Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Membuat rencana


__ADS_3

...πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


"Siapa yang ingin bertemu dengan saya, pak?" Tanya Rudi dengan hati yang di landa penasaran.


"Mari ikut dengan saya, nanti kau akan tahu siapa yang ingin bertemu dengan anda, pak!" Oceh sipir penjara.


Rudi membatin selama melangkah menuju ruang kunjungan, apa mungkin Layla yang datang berkunjung karena berubah pikiran dan mengurungkan nietnya buat pisah dari gw? Hem secara gw yakin banget kalo Layla itu masih cinta banget sama gw, atau Melisa? Ah mana gw tau kabar itu cewe, mau mampusss juga gw gak akan perduli.


Dengan yakinnya Rudi berfikir bahwa yang kembali mengunjungi nya adalah Layla.


Rudi menatap tidak percaya, saat ke dua matanya melihat Andri yang tengah duduk menatap ke arahnya.


"Gunakan waktu sebaik mungkin untuk berbicara, jika sudah waktunya anda harus kembali ke sel mu, pak!" Oceh sipir sebelum meninggalkan Rudi dan seseorang yang mengunjunginya.


Rudi mendudukan dirinya di kursi yang ada di hadapan Andri, mereka duduk dengan terhalang meja.


"Gw pikir lo udah ngelupain gw, Dri!" Seru Rudi dengan bertos dengan kepalannn tangan kanan nya pada kepalannn tangan kanan Andri.


"Gw gak akan mungkin lupa sama lo, bang. Orang yang udah kasih gw ke sempatan buat nyicipinnn tubuh Melisa lo itu!" Ejek Andri dengan menyeringai.


"Sialannn lo, jangan sebut sundelll itu di depan gw! Pengen gw habisinnn itu sundelll, karena dia... gw jadi ada di tempat sialann ini!" Gerutu Rudi kesal.


Ke dua tangan Rudi mengepal di atas meja, tatapannya penuh dengan api ke bencian. Mengingat apa yang terjadi padanya hingga membawanya ke tempat dingin, gubuk derita, alias penjara.


"Lo tenang aja, bang. Gw udah kasih pelajaran buat itu cewe. Gw rasa dalam waktu deket ini, lo bakal bebas menghirup udara ke bebasan lagi, bang!" Ujar Andri dengan yakin.

__ADS_1


Rudi mengerutkan keningnya, "Kenapa lo bisa yakin seperti itu? Apa yang udah lo lakuin ke Melisa... sampe lo bisa ngomong gitu?" Tanya Rudi.


"Pokonyo lo tenang aja bang, gw gak ampe ngabisinnn itu nyawa adek ipar kesayangan lo kok, percaya aja sama gw." Gw cuma buat wajah cantik cewe sombong itu lecettt dikit bang, tapi setelah ini, gw bakal lebih berani buat nyakitin dia, anggapa aja pelajaran dari gw buat dia sekolahin itu bibirnya.


"Cihhh mau lo habisinnn atau jual itu sundelll. Gw gak akan perduli." Ujar Rudi dengan sinis.


"Sadis lo bang, tapi ide lo itu boleh juga!" Ujar Andri yang pada akhirnya setuju dengan perkataan Rudi.


"Siapa dulu, gw gitu lo!" Seru Rudi.


Rudi dan Andri membuat rencana untuk membalas dendam Rudi yang sudah di jebloskan ke dalam sel pada Layla atau pun Melisa.


"Wah keren dong bang, kalo Layla akhirnya ngajuin perceraian ke lo! Itu artinya Layla udah melek mata hatinya, bang." Ledek Andri dengan tergelak.


πŸ‚Rumah sakitπŸ‚


Amer kembali ke rumah sakit dengan wajahnya yang riang, langkah kakinya begitu ringan untuk segera sampai pada ruang rawat Layla.


Amer membatin saat langkahnya semakin dekat dengan ruang rawat Layla, aku harap Layla akan menyukai disein yang aku pilihkan untuknya kelak.


Amer menyerahkan satu paper bag pada Hendra, "Ini untuk kalian, makan lah di kantin rumah sakit... agar kalian bisa nyaman saat menyantapnya." Ujar Amer.


"Terima kasih, pak! Biar kami makan di sini saja." Ujar Hendra yang menolak untuk makan di kantin rumah sakit.


Dari luar Amer dapat mendengar suara ibunya Noer dari dalam ruang rawat Layla.

__ADS_1


"Dari kapan, mama ku berada di dalam, Jono?" Tanya Amer pada Jono.


"Baru beberapa menit yang lalu, pak." Ucap Jono.


Amer meraih gagang pintu depan tangannya.


Ceklek


Pintu ruang rawat Layla terbuka, nampak Noer yang tengah menatap tajam ke arah pintu di mana Amer saat ini berada.


Sedangakan Amer nampak santai melihat ibunya.


"Hai kau, anak bodoh! Kenapa kau tinggalkan Layla seorang diri di dalam kamar?" Tanya Noer.


Amer mengaduh ke sakitan, "Awwwhh, sakit mah!"


...Bersambung......


...πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


Salam manis author gabut 😊


Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🀭🀭


Author gabut sebatas halu πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2