Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Membenci mu


__ADS_3

...💔💔💔...


"Ada apa ini? Kenapa ribut sekali?" tanya Amer yang baru melangkah kan kakinya di salah satu tokohnya itu.


Sedangkan Layla berjalan di samping Amer dengan mengguna kan tongkat penyanggah, dengan Hendra yang mengikuti langkah Tuan-nya, berjalan di belakangnya.


"Ini pak, Nona ini meminta kami... untuk menukar karpet yang mengaku sudah ia beli dari toko ini secara online." terang karyawan wanita, yang bernama Zahra saat sudah berdiri di samping Amer.


Wanita muda yang mencari masalah itu pun, langsung membalik kan tubuhnya, melihat ke asal suara yang ikut bicara.


Ia mengerutkan keningnya, menatap tajam Amer dan Layla, akhirnya kita bertemu kembali Layla sayang, aku merindukan mu, tapi aku juga membenci mu! Karena mu aku jadi seperti ini!


"Anda yang tidak tahu apa apa, lebih baik jangan ikut campur!" ucapnya dengan sinis.


Layla yang merasa tidak asing, dengan suara yang ia dengar pun langsung melangkah semakin dekat, dengan wanita yang sedang mencari masalah di toko Amer.


"Maaf Nona, mau tidak mau saya pasti akan ikut campur... anda tahu, anda sedang membuat ke ributan di toko saya. Apa anda bisa jelaskan apa yang membuat anda jadi tidak terkontrol seperti ini?" tanya Amer dengan santainya.


Sedangkan para pengunjung, yang berada di dalam toko itu. Menatap tanda tanya dengan pengunjung wanita, yang mengenakan kaca mata hitam.

__ADS_1


"Siapa sih itu, cewek! Kaya gak tahu kuliatas karpet dari Amer Crop aja!" sungut si ibu yang merupakan pelanggan tetap Amer Crop.


"Mungkin pembeli baru. Atau itu cewek kena tipu sama karyawan lain, atau sama kurir, bisa aja kan!"


"Nah iya itu bisa jadi, sekarang lagi marak penipuan modus media online, modus jasa antar barang." ujar ibu yang tengah memilih milih karpet.


Dari balik kaca mata hitamnya, wanita muda itu mundur satu langkah, saat Layla hampir berdiri di depannya.


Mau apa sih ini Layla! Gak mungkin jugakan dia ngenalin gw!


"Kenapa kau menghindari ku? Kau Melisa kan!" Layla mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya, dengan dadanya yang naik turun, ada rasa bahagia dan sedih, yang menjadi satu, aku harap kau benar Melisa! Aku merindukan mu! Biar bagai mana pun kita ini saudara, meski hanya sebatas saudara tiri, tapi kau lah satu satunya keluarga yang aku miliki di dunia ini.


"Tidak, aku tidak mengenal itu Melisa. Anda salah mengenali orang!" ucap wanita yang sebenar nya ada lah Melisa. Berkata dengan angkuhnya.


Melisa membalikkan tubuhnya, menatap karyawan yang berdiri tidak jauh darinya dengan tajam, "Hei! Siapa sih manager toko ini! Toko yang tidak bertanggung jawab, barang rusak di jual saja!" ketus Melisa.


Amer membiarkan karyawannya untuk menghadapi pelanggan yang membuat onar.


"Maaf Nona, manajer toko ini belum datang, pak manager akan datang ke toko sekitar jam 11 siang nanti, Nona." ujar Zahra.

__ADS_1


"Apa? Yang benar saja, cepat... minta manager mu itu, untuk datang ke toko ini! Enak saja mau membuat ku menunggu." gumam Melisa, mau apa sih Layla ada di sini, tapi siapa pria yang bersama nya? Tidak mungkin itu suami baru Layla kan?


Sreek.


Layla menarik bahu wanita yang ia yakini adalah Melisa, seketika Melisa pun kini saling berhadapan dengan Layla.


Tanpa bisa di baca oleh Melisa, Layla yang mengulurkan tangan nya, langsung melepas kaca mata yang tengah di kenakan oleh Melisa.


Trang.


Layla menjatuhkan kaca mata yang ada di tangannya ke lantai.


"Ja- jadi benar kau Melisa!" seru Layla dengan tergagap, ke dua matanya langsung mengembun.


Grap.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung......

__ADS_1


Salam manis author gabut 😊


Jangan lupa tinggalkan komen dan jejak 😊😊


__ADS_2