Kau Aku Dia

Kau Aku Dia
83. Selamat tinggal masa lalu


__ADS_3

Jalanan Kota yang padat merayap menyambut kedatangan Devonna di Kota Jakarta. Wanita paruh baya yang langsung terbang ke Kota Jakarta, dari negara asal nya itu, pun terlihat tidak sabar, kala taksi yang ia tumpangi mencoba menerobos kemacetan jalanan Ibukota Negara ini.


"Adakah jalan alternatif?" Tanya Devonna yang ingin segera sampai di rumah sakit, tempat Alia di rawat.


"Tidak ada bu." Sahut supir taksi yang ia tumpangi.


Devonna hanya menghela nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya dengan raut wajah yang kesal.


Sudah cukup lama ia tidak kembali ke Negara ini. Sejak perpisahan nya dengan Anton, dan melarikan diri bersama dengan selingkuhan nya. Angan Devonna kembali ke beberapa tahun yang lalu. Kala ia masih berstatus istrinya Anton. Lelaki itu kerap pulang malam dan mabuk-mabukan. Sedangkan Devonna mulai merasa tidak tahan karena beberapa kali ia mencoba memberikan pengertian yang terbaik untuk keluarga kecilnya itu, namun selalu diabaikan oleh Anton. Tidak hanya tentang kerap pulang dalam kondisi mabuk-mabukan, Anton juga tidak peduli dengan perasaan Devonna. Ia terang-terangan membawa wanita lain, atau pun jalan dengan wanita lain. Kesepian pun melanda diri Devonna yang sudah lama tidak di sentuh oleh Anton. Maka masuklah lelaki lain, yang tak lain adalah asisten pribadi Anton. Lelaki lembut dan baik itu menawarkan cinta untuk dirinya. Tetapi adakah lelaki yang benar-benar tulus, saat mendekati istri orang lain?


Saking buta karena cinta, Devonna pun menuntut perceraian dan meminta harta gono gini. Setelah ia nekat pergi bersama selingkuhan nya. Tetapi tanpa Devonna sadari adalah, yang menjadi korban adalah anak semata wayangnya sendiri. Sejak saat itu Alia seperti kehilangan arah. Beruntung gadis itu di asuh oleh oma nya, Laila, yang masih bisa memberikan arahan dalam hidup Alia.


Ada rasa penyesalan di hati Devonna saat ternyata lelaki pilihan nya tidak jauh berbeda dengan Anton. Satu tahun pertama, hubungan nya dengan lelaki itu baik-baik saja. Tetapi karena lelaki itu pengangguran di Negara Devonna, lelaki itu pun mulai putus asa. Ia kerap. menghabiskan uang Devonna dan menjadi seorang yang ketergantungan dengan alkohol. Lelaki itu mulai bermain tangan kepada Devonna bila ia sedang emosi. Hingga akhirnya Devonna memergoki lelaki itu bermain dengan wanita lain. Rasa hancur tak tertahankan. Itulah yang dirasakan oleh Devonna. Maka ia merahasiakan perpisahan nya dengan lelaki pilihannya itu dari Anton dan juga Alia.


Tetapi hari ini ia kembali atas permintaan Anton sendiri, dan ia menyetujui kedatangannya untuk menemui Alia. Ada rasa bahagia di hatinya karena ia sudah lama sekali tidak bertemu dengan Alia. Walaupun rasa malu tidak juga dapat ia hindari dari Anton dan juga keluarga lelaki itu.


Hampir satu jam berlalu, akhirnya Devonna sampai di rumah sakit tujuan nya. Setelah membayar ongkos taksi, Devonna pun turun dari taksi itu dengan membawa koper miliknya yang baru saja di turunkan oleh supir taksi tersebut. Ia pun melangkah masuk ke gedung rumah sakit tersebut dengan hati yang tak menentu. Hingga kaki nya pun sampai di ruangan ICU, dimana Alia masih di rawat di ruangan tersebut.


Dengan ragu, ia mengetuk pintu ruangan yang semestinya tidak boleh di kunjungi itu. Tetapi atas permintaan Anton, semua dapat diatur oleh lelaki itu. Dengan perlahan Devonna membuka pintu ruangan itu, lalu matanya menatap Anton yang langsung berdiri saat menyadari kedatangan dirinya. Pun dengan Alia yang tampak terkejut dengan kehadiran Devonna.

__ADS_1


"Mama!" Seru Alia.


Tanpa membuang waktu, Devonna berlari menghampiri Alia dan memeluk putri semata wayangnya itu dengan erat.


"I miss you so much dear!" Ucap nya dengan penuh perasaan haru. Sedangkan Anton hanya dapat menatap pertemuan ibu dan anak itu dengan mata yang berkaca-laca menahan tangis.


