Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Menunggu perintah


__ADS_3

...💔💔💔...


"Kalian yang dari mana saja heh?" Amer menatap ke duanya dengan penuh selidik.


"Tadi Nona berhenti di depan Tuan, mendebatkan masalah pengajuan order dari pihak Ardiansyah group." Terang Gunawan.


"Benar begitu, Layla?" Tanya Amer dengan tangannya, yang langsung menggenggammm jemari Layla.


"Iya lah ka."


Pintu lift terbuka.


Amer, Layla dan Gunawan masuk ke dalam lift. Dengan Gunawan yang berdiri di depan pintu. Sedangkan Amer dan Layla berdiri di belakangnya.


"Apa pihak Ardiansyah group, akan datang ke sini untuk membicara kan orderan nya itu, Gunawan?" Tanya Amer.


"Saya belum dapet kabar lagi, pak. Untuk email yang di kirimnya, saya juga belum membalasnya." Ujar Gunawan.


Amer mengerutkan keningnya, "Kenapa kau belum membalasnya, Gunawan?"


"Saya menunggu perintah dari pak Amer, untuk menyetujui orderannya atau menolak orderan dari dari pihak Ardiansyah group." Gunawan menjelaskan alasannya pada Amer.

__ADS_1


"Aku tidak punya pilihan untuk menolak orderan nya, Gunawan." Ujar Amer.


Ting.


Pintu lift terbuka, menandakan ke tiganya sudah sampai di lantai yang di tuju. Ke tiganya pun ke luar dari kotak besi itu. Hendak menuju ruang kerja mereka masing masing. Namun langkah kaki Layla terhenti, saat dirinya akan memasuki ruang disein.


"Ka Amer beneran mecat Aulia?" Tanya Layla yang kini berdiri di ambang pintu ruang kerjanya.


"Tentu saja, sayang!" Amer memepettt kan tubuhnya dengan Layla. Dengan kibasan tangannya, ia memberi perintah untuk Gunawan agar meninggalkan nya.


Gunawan pun melangkah dari tempatnya, setelah menunduk hormat pada ke Layla dan Amer.


Amer mencium pucuk kepala Layla, "Apa yang kau fikirkan, sayang?" Tanyanya dengan lembut.


"Itu urusannya, bukan urusan kita sayang! Sudah kau masuk lah, nanti istirahat kita makan siang bareng ya!" Amer menatap dalam, ke dua bola mata Layla yang indah, yang selalu dapat memberikan ke sejukan di hatinya.


"Iya ka, aku masuk dulu ya!" Layla mengulurkan satu tangannya, dan mengelusss pipi Amer.


Amer mengecup kening Layla, "Jika merasa lelah, jangan di forsil ya tenaga mu! Langsung istirahat lah!"


"Siap pak bos!" Layla melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya.

__ADS_1


Sampai di dalam ruang kerjanya, Layla langsung mendapat kan godaan dari Nami dan Mia, yang sudah berada di meja kerja mereka masing masing.


"Ciyeee yang dapat kecupan hangat, mau dong neng cantik di ciummm pak bos!" Ledek Mia dengan tatapan matanya yang menggoda Layla.


"Apa sih kalian ini! Berlebihan deh." Layla mulai menyalakan laptop yang ada di atas meja kerjanya.


Nami berpura pura menelpon seseorang, dengan menempelkan benda pipih miliknya pada satu telinganya, ke dua matanya menatap Layla dengan tatapan yang misteri.


"Iya sayang, gimana? Apa? Kamu lelah? Kalo lelah, jangan di paksaaa kan dong, kaka bisa kan istirahat sejenak! Oh iya, nanti siang? Pasti dong, memang ka Amer ingin makan siang di mana?"


Layla mengerdilkan bahunya, bertanya pada Mia dengan suara pelan.


"Kalian berdua ini kenapa sih? Aku merasa ada yang aneh dengan kalian." Ucap Layla dengan, tangannya yang menari nari pada kibord laptopnya.


"Iya aja lah, dari pada benjol." Ledek Layla.


Tok tok tok.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung......

__ADS_1


Salam manis author gabut 😊


__ADS_2