Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Bukan hanya


__ADS_3

...πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


"Aku ada tugas untuk mu. Kau cari tahu, siapa itu Amer Khan dan wanita yang di sebut istrinya itu! Laporan mu, ku tunggu sampai nanti malam." Ucap Alan.


Kau tidak akan bisa lari dari ku, wanita pembawa sialll!


"Siap, Tuan" Ucapnya tanpa membantah perkataan bosnya.


Alan di buat penasaran dengan siapa itu Amer Khan, tangannya mengepal keras, saat mengingat bagai mana Amer melayangkan pukulkannn di wajahnya. Apa lagi di lakukan Amer di depan umum.


Beraninya kau menjatuhkan harga diri ku, hanya demi seorang wanita! Sudah jelas aku yang di rugikan, kenapa harus aku yang di pukulll.


...☘️Di tempat lain☘️...


Kini Amer dan Layla sedang berada di sebuh toko pakaian ternama, Amer memilihkan beberapa gaun dan dress untuk Layla. Meski sebelumnya Layla sudah menolak, tapi tidak untuk Amer. Amer tidak menghiraukan Layla dan tetap memilihkan beberapa pakaian untuk Layla.


Setelah melihat lihat, akhirnya Amer membelikan beberapa gaun dan pakaian, yang menurutnya cocok untuk Layla kenakan.


Hendra dan Jono, membawakan beberapa paper bag yang berisi kan barang belanjaannya Layla.


"Apa ada lagi yang ingin kau beli, Layla?" Tanya Amer dengan tangannya menggandeng lengan Layla.


"Tidak ka, kita sudah cukup banyak belanja hari ini. Lebih baik kaka tabung uangnya." Ujar Layla.


"Ayo lah Layla, aku hanya ingin membuat mu bahagia." Ujar Amer.


"Bahagia itu, di dapat bukan hanya dari berapa banyak barang yang kita beli ka, tapi bagai mana kau bisa menghargai pemberian pasangan mu, mencintai pasangan mu, selalu berada di samping pasangan mu suka atau pun duka." Ujar Layla panjang kali lebar.


"Itu dia!" Amer langsung membawa Layla ke dalam toko perhiasan, saat mereka tengah melewati toko itu.


"Mau apa lagi kita masuk ke dalam toko perhiasan, ka?" Tanya Layla.

__ADS_1


"Tentu saja untuk membelinya." Jawab Amer.


Amer dan Layla di sambut baik oleh para pelayan toko.


"Selamat siang Tuan dan Nona, selamat datang di toko Berlin, ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah satu karyawan wanita yang sedang berdiri menyambut calon customer nya.


"Tolong perlihatkan beberapa koleksi terbaik dari toko ini!" Seru Amer dengan mendudukan dirinya di kursi yang tersedia.


Layla pun mengikuti langkah Amer, dengan mendudukan dirinya di kursi yang tersedia.


"Dengan senang hati Tuan, akan saya perlihatkan." Ucap karyawan wanita itu dengan ramah.


Pelayan wanita itu pun masuk ke ruang pajangan, lalu mengeluar kan beberapa perhiasan koleksi toko, yang pastinya dengan harga yang fantastis.


"Silahkan di lihat dulu, Tuan!" Ucap karyawan wanita dengan menaruh beberapa set perhiasan di atas etalase, yang terdapat di box perhiasan.





"Tapi ka, ini pasti harganya sangat mahal." Layla menatap Amer.


"Ayo lah, kau hanya tinggal pilih, atau kau suka ke tiganya? Biar aku belikan untuk mu, anggap saja ini hadiah pernikahan dari ku untuk mu, sayang ku!" Ujar Amer dengan senyum yang merekah.


"Tapi ka, ini terlalu berlebihan kalo harus membeli ke tiganya... pilih satu saja ka." Ucap Layla.


Karyawan wanita membatin, aiiih Nona, sudah mau aja di belikan ke tiganya, nanti aku yang beruntung mendapat bonus dari bos.


"Ke tiganya sangat cantik dan pas untuk karakter Nona, pasti Nona akan terlihat lebih anggun dan berkelas dengan ke tiga perhiasan ini. Bisa di gunakan untuk berbagai acar juga ko Nona. Buat infestai juga bisa ko Nona lewat perhiasan." Rayuan maut di keluarkan karyawan toko, biar Amer tetap membeli ke tiga set perhiasan tersebut.

__ADS_1


"Tuh kan, bener apa kata mbak ini, kamu harus ikut dengan ku untuk berbagai ke giatan dan acara, gak mungkin juga dong kalo kamu tetap menggunakan perhiasan yang sama. Yang ada kesannya aku gak mampu untuk memanjakan istri ku." Ujar Amer.


"Tapi ka---"


"Saya beli ke tiganya, mbak." Amer mengeluarkan dompetnya yang berada di saku belakang celananya. Dari dalam dompetnya pula Amer mengeluarkan benda pipih berwarna hitam berbentuk persegi panjang. Dan menyerahkan benda itu pada si karyawan toko, sebagai alat pembayaran.


Layla geleng geleng kepala, ka Amer kenapa berubah gini sih, suka memaksaaa kan kehendaknya. Dulu ka Amer gak gini, akan selalu menghargai ke putusan ku.


Amer dan Layla ke luar dari toko perhiasan, sedangkan perhiasan yang di beli Amer. Langsung di serahkan pada Hendra untuk membawanya.


Di dalam mobil menuju kediaman Amer.


Amer menyandarkan kepala Layla di dadanya, dengan tangannya yang menggenggammm jemari Layla.


"Terima kasih ya, kau sudah mau menjadi istri ku!" Ucap Amer.


"Harusnya aku yang berterima kasih, karena ka Amer sudah selalu ada untuk ku!" Seru Layla.


ciiiiiiit.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung......


...πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


Salam manis author gabut 😊


Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🀭🀭


Author gabut sebatas halu 😊

__ADS_1


__ADS_2