Kau Aku Dia

Kau Aku Dia
22. POV Alia


__ADS_3

"Siapa sayang?" Tanya Riyanti yang sedang terbaring di ranjang nya dengan tubuh yang hanya terbungkus selimut saja.


Anton meletakkan ponselnya di atas nakas, lalu beranjak duduk di tepi ranjang, seraya mengancingkan kemeja yang baru saja ia kenakan.


Ya, mereka adalah atasan dan sekretaris di perusahaan tempat Tasya bekerja. Mereka baru saja melakukan nya, dan Anton baru saja membersihkan tubuhnya dari peluh yang membasahi tubuhnya selama bermain api asmara dengan sekretaris nya sendiri.


"Itu, si Alia.. anak ku."


"Kenapa dia?" Tanya Riyanti, sembari menatap Anton dengan tatapan yang terlihat kesal.


"Dia sedang ada masalah dengan seorang lelaki. Entahlah, hanya kisah cinta monyet yang tidak begitu serius." Terang Anton.


"Tidak serius, mengapa mengadu kepadamu?"


"Entah, nanti dia mau menceritakan kepadaku. Makanya sekarang aku harus pulang dulu ya.." Ucap Anton, seraya mengecup lembut kening Riyanti.


"Tapi sayang..."


"Pegang kartu kredit ku, jangan banyak protes. Ini anak ku, dia sedang membutuhkan aku. Jadi, aku harus pulang dan menemui dia." Terang Anton, seraya melemparkan salah satu kartu kredit miliknya ke atas ranjang.


Seketika raut wajah Riyanti berubah menjadi bersemangat. Lalu ia meraih kartu kredit tersebut dan mendekap nya erat di dadanya.


"Seriusan? Aku boleh beli tas gak?"


"Beli saja apa yang kamu mau." Anton beranjak dari kamar tersebut. Riyanti tersenyum bahagia, dan dengan bersemangat ia beranjak dari atas ranjang dan bergegas ke kamar kecil untuk membilas tubuhnya yang berpeluh.


...


"Paaaa.." Alia menyambut Anton dengan pelukan hangat nya, saat papanya itu baru saja muncul di ruang keluarga.


"Ada apa?" Tanya Anton, seraya menyerahkan tas kerja nya kepada salah satu asisten yang baru saja menghampiri dirinya.


"Papa kok lama sih?" Keluh Alia.


"Maaf, perjalanan macet sekali. Kamu ada masalah apa sayang?" Tanya Anton seraya menatap Alia dengan tatapan penuh kasih sayang. Alia adalah anak satu-satunya Anton dan sangat dimanja olehnya. Alia adalah anak dari hasil pernikahan Anton dengan seorang wanita asal Belgia, yang bernama Devonna. Kini, Devonna sudah kembali ke negara asalnya. Karena dirinya sudah diceraikan oleh Anton.


Anton suka sekali bermain perempuan, hal itu juga yang membuat Devonna merasa kecewa dengan suaminya itu. Lalu Devonna pun membalas sakit hatinya dengan cara yang sama. Devonna berselingkuh dengan asisten pribadi Anton dan mereka melarikan diri ke negara asal Devonna tanpa membawa Alia yang saat itu tengah duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sejak sepeninggal Devonna, Anton tidak pernah menikah lagi. Ia hanya asik bermain dengan hati banyak wanita, dan meninggalkan mereka bagaikan benda yang tak lagi berharga. Namun meskipun begitu, Alia selalu terjaga dalam pergaulan nya. Semua itu tidak lepas dari didikan orang tua Anton yang tinggal satu atap dengan Anton dan juga Alia.


Laila, ibunda Anton terlalu overprotective kepada Alia. Hingga Alia tidak pernah merasakan apa itu hubungan percintaan. Kehidupan Alia begitu di genggam oleh Laila. Bahkan pernah beberapa kali Alia mencoba untuk memiliki hubungan dengan lelaki. Namun, nasib sial lah yang di terima para lelaki yang memiliki hubungan dengan Alia. Mereka diancam dan di suruh untuk menjauhi Alia. Alia kerap merasa patah hati, bukan karena di tinggalkan kekasih karena ketidak cocokan. Melainkan seluruh lelaki yang berkencan dengan nya selalu merasa ketakutan karena ancaman dari keluarga Alia.

