Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 77 Konflik Bersaudara


__ADS_3

Keesokan harinya, jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Alia pun bersiap berangkat ke kampus. Alia berjalan pun berjalan sampai di halte. Karena Andra berangkat terlebih dahulu ke sekolah. Saat Alia sampai di halte, ponselnya berdering. Ada nama Elvan di layar ponselnya.


''Assalamualaikum, El. Ada apa?''


''Mmm kamu nggak kesini? terus semalam kamu juga nggak kesini?''


''Kan udah ada Fandi sama Leon. Aku juga nggak mungkin ninggalin Ayah, siapa yang jagain Ayah juga.''


''Ya udah kalau gitu kamu harus ke rumah sakit sekarang. Aku nggak mau tahu. Kamu harus masakin aku dan ngrawat aku sampai sembuh. Aku akan menggaji kamu lebih besar dari kemarin,'' paksa Elvan.


''Nggak bisa, El. Aku hari ini mulai kerja sama Mbak Milka. Kan udah ada Sandra.''


''Sandra? aku nggak suka sama dia. Dia yang ngejar-ngejar aku. Kamu tahu sendiri kan reputasi aku gimana sebagai cowok paling keren di dunia.''


''Iya-iya, kamu paling tampan. Ya udah ya aku mau jalan ke kampus. Semoga kamu cepat sembuh dan insya allah kalau ada waktu aku jenguk kamu,'' kata Alia.


''Pokoknya kamu harus kesini. Kalau kamu nggak kesini, aku bakal samperin kamu kemanapun kamu pergi.''


''Terserah kamu lah. Kamu kan jago modus jadi nggak bakalan mempan. Assalamualaikum.'' Kata Alia sembari mengakhiri panggilannya.


''Halo! Alia! Alia!" kata Elvan yang tidak terima Alia mengakhiri panggilannya begitu saja. Elvan pun kesal dan melempar ponselnya di atas kasur.


''Kenapa sih kamu nggak percaya aku Alia?'' gerutu Elvan.


-

__ADS_1


Saat sedang menunggu angkot, sebuah mobil berhenti tepat di depan Alia.


''Alia!" panggil Rendra sembari menurunkan kaca mobilnya.


''Rendra!"


"Ayo naik,'' ajak Rendra. Alia tersenyum lalu naik ke mobil Rendra. Rendra pun segera melajukan mobilnya.


''Kamu kemarin kemana aja kok nggak ngasih kabar?''


''Maaf ya, kemarin banyak banget,'' kata Alia yang terpaksa berbohong.


''Oh ya, Al. Ada yang mau aku tanyain sama kamu. Andra kok tiba-tiba mengundurkan diri? Tanpa konfirmasi dulu sama aku.''


''Maaf ya, Ren. Dia katanya mau fokus sekolah karena kan setelah lulus, dia dapat rekomendai kuliah di universitas terbaik di Singapura. Jadi dia harus mempertahankan beasiswa itu.''


''Nggak ada kok, Ren. Itu udah jadi kemauan Andra sendiri. Dan sebenarnya aku emang larang dia kerja dari awal tapi ya dia diam-diam kerja katanya pingin banti aku. Jadi sekarang aku lega dia bisa fokus sekolah.''


''Ya syukurlah kalau emang kayak gitu. Semoga kelak Andra bisa menjadi orang yang sukses dan bisa menjadi kebanggan kamu dan ayah kamu.''


''Amin.''


...****************...


Sementara di rumah sakit, Elvan benar-benar jenuh. Ia menggonta-ganti chanel televisi tanpa tahu apa yang ingin dia tonton. Sesekali ia melihat ponselnya, berharap Alia menghubunginya namun harapnnya percuma.

__ADS_1


''El, udah enakan?'' sapa Endrew saat memasuki ruangan Elvan.


''Ngapain kesini,'' ketus Elvan.


''Aku bawain kamu makanan. Ini makanan kesukaan kamu.''


''Nggak usah sok baik,'' ketus Elvan.


''Kita kan saudara dan aku kakak kamu. Sudah sepantasnya kan seorang kakak menjaga adik.''


''Elo bukan saudara gue. Elo nggak lain cuma seorang anak perebut suami orang. Nyokap elo udah ngambil kebahagiaan nyokap gue,'' kata Elvan dengan tegas.


''Kamu boleh benci aku tapi jangan ngata-ngatain Mama.''


''Emang kenyataannya gitu kan,'' ucap Elvan dengan sinis.


''Aku juga tidak ingin di lahirkan dari masalah seperti ini, El. Aku sendiri tidak tahu bagaimana permasalahan antara orang tua kita. Yang aku tahu, Mama Maya sendiri yang meminta Papa untuk menikahi wanita lain yaitu Mama aku. Karena Mama Maya dan Papa, tak kunjung memiliki anak.''


''Hhh elo pasti ngarang. Secara kan elo dan nyokap elo cuma gembel yang diangkat derajatnya sama Papa. Ya jelas lah nggak akan nolak. Kalau emang gitu kenapa nyokap elo nggak nolak. Malah mau aja jadi yang kedua bahkan sampai detik ini. Karena elo dan nyokap elo mau mengambil posisi gue dan Mama.'' Kata Elvan dengan suara meninggi.


''Cukup! Aku selalu sabar hadapi kamu. Karena aku tulus sayang sama kamu sebagai kakak. Seandainya aku benci sama kamu, sudah pasti aku memanfaatkan keadaan lemah kamu untuk menyerang kamu.''


''Halah, pukul aja gue. Biar elo seneng jadi semua yang jadi milik bokap gue, bisa elo kuasain sama nyokap elo.''


''Terserah apa kata kamu, El. Oh ya, lusa Papa dan Mama akan pulang. Mereka akan membahas perjodohan kamu. Aku pergi dulu,'' kata Endrew sembari berlalu. Endrew benar-benar sakit hati dengan ucapan Elvan namun ia juga tidak bisa membenci Elvan. Karena Endrew memang benar-benar tulus menyayangi Elvan. Elvan pun berteriak penuh amarah. Ia benar-benar merasa kesal dengan kehidupannya. Sejak kepergian Mamanya, semuanya menjadi hancur.

__ADS_1


''Perjodohan? Papa emang tega ya. Endrew bisa memilih pasangan hidup sendiri. Kenapa gue harus di jodohin?'' gumam Elvan dengan penuh rasa kesal.


Bersambung....


__ADS_2