
...💔💔💔...
Aulia yang bersandar pada dinding menyeringai, kali ini lo bakal habis Layla! Kita lihat, setelah ini apa yang bakal Amer perbuat sama lo!
Di saat kopi yang di buat Layla sudah jadi, Aulia pun langsung memberi perintah kembali pada Layla.
"Langsung di antar ya ke ruang Tuan Amer!" Serunya dengan ketus.
"Iya." Layla berjalan ke luar dari pentri dengan secangkir kopi di tangannya.
Aulia berjalan di belakang Layla, menatap sinis dan menyeringai pada Layla.
Lo bakal tamat Layla, setidaknya lo pasti bakal di marahin habis habisan sama Amer. Gw bakal buat hari lo di kantor bagai di neraka.
Tok tok tok.
"Boleh saya masuk, pak?" Tanya Layla setelah sampai di depan ruang kerja suaminya, Amer.
"Masuk lah, sayang!" Seru Amer dari dalam ruang kerjanya.
Ceklek.
Amer menyunggingkan senyum nya, saat melihat Layla memasuki ruang kerjanya. Ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kebesarannya. Meletakkan pulpen yang ada di tangan kanannya di atas meja, dekat dengan tumpukan berkas, yang tersusun rapih di hadapannya.
"Kau tidak perlu mengetuk pintu dan meminta izin, untuk masuk ke ruang kerja ku, Layla." Ujar Amer dengan lembut.
Layla meletakkan secangkir kopi yang sudah ia buat di atas meja.
"Ya gak bisa gitu dong, pak. Ini kan kantor. Aku harus memberikan contoh yang baik pada yang lain." Ucap Layla.
Amer menarik pergelangan Layla, hingga wanita itu jatuh di atas pangkuan Amer.
Sreek.
Bugh.
"Akkkhhh, ka!" Jemari Layla menyentuh dada Amer.
Amer melingkarkan tangannya di pinggang Layla, menatap lekat wajah Layla yang kini ada di hadapannya.
"Kau terlalu formal, sayang! Ayo panggil aku sayang!" Pinta Amer.
"Emmmmm." Layla tampak berfikir dengan apa yang di inginkan Amer.
"Ayo lah sayang! Aku ingin mendengar, kau memanggil ku sayang!"
"Iya sayang, ka Amer sayang. Apa aku sudah bisa pergi dari sini?" Layla menangkup wajah Amer dengan ke dua tangannya.
"Baik lah! Cium aku dulu!"
Cup.
Layla mendaratkan ciuman di kening Amer.
__ADS_1
"Sudah kan? Aku sudah bisa pergi sekarang pak Amer?" Tanya Layla.
"Baik lah, tapi saat aku meminta mu ke ruangan ku, kau harus datang ya!" Amer sangat berat hati, membiarkan Layla lepas dari pandangan nya.
"Baik lah." Layla menarik sudut bibirnya.
Beranjak dari pangkuan Amer.
Sedangkan di meja kerja Aulia.
Aulia menajamkan telinganya, menunggu detik detik Amer murka pada Layla, karena kopi asin yang di hidangkan Layla untuk Amer.
"Kenapa lama sekali sih! Ayo dong, murka! Sedang apa sih mereka di dalam, kenapa lama sekali marahnya!" Aulia meremasss berkas yang ada di tangannya.
Gunawan yang melihat Aulia pun menegur nya, "Apa yang sedang kamu lakukan, Aulia?"
Aulia menoleh ke arah Gunawan, "Tidak ada!" Ucapnya dengan ketus.
"Tapi apa yang kamu lakukan, dengan berkas yang ada di tangan mu itu!" Gunawan berseru dengan tidak kalah ketusnya.
Ceklek.
Layla ke luar dari ruang kerja Amer dan tersenyum pada saat Gunawan menyapanya.
Aulia menatap tajam Layla, sepertinya ada yang salah dengan Amer.
Tak tak tak tak tak.
"Apa Tuan yakin, ingin bekerja sama dengan Tuan Amer?" Tanya sekretaris nya yang bernama Nusi.
