
DUA BULAN KEMUDIAN
Rendra telah duduk berhadapan dan menjabat tangan Pak Deni, Papa Sandra. Dalam satu kali tarikan nafas, Rendra dengan lantang mengucapkan ijab qobul. Hingga semua orang berseru 'SAH'. Dan keluarlah Sandra di dampingi oleh Mamanya menuju meja akad. Rendra tersihir oleh pesona Sandra yang amat sangat cantik dan anggun dengan gaun pernikahan warna putih dipadukan dengan balutan hijab yang menutup kepala Sandra. Ya, Sandra menjemput hidayahnya dua hari sebelum hari pernikahannya. Tentu saja Rendra dibuat terkejut karena sebelumnya Sandra melakukan fitting gaun pengantin tanpa hijab. Rendra dibuat tak berkedip melihat Sandra saat itu.
"Sandra, kamu sangat cantik. Masha Allah." Puji Rendra saat Sandra sudah berdiri disampingnya. Sandra hanya melemparkan senyumnya pada Rendra. Acara yang sakral dan sah itupun berjalan lancar. Alia dan Elvan pun turut hadir menjadi tamu undangan.
"Selamat ya Rendra-Sandra. Sakinah, mawaddah, warahmah ya. Kamu cantik sekali San memakai hijab." Ucap Alia.
"Terima kasih Alia. Doa yang baik untuk kalian juga. Sekali lagi aku minta maaf untuk semua yang terjadi dimasa lalu."
"Aku sudah maafkan bahkan aku sudah melupakannya, San."
"Selamat ya Ren, San. Bahagia selalu." Sahut Elvan.
"Terima kasih, El. Ucapanmu saat itu membuatku segera menyadari semuanya." Kata Sandra.
"Iya sama-sama."
"Terima kasih juga ya El sudah hadir diacara pernikahan kami." Ucap Rendra.
"Iya Ren, sama-sama."
Selesai acara, Sandra dan Rendra memutuskan untuk menginap di hotel tempat mereka menggelar akad nikah. Wajah keduanya tampak lelah namun bahagia.
"Sandra, apa yang membuatmu memberikan aku kejutan seperti ini?"
"Sepertinya aku mendapatkan hidayah dua hari sebelum akad, Ren. Hatiku merasa tenang saja saat aku iseng-iseng memakainya."
"Mashaa Allah, aku bahagia sekali mendengarnya."
"Maafkan kemarahanku dulu ya. Yang menyangkut pautkan semuanya dengan Alia. Padahal berhijab dan menutup adalah kewajiban setiap wanita muslim. Dengan seperti ini juga, hanya suami ku yang bisa menikmati indahnya tubuhku ini, bukan kah begitu?"
"Akhirnya kamu mengerti juga, San. Itulah yang aku maksud Sandra. Aku hanya ingin tubuh dan kecantikan istriku hanya untuk konsumsi diriku saja, bukan untuk konsumsi umum. Terima kasih ya."
"Bantu aku ya Ren, supaya aku bisa selali istiqomah."
"Pasti Sandra, sudah menjadi tanggung jawabku untuk membimbingmu." Rendra meraih tangan Sandra lalu mengecupnya.
"Sekarang, bantu aku melepaskan gaun dan hijab ini ya."
"Iya. Pasti gerah ya?"
"Iya tapi aku nyaman."
"Tidak apa-apa, namanya juga baru belajar."
"Terima kasih ya Ren, kamu sudah mau menjadi suamiku dan menerima segala kekuranganku."
"Aku juga terima kasih karena kamu sudah mau menjadi istriku, yang mana aku hanya seorang laik-laki biasa yang mempunyai banyak kekurangan."
"Tidak Rendra. Kamu itu sempurna." Jilbab Sandra pun sudah terbuka. Rambut panjangnya sudah terggerai dengan indahnya. Rendra meminta Sandra untuk berbalik. Rendra lalu melepaskan reselting gaun milik Sandra. Dan tampaklah tubuh indah Sandra yang kini hanya menyisakan pakaian dalam saja.
"Astaghfirullah," seru Rendra. Rendra langsung menutup matanya. Untuk pertama kalinya ia melihat wanita telanjang dihaapannya. Sandra terkekeh melihat sikap lugu Rendra. Sandra kemudian berbalik menghadap Rendra.
"Rendra, aku istrimu." Kata Sandra sambil menyingkirkan tangan Rendra yang menutup wajahnya. Mata Rendra kemudian menatap Sandra dari ujung kaki ke ujung kepala sampai membuatnya menelan ludah.
