
...💔💔💔...
Herman mengerutkan keningnya, "Hamil, dok?"
Rudi membola, Melisa hamil? Anak siapa yang ada dalam kandungannya? Itu bukan anak ku kan?
"Iya, pak... dengan ulah anda ini, anda hampir saja membuat nyawa istri dan calon bayi anda itu melayang, meski pun sekarang istri anda masih dalam keadaan kritis. Do'akan saja agar istri anda bisa melewati masa kritisnya!" Ujar sang dokter wanita muda.
"Apa saya sudah boleh melihatnya, dokter?" Tanya Herman.
"Pasti, nanti ya saat istri anda sudah berada di ruang perawatan." Ujar sang dokter lagi.
"Kalo begitu saya permisi." Dokter berlenggak pergi meninggalkan ruang operasi.
Herman mendudukan dirinya di kursi tunggu, otaknya masih mencerna perkataan dokter yang mengatakan jika Melisa tengah hamil dua bulan.
Sedangkan dirinya baru semalam menanam benih di dalam tubuh Melisa, sangat tidak masuk akan jika dalam semalam berbuat bisa membuatnya mengandung dua bulan.
"Apa itu anak lu, bang?" Tanya Herman dengan menatap nanar Rudi.
__ADS_1
Rudi mengelak dan tidak mau mengakuinya, "Kenapa lo jadi menuduh gw? Itu mana mungkin anak gw, ingat ya! Melisa itu wanita gampangan, mana mungkin dia hanya tidur dengan gw, saat pertama gw melakukan dengan Melisa saja itu bukan kali pertama bagi dia. Berbeda dengan Layla yang benar benar menjaga mahkotanya hanya untuk suaminya."
Tanpa sadar Rudi mulai membanding bandingkan Layla dengan Melisa.
Andri menatap curiga pada Rudi, sama hal nya dengan apa yang di lakukan Herman, ke duanya menatap curiga pada Rudi.
"Mengaku saja lah bang, jika memang benih dalam rahim Melisa itu anak lo... lo harus menikahinya bang!" Oceh Andri.
"Benar apa yang di katakan Andri, bang. Abang harus menikahi Melisa. Bukan kah abang sangat menginginkan seorang anak? Mungkin dengan cara seperti ini, Tuhan memberikan abang keturunan." Ujar Herman yang mendadak menjadi sok bijak memburui Rudi.
Rudi beranjak dari duduknya dengan tangan yang mengepal, "Sialannnn kalian berdua, harusnya kalian berdua malu mengatakan itu sama gw! Buat gw nikahin Melisa? Tidak akan pernah dan jangan pernah bermimpi! Itu bukan lah anak gw!" Rudi meninggalkan ke duanya dengan rasa kesal dan kecewa dalam dirinya.
"Yah mau gimana lagi, Dri! Kan lo denger sendiri bang Rudi ngakuin gw ini suaminya Melisa. Sampe gw ngurus administrasi Melisa buat oprasi dan perawatan pun itu pake tanda tangan gw!" Terang Herman.
Andri menepuk punggung Herman, "Yang sabar ya bro! Mungkin begini jalannya biar lo insafff dan bisa deket sama Melisa;" Ujar Andri pada sahabatnya.
"Gila lo bro, segila itu apa gw di mata lo?" Sungut Herman.
Melisa di bawa ke ruang rawat IGD karna belum melewati masa kritisnya.
__ADS_1
🍂Di ruang rawat VVIP🍂
Layla membuka amplop coklat yang kini berada di tangannya.
"Aku harap kau tetap pada pendirian mu Layla." Ujar Amer.
Layla membola, membaca surat yang terdapat di dalam amplop coklat itu, surat pengajuan gugatan cerai atas nama Layla Savinta untuk Rudi.
Layla menatap mata Amer yang teduh, "I- ini kapan Tuan melakukan nya?" Tanya Layla.
"Itu tidak penting Layla, yang terpenting saat ini kau lepas dari suami brengsekkk mu itu." Ujar Amer.
...Bersambung......
...💔💔💔💔💔...
Salam manis author gabut 😊
Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🤭🤭
__ADS_1
Author gabut sebatas halu 😉