__ADS_1


Kebebasan baru saja Alia rasakan saat dirinya duduk di bangku universitas. Kala itu, Alia memberanikan diri untuk memprotes bila dirinya sudah cukup dewasa dalam memilih jalan nya sendiri. Namun disaat Alia merasakan jatuh cinta lagi dan kebebasan, ia bertemu dengan Putra, sang dosen yang hanya ingin bersenang-senang saja dan tidak memiliki hati sedikitpun kepada dirinya. Oleh karena itulah timbul perasaan dendam di hati Alia kepada Putra.


"Ini pa, papa kan kenal dengan dekan kampusku."


"Iya, terus?" Anton tampak penasaran dengan apa yang akan Alia utarakan kepada dirinya.


"Aku ada masalah dengan salah satu dosen ku."


Anton menatap Alia dengan seksama. Keningnya tampak berkerut dan kedua tangan nya meraih pipi Alia dengan lembut.


"Kamu diapakan oleh dosen mu?" Tanya Anton dengan raut wajah khawatir.


"Aku mencintai dia, kita sempat berjalan bersama."


"Lalu?"


"Ternyata dia hanya mempermainkan aku." Alia mengerutkan dagu nya dan memasang wajah seakan dirinya adalah seorang korban dari sebuah tindak kejahatan.


"Mempermainkan bagaimana? Kamu sudah ngapain saja dengan dia?" Anton tampak semakin khawatir dan mulai terlihat emosi.


"Tapi papa jangan bilang oma ya..."


"Papa janji?" Alia mencoba memastikan lagi.


"Ya.. papa janji."


"Dia sudah menjamah ku."


"Maksudmu!"


"Kami belum melakukan nya pa... Tapi..."


"Tapi apa!" Anton semakin terlihat emosi.


"Kami hanya bermesraan, tetapi setelah itu dia meninggalkan aku. Seakan semua tidak pernah terjadi. Aku sakit hati! Papa harus membalaskan sakit hati ku pa!"


Anton menghela nafas panjang dan menatap Alia dengan tatapan penuh kekecewaan.


"Mengapa kamu gampang sekali percaya lelaki?" Sesal Anton.

__ADS_1


"Aku mencintai dia pa... Aku ingin dia tunduk kepadaku, sebagai pembalasan sakit hatiku. Aku ingin dia menyesal karena mempermainkan aku."


"Oh iya satu lagi, dia ternyata sudah memiliki tunangan. Dia sedang bermain-main dengan ku. Dia tidak bisa dibiarkan pa!"


Anton menggelengkan kepalanya, dan membuang tatapan nya ke sudut ruang keluarga tersebut.


"Pa... ayolah pa... Aku mencintai dia, tapi dia begitu..."


"Tapi Alia, ini juga kesalahan kamu. Kenapa kamu begitu mudahnya percaya sama dia. Apa lagi dia sudah memiliki tunangan!"


"Pa! Alia gak mau tahu! Kalau papa tidak mau membantu Alia! Alia akan bunuh diri!" Ancam Alia.


Anton tersentak dan menatap Alia dengan tatapan yang tampak serius.


"Kamu jangan gila Alia!"


"Aku cinta dia! Dia harus jadi milik ku! Aku tidak mau tahu!"


Anton terdiam, Alia persis sekali seperti dirinya yang sangat keras kepala.


"Baik, besok papa akan mengirimkan seseorang untuk menyelidiki lelaki itu terlebih dahulu. Lalu, papa akan menemui dia."


"Jangan lama-lama pa.... Alia takut dia terlanjur menikah dengan tunangan nya!"


"Iya... papa janji."


"Benar ya pa..." Alia kembali mengerutkan dagunya dan melingkarkan tangan nya di perut Anton yang sedang duduk di sampingnya.


"Iya. Tetapi ingat, jangan kamu ulangi lagi seperti itu. Kamu harus menjaga nama baik papa. Jangan gampang percaya dengan lelaki yang tidak jelas. Beginilah akibatnya. Kalau kamu memang mencintai dia, papa akan usahakan untuk dia menuruti segala kemauan kamu."


Alia tersenyum penuh arti. Lalu ia mengecup pipi Anton berkali-kali.


"Alia sayang sekali dengan papa. Papa adalah hero untuk Alia. Terima kasih ya pa.."


Anton tersenyum kecil dan menatap putri semata wayangnya itu.


"Iya... apa pun itu, papa pasti lakukan untuk kamu."


Anton kembali terdiam, memikirkan tindakan apa yang akan ia lakukan kepada lelaki yang telah me. permainkan putri semata wayangnya itu.

__ADS_1


__ADS_2