Kau Aku Dia

Kau Aku Dia
64. Buah pikir dari banyak hati


__ADS_3

Banyu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan menuju pulang, ia berpikir tentang keadaan Tasya pada saat ini. Wanita itu baru saja mendapatkan pelecehan oleh sesama wanita juga, dengan cara menyebarkan video yang tidak sepantasnya dilihat oleh khalayak umum. Rasa iba pun muncul, hingga membuat pikiran Banyu bercabang. Satu sisi ia ingin pulang ke rumahnya, satu sisi lagi ia ingin sekali menemui Tasya. Tetapi otak nya mencoba menyadarkan dirinya, bila ini sudah terlalu larut malam. Banyu melirik arlojinya kala ia menghentikan laju mobilnya di persimpangan, jarum jam menunjukkan pukul dua dini hari. Ia merasa tidak pantas bila mendatangi Tasya, dan pastinya wanita itu sudah tertidur lelap. Tetapi pikiran dan rasa ingin bertemu dengan Tasya begitu menderu. Hingga ia tak tahan lagi untuk mengenyampingkan pikiran nya tentang Tasya. Akhirnya Banyu membelokkan kemudinya kearah kediaman wanita yang ia cintai itu.


Pukul dua lewat lima belas menit, akhirnya Banyu sampai di depan gerbang rumah Tasya. Ia menatap kearah rumah tersebut. Terlihat sebagian lampu di rumah itu sudah dipadamkan. Tetapi ada dua lampu yang masih menyala, yaitu lantai atas dan beranda rumah tersebut. Banyu beranjak turun dari mobilnya dan berjalan mendekati gerbang rumah itu. Terlihat gerbang itu sudah di gembok oleh sang pemilik rumah.


Banyu yang masih penasaran, pun memutuskan untuk menekan tombol bell yang terletak di samping gerbang. Tetapi ia mengurungkan niatnya, saat itu ia melihat lampu lantai atas rumah itu dipadamkan oleh sang pemilik rumah. Ia menghela nafas panjang, ia paham apa yang tengah dirasakan oleh Tasya yang baru saja menghadapi kasus yang begitu memalukan bagi Tasya di kantor tempat Tasya bekerja. Hal itulah yang membuat Tasya masih terjaga walau hari sudah menjelang pagi. Ingin sekali ia berteriak memanggil wanita itu, tetapi ia mencoba menahan diri agar tidak mengganggu Tasya yang mungkin akan beranjak tidur.


Akhirnya Banyu beranjak masuk ke dalam mobilnya. Ia kembali melihat rumah Tasya yang tampak temaram karena hanya lampu taman dan teras saja yang menyala. Sekali lagi, ia menghela nafas panjang dan menjatuhkan dahinya di atas kemudi.


"Semoga kamu kuat Tas," Gumam nya.


Lalu Banyu menyalakan mobil sedan nya dan meninggalkan rumah wanita yang ia cintai itu.


.


Tasya menangis tersedu-sedu di atas ranjangnya. Ia tidak menyangka bila Riyanti begitu tega kepada dirinya. Saat di kantor, ia mencoba untuk kuat dan tidak menangis, saat semua mata menatap dirinya dengan tatapan aneh. Ia juga mencoba untuk kuat, walaupun air matanya sempat terjatuh kala ia mengetahui bila Riyanti lah orang yang telah berbuat jahat kepada dirinya.


Terkadang sesama wanita begitu mudah menjatuhkan atau membuat wanita lain hancur. Tanpa ia menyadari dirinya sendiri pun seorang wanita. Apa yang terjadi bila hal yang sama ia hadapi? Belum tentu dirinya akan sekuat wanita yang tengah ia hancurkan.

__ADS_1


Kini semua orang tahu bentuk tubuhnya. Kini semua orang membicarakan dirinya, walaupun semua orang tahu Riyanti lah yang bersalah. Tetapi video itu menjadi bahan tertawaan bagi orang-orang yang tidak memiliki perasaan. Bahkan, saat Tasya hendak meninggalkan kantor pun, masih ada tatapan yang nakal atau aneh dari beberapa karyawan dan karyawati di kantor itu, yang dialamatkan pada dirinya. Hal itu cukup membuat Tasya mulai merasa enggan untuk kembali ke kantor itu. Tetapi lagi-lagi ia berpikir tentang anak semata wayangnya yang butuh dukungan materi dari dirinya.


"Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus berhenti saja? Tetapi bagaimana kehidupanku dan Rafis setelah ini?" Tasya meremas rambutnya dan lalu memijat pelipis nya yang terasa pusing.


"Tidak, aku harus kuat. Aku harus menghadapi semua dengan tegar. Aku harus beristirahat, tidak perlu dipikirkan. Toh Riyanti juga sudah di tahan polisi karena kelakuan nya itu. Kini.. aku harus fokus dengan tujuan ku. Tetap bekerja, bertunangan dengan mas Putra, menikah dan hidup bahagia bersama dengan nya. Dan yang paling penting adalah, orang tuaku dapat merasa tenang karena aku sudah ada pendamping hidup dalam waktu dekat ini." Batin Tasya, seraya menyeka air matanya.


Wanita cantik itu pun mematikan lampu dan mulai memejamkan kedua matanya. Ia mencoba mengistirahatkan pikiran dan tubuhnya. Untuk menghadapi tantangan yang akan ia hadapi pada esok hari.


.


Senyum terus mengembang di bibirnya. Ia merasa tidak sabar untuk mewujudkan segala impian nya tentang Tasya dan dirinya, tanpa ia peduli di sisi lain ada wanita yang tengah menangis karena dirinya.


"Tasya, sampai jumpa di Kota Solo." Gumam nya seraya memasukkan lembar pakaian terakhir miliknya kedalam koper nya.


.


Alia menangis di bawah kucuran air di kamar mandi kamar nya. Dirinya merasa hancur dan sangat menyesal. Walaupun hal itu terjadi karena ia juga yang menginginkan nya, namun kata-kata Putra kepada dirinya, setelah mereka melakukan nya, sangatlah menyakiti perasaan Alia sebagai seorang wanita. Awalnya Alia berpikir Putra melakukan itu karena Putra mulai mencintai dirinya. Ternyata dirinya salah, Putra melakukan itu semua hanya karena nafsu belaka. Bahkan, Putra menganggap dirinya rendah dan tidak layak untuk di cintai. Hal itu membuat Alia merasa dirinya tidak ada artinya lagi.

__ADS_1


Alia menenggelamkan wajahnya di atas kedua lutut nya. Lalu ia menangis sepuas-puasnya. ingin sekali ia bercerita kepada Anton, papanya. Namun ia takut disalahkan oleh Anton dan juga takut bila nyawa Putra akan terancam. Bagaimanapun ia sangat mencintai Putra dan tidak siap untuk di tinggalkan oleh lelaki itu. Ia yakin Anton tidak akan tinggal diam dan tidak akan membiarkan Putra hidup, bila Anton mengetahui apa yang telah terjadi antara dirinya dan Putra.


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Aku bodoh sekali!"


"Kembalikan kesucian ku!"


"Mengapa kamu lakukan bila kamu tidak mencintaiku?"


"Mengapa Putra! Mengapa!"


Alia terus tenggelam dalam penyesalan yang mendalam, walaupun ia tahu, menyesal pun tiada guna lagi. Semua sudah terlambat, kesuciannya tidak akan pernah kembali lagi.


Pentingnya berpikir ribuan kali untuk melakukan atau memutuskan hal yang beresiko tinggi atau yang menyangkut tentang masa depan. Karena apa yang telah terjadi, tidak akan bisa kita kembalikan seperti semula. Tetapi, belum terlambat untuk memperbaiki. Bagaimana caranya? Jangan lakukan kesalahan yang sama, berusahalah untuk lebih baik. Karena kita tidak bisa memutar waktu, tetapi kita bisa merubah nasib kita dimasa depan dengan keputusan dan pilihan yang terbaik setelah melakukan kesalahan.


"Jadi baik, dan teruslah menjadi baik. Karena nasib baik hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang melakukan hal-hal yang baik..." -De'rini-

__ADS_1


__ADS_2