Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"
EPS. 74 Menjaga Kamu


__ADS_3

Endrew dan Milka kini tengah berada di kamar rawat Alia. Mereka menunggu Alia untuk segera sadar. Alia pun perlahan membuka matanya, ia mengerjapkan matanya, semuanya tampak samar sampai kini telah terlihat jelas.


''Alia, kamu sudah sadar? Syukurlah,'' kata Milka.


''Mbak Milka, Kak Endrew. Kok ada kalian disini? dan saya dimana ini?'' kata Alia dengan lirih.


''Alia tadi aku temuin kamu pingsan di jalan. Terus aku bawa kamu ke rumah sakit.''


''Ya Allah, saya baru ingat sekarang. Makasih ya Mbak udah tolongin saya.'' Kata Alia sembari mengingat kembali apa yang terjadi padanya.


''Sama-sama Alia. Oh ya ini tas kamu. Maaf tadi aku lihat surat lamaran pekerjaan kamu, soalnya tadi juga ikut jatuh.''


''Iya mbak nggak apa-apa kok. Dan saya memang sedang menjari pekerjaan paru waktu.'' Kata Alia yang berusaha bangkit dari tidurnya.


''Kalau kamu mau, kamu bisa bekerja di bukti setelah pulang kampus. Kebetulan aku habis buka cabang baru di dekat kampus. Kamu nggak perlu jauh-jauh kalau berangkat.''


''Mbak Milka serius? Mbak Milka mau menerema saya?''


''Iya, Alia. Kalau kamu udah enakan, kamu bisa kok kerja besok.''


''Ya Allah, terima kasih ya mbak. Alhamdulillah! Mbak karena saya udah enakan, saya boleh kan pulang. Ayah di rumah pasti khawatir.''


''Iya, Alia. Kata dokter, kamu juga nggak perlu rawat inap kok.''


''Oh ya Alia, apa kamu tidak tahu kabar tentang Elvan?'' tanta Endrew.


''Tidak, Kak. Apa terjadi sesuatu sama Elvan?''


''Elvan juga disini. Dia di rawat dan belum sadar, tadi dia keroyok sama gerombolan orang di klub.''

__ADS_1


''Astaghfirullah. Kak saya boleh lihat?''


''Boleh Alia.'' Kata Endrew. Endrew dan Milka kemudian mengantar Alia menuju kamar rawat Elvan. Karena Elvan sudah di pindahkan di sana. Alia sangat terkejut melihat kepala Elvan di lilit oleh perban.


''Dia mengalami cedera di kepala karena pukulan botol kaca di kepalanya,'' jelas Endrew.


''Ya Allah, El. Tadi siang kamu baru aja selesai berantem sama Rendra dan sekarang keadaan kamu seperti ini,'' gumam Alia dalam hati. Alia lalu mendekat dan duduk di sebuah kursi, di sisi ranjang Elvan.


''Kak Endrew, Mbak Milka, apa saya boleh disini menemani Elvan sampai sadar?'' Endrew dan Milka cukup terkejut dengan ucapan Alia namun ada rasa bahagia juga di hati mereka.


''Kamu serius? Bukanya kamu harus cepat pulang?'' kata Endrew.


''Ini semua pasti karena saya, Kak. Saya akan telepon Ayah, kalau saya menemani Elvan disini.''


''Memangnya kalian ada masalah apa?'' tanya Endrew penasaran.


''Cuma kesalah pahaman saja. Saya ingin menebus kesalah pahaman ini.''


''Iya. Mereka saling mengenal dengan baik, Kak.''


''Oh begitu, baiklah. Kalau begitu aku dan istriku akan membeli makanan sebentar ya. Kamu juga pasti belum makan.''


''Titip Elvan sebentar ya.'' Imbuh Milka.


''Iya, Mbak.'' Endrew dan Milka pun segera keluar untuk membeli makan malam.


''Sayang, kayaknya mereka udah deket deh. Buktinya Elvan kenal baik sama Ayahnya Alia.''


''Sepertinya begitu, Mas. Tapi baguslah kalau mereka dekat, setidaknya sudah ada yang bisa mengendalikan Elvan.''

__ADS_1


''Semoga Alia bisa membuat Elvan berubah. Walaupun aku sendiri nggak yakin.''


''Positif thingking aja lah, Mas. Kita beli makanan di restoran depan aja ya. Nggak usah jauh-jauh kasihan Alia, dia juga baru pulih.''


''Iya, sayang.''


...****************...


''Assalamualaikum, Andra. Kamu sudah di rumah?''


''Waalaikumsalam, Kak. Iya, udah kok. Kakak kok belum pulang?''


''Andra, kakak di rumah sakit. Elvan sakit dan harus di bawa ke rumah sakit.''


''Sakit apa, Kak?''


''Mmmm kena pukul pokoknya. Kakak malam ini nginap di rumah sakit ya, kamu tolong kasih tahu Ayah.''


''Ya Allah, kasihan Kak Elvan. Ya udah kalau gitu, kakak baik-baik ya. Kalau perlu Andra temani kakak disana, besok kan hari libur.''


''Iya terserah kamu aja ya. Ya udah kalau gitu, assalamualaikum.''


''Waalaikumsalam.'' Jawab Andra mengakhiri panggilannya. Alia lalu menatap Elvan, tampak wajah Elvan biru dan lebam. Entah kenapa Alia merasa sangat sedih melihat kondisi Elvan yang seperti ini. Ia kembali teringat cerita masa lalu Elvan yang begitu berat untuk Elvan lalui. Alia lalu mengambil air wudhu dan sholat di ruangan Elvan. Alia begitu khusyuk dalam sholatnya. Tak lupa di dalam doanya, Alia menyertakan nama Elvan. Alia memohon kesembuhan untuk Elvan. Endrew dan Milka terkejut, melihat Alia sedang sholat di dalam sana. Milka pelan-pelan meletakkan makanan di atas meja, kemudian ia keluar bersama Endrew. Milka dan Endrew menuju taman yang tak jauh dari kamar Elvan, untuk menyempatkan makan.


''Alia sepertinya yang terbaik untuk Elvan, Mas. Dia cantik, sholeha, baik, pokoknya idaman semua pria.''


''Iya kamu benar, Milka. Tapi gimana kalau nanti cewek yang di jodohin sama Elvan nggak sebaik Alia ya? Jujur aku ingin Elvan berubah. Apa aku dan Mama harus pergi dari jangkauan mata Elvan ya? Supaya nggak ada lagi rasa sakit dan dendam di hati Elvan,'' ucap Endrew dengan wajah sedihnya.


''Mas, sebenarnya ini bukan sepenuhnya salah kamu. Ini semua adalah takdir yang harus kalian lewati. Aku sendiri juga nggak paham, seberapa terlukanya hati Elvan dengan semua ini. Aku juga nggak mau terlalu ikut campur, Mas. Kalaupun ini yang terbaik dan bisa membuat Elvan bahagia, kemanapun kamu pergi, aku akan ikut, Mas.''

__ADS_1


''Terima kasih ya, kamu sudah menerima aku apa adanya.'' Kata Endrew sembari memeluk istrinya.


Bersambung...


__ADS_2