Kau Aku Dia

Kau Aku Dia
Epilog


__ADS_3

"Laki-laki yang baik, akan dipertemukan dengan wanita yang baik juga. Begitupun sebaliknya." Mungkin ungkapan itu ada benarnya.


Tasya telepas dari Antoni dan dipertemukan oleh Banyu yang baru saja kehilangan istri dan calon anaknya. Walaupun Tasya hampir saja menikah dengan Putra, namun Tuhan memberikan pasangan yang benar-benar tepat untuknya di detik-detik yang tepat. Andai saja Tasya terlanjur dinikahi oleh Putra, entah apa jadinya. Mungkin saja Tasya tidak akan menemukan kebahagiaannya, pun dengan Putra yang tidak akan pernah berubah atau menemukan jalan untuk mawas diri.


Tuhan menyelamatkan Tasya di saat yang tepat, pun dengan Banyu diberikan jodoh di saat yang tepat juga. Walaupun awalnya Banyu sangat sulit move-on dari rasa kehilangan dan kesedihan atas kehilangan istri dan calon anaknya. Itulah hidup, kita harus merelakan yang telah pergi dan berusaha mencintai dan menjaga yang saat ini diperuntukkan untuk diri kita. Karena semua yang diperuntukkan untuk kita adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa. Hanya dengan cara itu, kita bisa melihat sisi lain dari sebuah kehilangan. Yaitu kebahagiaan yang lainnya untuk kita.


Tidak ada manusia yang sempurna, pun dengan Putra. Putra yang tumbuh dalam situasi yang 'selalu benar' dan 'selalu dimanja' Membuat dirinya tidak terlatih dalam bertanggung jawab. Sangat berbeda dengan sang kakak, Banyu. Tetapi, setiap manusia berhak diberikan kesempatan kedua. Yaitu untuk memperbaiki diri lebih baik lagi. Walaupun dalam hal berproses, banyak kerugian yang dialami Putra. Mulai dari dipecatnya ia dari kampus tempat ia bekerja. Kehilangan kepercayaan keluarga, dihujat banyak orang, hingga masuk bui. Semua itu tidak mudah, dan sangat-sangat membutuhkan mental yang kuat untuk menghadapi itu semua. Tetapi Putra sangat beruntung, ia berada di sel yang sama dengan orang-orang yang mau berproses lebih baik.


"Ingat, semua proses tidak ada yang mudah. Kuncinya nikmati proses dan lebih baiklah...!"


"Jadi apa kamu setelah keterpurukan, itu adalah keputusanmu sendiri."


Semua hal yang baik dilakukan Putra, agar ia dapat di terima, di percaya kembali oleh keluarganya. Dan dia berhasil! Bahkan setelahnya pun dirinya berusaha konsisten untuk terus lebih baik. Maka ia diberikan kebaikan juga dalam setiap langkahnya. Yaitu bertemu lagi dengan Alia yang ternyata sudah memberikan dirinya seorang anak. Dan Alia pun sudah jauh berubah. Maka mereka pun di persatukan dalam kebaikan. Yaitu restu dari Anton dan pernikahan yang indah.

__ADS_1


Tidak selamanya orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang jahat dan hina. Begitupun dengan Alia. Ia masih terlalu muda dalam mengendalikan nafsu dan rasa cinta. Hingga ia terpuruk dalam perbuatan yang merugikan dirinya sendiri. Walaupun Papanya menganggap dirinya hina, dan semua orang melihatnya sebagai orang yang hina, karena kasus dengan Putra. Tetapi Alia sanggup bangkit dan membuktikan dirinya layak mendapatkan kesempatan kedua. Yang hina hanya keputusannya saat melakukan hal yang dilarang dengan Putra. Tetapi ia tidak sampai hati untuk lebih hina lagi dengan menggugurkan anak yang sedang ia kandung. Alia kembali mendapatkan harga dirinya setelah ia membangunnya dengan cara yang cerdas dan terhormat.


"Ingat, kesalahan itu wajar. Yang terpenting, keputusan apa yang kamu ambil setelah melakukan kesalahan."


Alia yang lebih baik, kini dipertemukan dan di peruntukkan untuk Putra yang sudah berubah lebih baik. Bonus kebahagiaan mereka adalah Eijaz, buah hati yang mampu mempersatukan mereka kembali dalam ikatan janji suci.


Anton, lelaki keras kepala dan angkuh. Keangkuhannya pun luluh bila menyangkut sang putri. Sebejat-bejatnya seorang ayah, ia tetap memiliki hati yang tulus dan rasa sayang yang luar biasa kepada putrinya. Kasus Alia dan Putra mengajarkan Anton bagaimana memadamkan api keegoisan di dalam dadanya. Upaya Alia untuk bunuh diri pun berakhir membuat Anton berpikir, bila kebahagiaan Alia adalah segalanya. Ia pun mencoba untuk berdamai dengan Devonna yang ternyata masih ia cintai. Hingga akhirnya Anton benar-benar menemui kebahagiaannya dengan Devonna. Saling memaafkan dan menerima masa lalu mereka dan kembali menjadi suami istri yang penuh dengan kebahagiaan.


"Tidak ada keluarga yang perfect."


"Menjadi laki-laki itu harus tegas!"


Apalagi menyangkut pola asuh anak. Mendidik anak bukan hanya tugas seorang ibu. Melainkan seorang ayahlah yang harusnya paling berperan. Dengan diamnya abah dengan sikap ambu yang membeda-bedakan anak-anaknya, membuat ambu terus melakukan kesalahan itu hingga anak-anaknya tumbuh dewasa. Ada baiknya seorang ayah juga memonitor dan menegur istrinya bila ada hal yang salah dalam pola asuh. Bukan hanya berperan menjadi seorang ayah yang mencari nafkah, pulang kerumah, makan dan tidur saja.

__ADS_1


"Menjadi laki-laki itu berat! Tanggungannya dunia dan akhirat."


Wahai makhluk yang bergelar seorang Ayah.. berikanlah kasih sayangmu seadil-adilnya untuk seluruh anggota keluargamu. Kasih sayang bukan hanya tentang nafkah. Tetapi perhatian dan peranmu di dalam rumah. Jadilah contoh untuk anak-anakmu, jadilah imam untuk istrimu.


Saya De'rini, mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pembaca yang telah membaca novel 'Kau Aku Dia', mulai dari prolog higga ke epilog. Mohon maaf bila banyak kekurangan di dalam novel yang saya tulis ini. Karena kekurangan milik saya dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.


Tujuan saya menulis selain menuangkan ide didalam kepala adalah, membahagiakan orang lain. Semoga apa yang berada di dalam novel ini dapat diambil baiknya dan dibuang segala keburukannya.


Terima kasih juga untuk yang selalu suport lewat komen, hadiah, like dan vote. Segala macam bentuk dukungan adalah semangat bagi saya untuk menulis dan menelurkan karya kembali. Sekali lagi terima kasih. Semoga segala kebaikan selalu menyelimuti kita semua. Aamiin.


Akhir kata, saya mengucapkan selamat berpisah untuk novel ini, dan sampai jumpa di karya saya selanjutnya. Setiap karya baru akan saya umumkan di Instagram saya (Derini_Derini) dan dikarya tamat terakhir saya.


"Sampai nanti.. sampai bertemu lagi.."

__ADS_1


-De'rini-


__ADS_2