"Aku sangat yakin, Nusi. Dengan cara ini, aku bisa lebih dekat dengan wanita itu, akan ku buat wanita itu dan Amer menyesal. Kalo perlu akan aku hancurkan perusahaan nya ini!" Alan mengepalkan tangannya, tekadnya sudah bulat ingin menghancurkan Amer dan Layla.
Layla ke luar dari ruang kerjanya karena ingin ke toilet, dan di saat yang bersamaan Alan tengah melewati dengan matanya yang terus menoleh ke arah Nusi. Hingga ke duanya saling bertubrukan.
Bugh.
"Akhh." Pekik Layla.
Layla yang hampir terjengkang ke belakang, langsung di raih pinggul nya dengan tangan Alan.
Ke duanya saling bersitatap untuk beberapa saat.
Ini cewek cantik juga, tapi sayang. Karena mu, harga diri ku jatuh!
Layla terkesiap, "Maaf pak, a-aku tidak lihat jalan." Layla membenarkan posisi berdiri nya.
"Kalo jalan pake mata!" Ucap Alan dengan ketus.
"Iya! Terima kasih untuk sebelum nya!" Layla langsung meninggalkan ke dua orang pria yang tidak ia kenal itu, karena rasa inginnya untuk buang air kecil menyeruak dan tidak bisa lagi di tahan.
Alan menatap punggung Layla yang berjalan menjauh dari nya, "Dasarrr wanita tidak tahu sopan santun!" Apa wanita itu tidak mengenali ku ya? Dia tampak biasa saja saat melihat ku.
"Maaf pak, bisa kita lanjutkan perjalanan nya!" Ucap Nusi, aku rasa pak Alan menyukai wanita itu.
__ADS_1
Alan dan Nusi kembali melanjutkan perjalanan menuju ruang kerja Amer.
Di luar ruang kerja Amer, Alan di sambut oleh Gunawan.
Dari ke jauhan, Aulia menatap dua orang pria tampan, yang berjalan ke arahnya.
"Siapa itu cowok? Keren banget!" Gumam Aulia.
Gunawan yang mendengarnya, langsung melihat ke arah Aulia melihat.
Tanpa di minta, Gunawan menjawab pertanyaan Aulia, membuat Aulia pun menatap Gunawan yang tengah menjelaskan siapa ke dua pria yang ia lihat.
"Yang berjas hitam, itu namanya pak Alan Ardiansyah, CEO dari Ardiansyah group. Sedangkan pria dengan jas putih, itu adalah Nusi, sekretaris pribadinya."
"Untuk apa mereka ke sini?"
"Tentu saja untuk bekerja sama dengan Tuan Amer." Jelas Gunawan.
Gunawan beranjak dari duduknya, berjalan untuk menyambut tamunya kini.
"Selamat datang pak Alan, pak Nusi!" Gunawan menyambut ke duanya dengan berjabat tangan.
Alan dan Nusi pun membalas jabatan tangan Gunawan.
"Mari silahkan masuk, pak! Tuan Amer sudah menunggu ke datangan pak Alan!" Ujar Gunawan dengan tangannya yang membuka hendle pintu ruang kerja Amer.
Ceklek.
Amer beranjak menyambut ke datangan calon rekan bisnisnya yang baru.
"Selamat da---"
Amer menghentikan perkataannya, saat melihat siapa pria yang memasuki ruang kerjanya bersama dengan Gunawan. Mau apa lagi pria itu ke sini? Bukan mereka yang aku tunggu!
Gunawan memperkenal kan ke dua tamunya itu pada Amer, "Tuan Amer, ini adalah pak Alan Ardiansyah dan pak Nusi sekretaris nya."
"Oh jadi anda yang ingin mengajak perusahaan kecil ku ini untuk bekerja sama?" Ucap Amer dengan suaranya yang dingin.
"Oh rupanya selain terkenal baik, Tuan Amer ini begitu rendah hati ya! Perusahaan mu begitu besar dan mendunia, aku tertarik untuk bekerja sama dengan mu!" Ucap Alan.
"Apa anda pikir, saya mau menyetujui kerja sama ini?" Tanya Amer.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung......
...💔💔💔💔💔...
Salam manis author gabut 😊
Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🤭🤭
Author gabut sebatas halu 😊😊
__ADS_1