"Sungguh indah tubuh istriku."
"Jadi, mau sekarang?" goda Sandra sambil meliuk-liukkan tubuhnya.
"Jadi apa San?"
"Ih kamu nggak peka. Malam pertama lah." Kata Sandra.
"Kita sholat dulu ya, sudah masuk waktu maghrib."
Sandra mendengus. "Baiklah."
"Ibadah dulu ya istriku, supaya nanti kita punya anak-anak yang sholeh dan sholeha."
"Iya suamiku." Keduanya kemudian mulai melakukan sholat maghrib berjamaah. Dan selesai sholat keduanya langsung melakukan ritual malam pertama dengan Sandra yang lebih mendominasi. Malam yang panas dan bergairah untuk pengantin baru.
********
Dua hari kemudian....
"Happy seven month anyversary sayang." Ucap Elvan begitu sampai rumah dengan membawa sebuah buket mawar merah untuk Alia.
"Bukannya assalamulaikum dulu,"
__ADS_1
"Eh iya. Assalamulaiakum sayang."
"Waalaikumsalam sayang." Keduanya lalu saling berpelukan.
"Sayang, dinner di luar yuk. Merayakan hari jadi kita."
"Boleh sayang. Tapi sholat isya dulu ya."
"Siap sayang. Oh ya aku ada hadiah untuk kamu selain bunga ini."
"Apa sayang?"
"Mmmm nanti saja deh, setelah sholat."
"Oke baiklah." Setelah Elvan mandi dan sholat bersama, Elvan lalu mengambil hadiah yang sudah ia persiapkan di dalam laci almari.
"Ini sayang." Kata Elvan sambil menyodorkan sebuah kotak pada Alia.
"Apa ini sayang?"
"Buka saja." Ucap Elvan. Alia lalu membuka isi kotak itu. Mata Alia berkaca-kaca melihat hadiah didalam kotak itu.
"Umroh sayang?"
"Iya. Kita akan berangkat pergi umroh bersama Ayah juga dan Andra."
Alia langsung memeluk suaminya. "Terima kasih ya El. Ayah ingin sekali pergi ke tanah suci."
"Sama-sama sayang. Kita ibadah sekaligus bulan madu ya. Karena kita belum sempat bulan madu."
"Iya sayang. Terima kasih ya. Ini adalah hadiah terindah yang pernah aku dapatkan. Sayang, aku juga ada hadiah untukmu."
"Hadiah apa? Baju koko ku sudah banyak sayang."
"Bukan itu, sayang. Aku ambil dulu ya. Ada di laci meja rias."
"Biar aku ambilkan."
"Baiklah, itu ada kotak di laci kamu ambil."
"Oke sayang." Elvan lalu mengambil kotak kecil itu.
"Apa ini sayang?"
"Sayang, ini serius?"
"Iya sayang." Jawab Alia dengan senyum penuh keyakinan. Elvan langsung memeluk Alia dan menghujani wajah Alia dengan ciuman,
"Ya Allah sayang, aku bahagia sekali. Akhirnya Allah menitipkan amanah indah ini untuk kita."
"Aku juga bahagia sayang. Aku tadi coba tes dan hasilnya positif walaupun tadi awalnya aku sudah sangat pasrah."
"Alhamdulillah sayang. Ini adalah kado terindah untukku. Kamu jaga kesehatan ya sayang. Papa dan Mama pasti sangat senang mendengar kabar ini."
"Iya sayang."
"Kamu sudah periksa belum?"
"Belum sayang."
"Ya sudah, besok kita ke dokter ya. Dan malam ini kita makan malam dirumah saja."
"Iya sayang." Elvan tidak bisa membendung rasa bahagianya. Elvan segera menyebarkan berita bahagia itu kepada seluruh keluarga dan sahabat. Mereka banjir ucapan selamat dan juga doa.
SEMBILAN BULAN KEMUDIAN....
Tangis bayi pecah, Elvan menangis bahagia berhasil mendampingi Alia yang sedang berjuang untuk melahirkan buah cinta mereka melalui proses persalinan normal.
"Alhamdulillah. Terima kasih sayang sudah berjuang." Lirih Elvan sambil mengecup pucuk kepala istrinya.
"Sayang, kamu adzani ya."
"Iya sayang."
Kini Alia sudah di pindahkan di ruangan biasa bersama dengan putra kecilnya. Semua keluarga hadir disana memberikan ucapan selamat dan perhatian untuk ALia.
"Cucu Opa. Jagoan Opa nih." Kata Pak Tama yang begitu bahagia.