Puas dengan berpelukan dengan Alia, Devonna pun menatap Anton dan menghampiri lelaki itu. Masih terlihat tatapan penuh cinta yang diberikan Anton kepada Devonna. Bagaimanapun, Anton menyadari kesalahannya selama ini pada Devonna. Kalau tidak karena dirinya yang bermasalah, tidak mungkin Devonna meninggalkan dirinya begitu saja. Pun dengan Devonna yang terlihat masih mencintai Anton. Semua dapat dirasakan dari sorot mata mereka berdua.


Mungkin saat perpisahan, mereka terlihat saling membenci. Tetapi kala jarak memisahkan dan waktu yang telah berlalu, masing-masing dari mereka mulai menyadari bila cinta di hati mereka tidka pernah padam. Terutama yang membuat Anton mulai menyadari bila dirinya masih mencintai dan membutuhkan Devonna adalah, karena masalah yang menimpa Alia. Anton mulai menyadari, bila wanita yang datang dan pergi dari hidupnya tidak stupun tulus kepada dirinya. Pun dengan sosok para wanita-wanita itu, tidak ada dari mereka yang mampu menggantikan Devonna sebagai seorang istri. Memang ia pernah berharap Tasya mampu menggantikan sosok Devonna sebagai istri. Tetapi ia salah, ternyata keinginan nya adalah Devonna lah yang mendampingi dirinya hingga ajal menjemput.


Anton tersenyum kepada Devonna, pun dengan Devonna yang langsung memeluk Anton dengan erat. Tanpa kata-kata, mereka melampiaskan rasa yang selama ini mereka pendam hanya dengan berpelukan erat dan begitu lama. Keduanya menangis, menyesali betapa bodohnya mereka pada waktu yang lalu. Emosi mereka belum stabil seperti saat ini. Rumah tangga hanya berisi keegoisan masing-masing saja. Hingga perpisahan pun tak bisa di hindari lagi.


Alia hanya bisa menatap keharmonisan yang kini mulai terbangun lagi antara kedua orang tuanya. Hatinya kini merasa haru dan bahagia. Bagaimana tidak? Tinggal selangkah lagi ia akan melihat kedua orangtuanya akan bersatu kembali. Hidup yang selama ini ia rindukan akan kembali ke kehidupan nya yang sempat merasa hancur atas perceraian kedua orangtuanya.


"Maukah kamu kembali menjadi istriku?" Tanya Anton seraya berteluk lutut dihadapan Devonna. Wanita paruh baya itu terkejut, terutama saat melihat Anton mengeluarkan cincin pernikahan mereka dulu, yang Devonna tinggalkan kala ia melarikan diri dari rumah Anton.


"Ka-ka-kamu masih menyimpan nya?" Tanya Devonna dengan raut wajah yang tak percaya.


"Ya, karena jauh di dalam lubuk hatiku, kamu tidak akan tergantikan. Ini aku simpan, dan sekarang kamu kembali. Ini tetap akan menjadi milikmu."

__ADS_1


Devonna menutup mulutnya dengan telapak tangan nya. Air mata terus mengalir di pipinya.


"Kamu serius?" Tanya Devonna lagi.


"Aku serius. Maukah kamu menikah denganku lagi?" Anton kembali bertanya kepada Devonna.


Tanpa ada keraguan, Devonna yang masih mencintai Anton pun mengangguk setuju.


"Ya.. aku bersedia."


Semua tersenyum bahagia. Anton pun langsung memasangkan cincin itu di tangan sang pemilik aslinya, yaitu Devonna. Sedangkan Alia yang masih terkulai lemas, turut merasakan kebahagiaan yang luar biasa itu. Saat itu juga, ia pun mengambil kesimpulan, setiap orang yang pernah bersalah, akan kembali menemukan kebahagiaan dan ketenangan hidup, kala dapat berpikir bahwa dirinya telah bersalah dan mau meminta maaf. Pun dengan kehidupan Alia saat ini, walaupun dirinya bersalah atas keputusan bodohnya, ia masih mempunyai kesempatan untuk merasakan kebahagiaan, walaupun tidak bersama dengan Putra. Kebahagiaan dapat diraih dengan segala cara, buktinya hanya dengan melihat kedua orangtuanya kembali akur, Alia sudah merasakan kebahagiaan yang puar biasa.


Kini tidak ada lagi yang Alia takutkan, hidupnya akan baik-baik saja, walaupun apa yang ia inginkan tidak tercapai. Tuhan akan menggantikan kesedihan itu dengan kebahagiaan yang lain nya.


Alia tersenyum, ia mengusap air matanya dan membalas pelukan kedua orangtuanya yang kini memeluk dirinya. Hanya kata Terimakasih lah yang mampu ia ucapkan kepada kedua orangtuanya. Karena mereka yang mau melunturkan ego masing-masing, maka kebahagiaan itu dapat kembali Alia rasakan.


.


"Hidup hanya tentang waktu. Melangkah lah maju, raih kebahagiaan, lalu hiduplah dengan sebaik-baiknya. Katakan selamat tinggal untuk masa lalu." -De'rini-

__ADS_1


__ADS_2