Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Tentu aja gw tulus!


__ADS_3

...πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


"Selamat malam, pak. Wanita itu pasti Layla, calon istri saya, pak... tolong pak, selamatkan calon istri saya!" Ucap Amer dengan wajah yang tegang.


Dor dor dor.


Suara tembakan terdengar dari dalam gudang membuat Amer dan polisi yang ada di depannya, serta Hendra dan Jono langsung menatap ke arah gudang dan berlari mendekati gudang.


Jangan sampai terjadi apa apa dengan Layla, Amer mengepalkan tangannya dengan hati yang di landa cemas serta khawatir akan ke selamatan nyawa Layla.


Tampak beberapa orang polisi mengarahkan senjatanya ke arah pria berambut gondrong, yang sedang menyandera wanita yang tidak lain adalah Layla.


Dengan tangan kanannya yang mengarahkan pisau ke leher Layla, sedangkan tangan lainnya menahan tubuh Layla.


"Jatuhkan senjataaa kalian, kalo ingin wanita ini selamat!" Seru Andri dengan berjalan maju menuju pintu. Sedangkan yang lain, tampak mundur dengan memperhatikan pergerakan targetnya.


"Ka Amer!" Seru Layla saat melihat Amer ada di antara mereka untuk menyelamatkan Layla.


"Tenang Layla." Ucap Amer berusaha membuat Layla tenang, bagai mana ini, jika terus begini, bagai mana dengan nyawa Layla.


"Lebih baik anda menyerah, saat ini anda sudah kami kepung!" Seru seorang polisi dengan tegas, tangannya tetap mengarahkan senjataaa apiii nya pada Andri.


"Mundur kalian!" Seru Andri, dengan mengarahkan pisaunya ke depan beberapa polisi yang ingin menghentikan langkah kakinya.


Amer yang merasa Andri tengah lengah, memanfaatkan ke sempatan dengan sebaik baiknya untuk menyelamatkan Layla.


Amer melangkah cepat dengan melayangkan pukulan lengannya pada tengkuk Andri.


Bugh.


"Akhhh. Sialannn!" Seru Andri yang meringis ke sakitan dengan memegangi tengkuk lehernya.

__ADS_1


Dan ke sempatan datang lagi, polisi yang berada di depan Layla, langsung menarik pergelangan tangan Layla. Menjauhkan Layla dari pria yang sudah menyandra nya.


Andri menatap Amer dengan tatapan ke bencian serta ke marahan.


Karena lo, bang Rudi jadi di penjara, karena lo juga yang udah buat gw jadi buronan polisi, sekarang udah waktunya lo gw habisinnn dengan tangan gw sendiri!


Andri melakukan penyerangan yang membabi buta pada Amer. Dengan berbekal sebilah pisau, Andri mengarahkan pisau ke tubuh Amer, namun dengan gerakan cepat, Amer dapat menghindar dari serangan yang di lakukan Andri.


Amer dan Andri pun terlibat baku hantammm dan saling adu pukulan.


Bugh bak bugh bak pak.


Dor.


"Akkkhh." Kaki Andra yang terkena timah panas polisi pun mendarat di atas lantai dengan mengerang ke sakitan.


Polisi yang melihatnya langsung meringkus dan membawa Andri ke dalam mobil polisi.


Amer terus menggenggammm jemari Layla yang berada di dalam mobil ambulans.


"Untung saja kau selamat Layla, maaf aku terlambat untuk menyelamatkan mu!" Gumam Amer dengan wajah penuh penyesalan.


"Terima kasih karena ka Amer sudah mau menyelamatkan ku! Aku tidak tahu lagi bagai mana dengan nasib ku. Jika ka Amer tadi terlambat menyelamatkan ku." Ucap Layla.


Jika saja ka Amer terlambat menyelamatkan ku, mungkin aku sudah menjadi korban pelecehannn Andri.


πŸ‚ Beberapa hari ke mudianπŸ‚


Amer melangsungkan pernikahan dengan Layla secara tertutup dengan di hadiri rekan kerjanya, keluarga besar serta teman dekat Amer dan juga Layla.


Namun acara yang di gelar secara tertutup.itu, tidak menghilangkan kesan kemewahan nya. Pernikahan yang di lakukan di salah satu hotel bintang 5, dengan konsep negeri dongeng.

__ADS_1


Amer juga memberlakukan ke amanan yang ketat untuk setiap tamunya yang hadir. Ke amanan yang besar sekali pun, akan goyah jika penyusupnya ternyata ada di antara tamu undangan itu sendiri.


Dengan berbekal 2 buah gelas minuman di tangannya, Tasya berjalan mendekati Layla dan Amer dengan langkah yang pasti. Meski ke duanya masih tampak sibuk berbincang dengan beberapa temannya.


Jono dan Hendra terus mengawasi siapa saja yang mendekat pada Layla dengan tatapan matanya yang tajam.


"Ehem ehem, selamat ya atas pernikahan kalian! Gw turut seneng dengernya." Oceh Tasya dengan senyumnya yang di buat senatural mungkin.


Tasya menatap malas Layla, kalo pun gw gak bisa milikin Amer, maka cewek mana pun gak ada yang boleh dapetin Amer!


Amer menatap curiga pada Tasya, "Gw harap ucapan selamat lo ini, tulus dari dalam hati lo!" Sarkas Amer yang tepat mengenai sasaran pada hatinya Tasya, yang tidak tulus dalam memberikan ucapan selamat pada ke duanya.


"Tentu aja gw tulus, buktnya gw bawain minum buat mempelai wanita... ini buat lo!" Tasya menyodorkan segelas minuman pada Layla.


Layla menerima gelas minuman yang di berikan oleh Tasya dengan senang hati.


"Terima kasih!" Ucap Layla dengan senyumnya yang tulus saat menerima gelas yang di berikan oleh Putri.


"Santai aja!" Oceh Tasya dengan menatap tajam Layla, ayo di minum sampai habis itu minuman lo, gw jamin besok lo gak akan punya ke sempatan untuk melihat matahari terbit.


Prang


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung......


...πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


Salam manis author gabut 😊


Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🀭🀭

__ADS_1


Author gabut sebatas halu 😊


__ADS_2