Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Kegigihan seorang pria


__ADS_3

...πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


Amer melangkah dengan cepat ke arah kasur.


Di lihatnya Layla yang tengah meringkuk dengan ke dua tangannya yang memeluk perutnya sendiri, peluh sebesar biji jagung nampak di kening dan wajah Layla.


"Apa yang kamu rasakan, La?" Tanya Amer dengan wajah panik dengan menangkup wajah Layla. Sedangkan Layla dengan mata yang terpejam kian meracau.


"Ini sakit, sakit sekali!" Seru Layla dengan suara yang terdengar lemah di telinga Amer.


Dengan tangan kanannya Amer menyapu peluh yang ada di kening Layla, aku akan membawa mu ke dokter La!


Amer menggendong Layla dengan ke dua tangannya yang kekar. Membawa wanita itu menuruni anak tangga dengan wajah tampak cemas dengan keadaan Layla.


Bi Asih terpaku di tempatnya berdiri, tidak menyangka dengan apa yang dia lihat.


"A- ada apa Tuan dengan Nona ini?" Tanya bi Asih.


"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi dengannya." Amer berjalan terus tanpa menghentikan langkahnya.


Bi Asih menatap dengan sinis kepergian Amer yang melewatkan sarapannya hanya demi Layla, belum apa apa sudah merepotkan Tuan saja, bagai mana nanti jika sampai wanita itu tinggal lebih lama lagi di rumah ini... huh benar benar wanita yang menyusahkan.


Pak Jojo supir pribadi Amer tengah mengelap kaca mobil sambil berdendang di kagetkan dengan seruan Tuan-nya.


"Pak, cepat buka pintunya!" Seru Amer dengan suara yang bergetar saat dirinya sudah di ambang pintu.


Pak Jojo menoleh ke belakang dan terpaku pada saat melihat Tuan-nya tengah menggendong seorang wanita.


"Cepat buka pintunya!" Bentak Amer.


"I- iya pak." Pak Jojo membukakan pintu belakang mobil untuk Amer.


Amer mendudukan dirinya di kursi belakang dengan menkegkup tubuh Layla yang kini hilang kesadarannya.


Amer menarik tangan kanannya dan menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Layla, "La, kamu harus kuat La, tidak akan terjadi apa apa dengan mu, La!" Gumam Amer.


Pak Jojo langsung menutup pintu saat Tuan-nya Amer sudah berada di dalamnya.


Pak Jojo mendudukkan dirinya di belakang kemudi, ke dua matanya melirik Amer lewat kaca spion mobil.

__ADS_1


Selama aku bekerja dengan Tuan Amer, baru kali ini aku melihat Tuan membawa seorang wanita dan menggendongnya. Tuan tampak perduli dan mencemaskan keadaan wanita itu apa wanita itu berarti untuk hidup Tuan? Pertanyaan menyeruak di hati pak Jojo.


"Cepat jalan, pak! Tunggu apa lagi!" Lagi lagi Amer membentak pak Jojo.


"O- iya pak... tapi kita mau ke mana ya pak?" Tanya pak Jojo dengan tangannya menyalakan mesin mobil.


"Ke rumah sakit... memang mau ke mana lagi!" Amer tampak kesal dengan pak Jojo.


Pak Jojo membawa mobil yang ia kemudikan menuju rumah sakit terdekat tempat di mana dokter Samuel bertugas, tampak jelas wajah Amer yang tengah cemas, fegang, panik menjadi satu dalam diri Amer.


Amer memeluk erat tubuh Layla, "Bangun La! Ayo buka mata mu... kamu harus sadar!"


Dengan tangan kanannya Amer berusaha membangunkan Layla dari pinsannya, menepuk nepuk pipi tirus Layla.


"La! Ayo buka mata mu! Ada aku di sini yang akan melindungi mu, ayo La buka mata mu, ku mohon La!" Amer tampak gamang mendapati Layla yang belum juga sadar.


"Ya Tuhan tolong selamatkan lah nyawa wanita ini, beri aku kesempatan untuk merubah jalan hidupnya. Aku akan mengganti harinya yang pahit dengan pelangi yang cerah." Do'a tulus Amer untuk Layla.