__ADS_1
"Ganteng banget ya Pah. Perpaduan Alia dan ELvan banget," sahut Bu Elsa.
"Akhirnya aku jadi paman dan punya keponakan yang ganteng banget." Timpal Andra.
"Dan Chelsea punya adik baru." Seru Chelsea, keponakan Elvan.
"Hebat kamu, El. Kakak bangga sama kamu." Dua bersaudara itupun berpelukan.
"Terima kasih Kak."
"Jadi namanya siapa El?" tanya Milka.
"Jadi namanya adalah Raja Putra Elvan Adhitama." Ucap Elvan dengan penuh rasa haru.
"Wah, bagus banget namanya. Benar-benar jadi Raja nanti nih cucu Opa."
"Raja yang baik hati, sholeh dan bijaksana ya nak." Sahut Alia.
"Amiin." Sahut mereka semua dengan kompak.
Satu minggu sudah Elvan dirumah. Kehadiran Raja, membuatnya malas untuk pergi ke kantor. Di luardugaan Alia, Elvan lebih dewasa bahkan sangat telaten mengurus bayi mereka.
"Sayang, kamu kapan ke kantor? Sudah satu minggu cuti."
"Tidak apa sayang. Aku kan bosnya jadi tidak masalah lah."
"Punya anak harusnya makin semangat kerja dong sayang."
"Iya tahu tapi rasanya malas ngantor. Pinginnya dirumah sama kamu dan Raja."
"Dasar kamu ini! Eh besok hari pernikahan Rani dan Diana lho."
"Serius mereka nikah barengan?"
"Iya. Leon dan Fandi kan sahabat kamu. Mereka kan bromance yang kocak. Aneh saja idenya nikah barengan."
"Biar ngirit biaya aja tuh."
"Besok kita datang kan?"
"Pasti dong sayang. Mereka sahabat terbaik aku. Tapi kita harus ninggalin Raja dirumah."
"Iya juga ya. Mana tega aku tinggalin Raja. Biar nanti aku minta Mbak Milka kerumah saja buat jagain sebentar. Chelsea pasti senang."
"Ya sudah tidak apa-apa asal tidak menganggu waktu Mbak Milka."
"Tidak akan sayang."
Keesokan harinya, Alia dan Elvan menghadiri pernikah kedua sahabat mereka. Tidak menyangka kalau Rani dan Diana akan berjodoh dengan kedua sahabat Elvan. Sungguh pernikahan yang unik seperti saudara kembar. Leon dan Fandi kompak berseru saat mereka sukses mengucapkan ijab qobul.
"SAH! Akhirnya kita nikah, bro!" Seru Leon. Kedua sahabat itu saling berpelukan.
"Hei Papa muda, sini." Panggil Fandi. Elvan tersenyum seraya duduk dari kursi tamu. Dan mereka bertiga berpelukan.
" THE RICH MAN!" Seru Elvan.
"Ganteng, sholeh dan kaya!" seru Leon dan Fandi. Semboyan baru dari geng mereka.
"Rani, Diana, selamat. Aku bahagia sekali." Peluk Alia."
"Aku juga bahagia akhirnya kamu sudah menjadi Mama muda." Ucap Rani.
"Iya nih kita jadi aunty untuk baby Raja." Timpal Diana.
"Akhirnya ya, para buaya ini sudah berpawang semua." Celetuk Rani.
"Enak saja buaya. Kita ini pria sholeh lho." Protes Leon.
"AMIIN." Alia, Rani dan Diana mengaminkan ucapan Leon.
"Hijabers!" seru Alia.
"Santu, cantik dan sholeha." Kompak Rani dan Diana yang tidak mau kalah dengan semboyan Tehe Rich Man. Mereka lalu memeluk pasangan masing-masing.
"Terima kasih Ya Allah. Kau sudah mengirimkan seorang wanita yang luar biasa ini. Membuatku lebih dekat dengan MU dan membuatku menemukan tujuan hidupku." Gumam Elvan dalm hati.
Dan akhir yang bahagia untuk kisah cinta para tiga berandal ini. Masing-masing mendapatkan pasangan yang bisa menuntun mereka untuk lebih dekat dengan Tuhan. Saling menerima kekurangan, saling belajar, saling memperbaiki dan saling menyempurnakan.
~~ TAMAT ~~
__ADS_1
Terima kasih ya untuk para reader semua. Akhirnya setelah hiatus, Jodoh Sepertiga Malam berakhir dengan indah. Jangan lupa untuk selalu mensuport karya author yang lain juga ya. I love you all 😘😘