati. Alia mepercantik diri dan menyisir kembali rambutnya. Warna lipstik pink soft tampak cocok untuk bibir Alia. Tak lupa ia menyemprotkan kembali parfum ke area leher jenjangnya. Kaki Alia tampak putih mulus dan jenjang, saat mengenakan kimono selutut itu.


Ceklek! Elvan sangat terkejut, melihat Alia berubah. Seketika jantung Elvan semakin berdegup kencang. Tubuhnya terasa panas dan kejantanannya mulai bangkit. Ia melihat kaki putih mulus Alia. Leher Alia yang jenjang juga rambit hitam legam lurus sebahu. Apalagi terlihat nyata belahan dada milik Alia terlihat saat mengenakan kimono itu. Luar biasa! itulah yang ada dalam benak Elvan. Tubuh yang indah, molek dan dada yang seksi, terbungkus rapat dengan gamis dan hijab yang begitu terjaga selama ini.


''El, kenapa masih berdiri disana?'' tanya Alia lembut.


''Ngg-nggak apa-apa. Jujur, aku kagum dengan apa yang ada di hadapan kamu, Al. Mungkin aku sering melihat wanita seksi tapi tidak ada yang seindah kamu. Yang membuat jantung aku berdebar seperti ini. Percayalah Alia, aku tidak sebrengsek itu.'' Kata Elvan.


''Kamu tidak perlu banyak bicara, El. Aku sudah menerima semua kekurangmu. Karena kamu adalah suamiku. Jujur aku sebenarnya sangat gugup dan canggung. Ini benar-benar pengalaman pertama untukku. Tapi sebagai seorang istri, sudsh mejadi kewajibanku untuk melayani dan menyenangkan suamiku.'' Ucap Alia yang masih duduk di depan cermin.


Nungguin unboxing yaaa???? hehehehe

__ADS_1


__ADS_2