Sesekali pak Jojo melirik Tuan-nya dari kaca spion mobil, ku harap do'a tulus Tuan dapat di kabulkan.


Tubuh Layla tidak merespon suara yang di serukam Amer.


"Ini sudah cepat, pak! Jalannya yang macet." Ujar pak Jojo, saat ini jam sibuk di mana mana kendaraan padat merayap.


"Apa rumah sakitnya masih jauh, pak?" Tanya Amer.


"Rumah sakitnya sudah di depan, pak... sedikit lagi kita sampai."


Amer menatap wajah pucat Layla, mana mungkin aku membiarkan mu menahan sakit lebih lama lagi hanya seorang diri. La, "Ya sudah, kalau begitu, biar aku turun saja di sini!" Seru Amer.


Pak Jojo membulatkan matanya dengan menoleh ke belakang tempat di mana Tuan-nya berada, "Anda serius, pak? Ini kita sudah dekat loh dari rumah sakit!"


"Aku serius.... cepat buka pintunya!" Pinta Amer tanpa ada keraguan sedikit pun di hatinya.


Amer menatap dalam Layla yang kini memucat.


Pak Jojo turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Tuannya Amer.


Amer melangkahkan kakinya ke luar dari mobil dengan ke dua tangan yang menggendong Layla, "Sabar ya La, sedikit lagi kau akan di tangani oleh dokter!" Seru Amer saat menatap wajah Layla.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, Amer langsung berlari secepat mungkin menuju rumah sakit. Melewati kendaraan satu persatu dengen tidak menghiraukan pandangan dari pengendara lain yang tengah bersabar dalam kendaraannya.


Pak Jojo menatap punggung Tuannya yang berlari, aku salut dengan kegigihan mu Tuan, ini baru yang di namakan kegigihan seorang pria.


"Semangat, Tuan!" Seru seorang pemotor saat Amer melewatinya.


"Yank, keren itu ih cowoknya." Seru seorang wanita yang sedang duduk di boncengan motor, sedangkan pria yang membawa motor memasang wajah jutek.


Amer di sambut dengan berangkar dan para petugas medis yang berada di luar, Amer menidurkan Layla di atas berangkar lalu mereka mendorong berangkar itu menuju IGD agar Layla segera mendapatkan penanganan.


"Maaf, Tuan... anda tidak boleh masuk!" Seru petugas medis saat berangkar yang membawa tubuh Layla sudah memasuki ruang IGD


"Tolong sus, lakukan yang terbaik untuk wanita itu!" Seru Amer.


"Kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk setiap pasian, Tuan." Oceh petugas medis dan kemudian menutup pintu IGD.


Amer tampak gelisah dengan berjalan mondar mandir di depan ruang IGD.


Tidak berselang lama pak Jojo datang, wish lah tak tanyakan saja yoook dari pada aku sendiri yang pusing.


"Sebaiknya Tuan berdo'a untuk kesembuhan Nona, itu akan jauh lebih baik dari pada Tuan hanya berjalan mondar mandir di depan ruang IGD.


Yah benar apa yang di katakan Jojo, lebih baik aku sholat dan bersimpauh padanya, Tuhan pencipta alam dan seisinya.


"Benar juga apa kata mu!" Seru Amer, "Kau tunggu lah di sini... apa pun yang terjadi, kabari aku!" Seru Amer meninggalkan pak Jojo seorang diri, kaki Amer melangkah menuju mushola yang terdapat di rumah sakit tersebut.


πŸ‚Di tempat lainπŸ‚


Tanah di depan rumah masih basahhh, tanda semalam habis turun hujan yang membasahinya.


Bukan sapaan hangat yang di terima gadis yang mengenakan tengtop dan celana pendek di atas paha ini, melainkan guyuran air segayung yang membasahi wajah cantiknya.


Byuuuur.


...Bersambung......


...πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


Salam manis yang mampir jangan lupa kasih jempol 🀭

__ADS_1


Author gabut sebatas halu.


__ADS_2