Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Hari buruk


__ADS_3

...💔💔💔...


Pria berambut gondrong dalam diam memperhatikan Melisa, tunggu sampe malam lo, bakal gw sikattt sampai lo gak bisa jalan besok pagi hahahaha bakal menang banyak nih gw.


"Bang, tar malam lo bisa anterin gw kan?" Melisa menoleh pada Rudi yang duduk melantai dengan tangan menyentikkan karambol.


"Mau ke mana lo?" Rudi mengerutkan keningnya dengan tetap fokus pada bidikannya.


"Biasa lah, gw ada job nih!" Seru Melisa dengan tangannya asik menyuapkan kacang ke dalam mulutnya.


"Sutttt." Pria berambut gondrong memberi kode pada Rudi dengan tatapan mata yang tajam seolah dengan matanya dia mengancam, 'Inget lo punya hutang sama gw!'


Rudi pun mengerti dengan kode yang di berikan padanya, "Tenang aja!" Seru Rudi dengan santainya.


Melisa yang mendengar perkataan Rudi pun di buat salah paham, "Awas ya lo bang sampai gak nganterin gw cuma buat nemenin ini bocah!" Tatapan Melisi begitu sinis pada ke dua temannya Rudi.


"Bawel lo!" Seru Rudi dengan acuh.


Pria berkepala plontos terkekeh, lalu berbisik pada temannya pria berambut gondrong, "Ahahhaha buruan lo bakal lepas kalo do'i jadi cabut bro!"


"Sialannn lo!" Pria berambut gondrong menyikut lengan temannya.


"Berisik lo pada!" Omel Rudi.


Sore beranjak dari peraduan, langit jingga meninggalkan awan berganti awan gelap dengan cahaya bulan yang muncul malu malu tanpa adanya bintang yang menghiasi malam.


Melisa sudah rapih dengan makeup dan dress mini merah menyala yang membalut tubuh montokkknya, dengan high heels yang terpasang pada kakinya, kakinya yang jenjang dan pahanya yang putih mulus tampak terpampang nyata dapat di lihat ke 3 setannn yang berkedok manusia.


Dengan angkuhnya Melisa berdiri di depan pintu kamarnya dengan tangan kiri menggenggam tas berukuran kecil yang hanya muat hape dan dompet.


Tatapan mengejek Melisa di tunjukkan pada pria berambut gondrong dan pria berkepala plontos, "Heh, lo gak balik apa? Atau mau tunggu gw usir dulu, baru pada pergi lo dari rumah gw!" Sungut Melisa.


Pria berambut gondrong mendelik pada Rudi, "Kapan lagi?" Tanya pria berambut gondrong.


Rudi hanya meletakkan jari telunjuk kanannya ke depan bibirnya, meminta pria berambut gondrong untuk diam.


"Tunggu dulu!" Seru Rudi yang beranjak ke dapur entah apa yang akan Rudi lakukan.

__ADS_1


"Lo berdua tunggu apa lagi? Cabut sana!" Melisa mengusir ke dua pria yang sama berbadan tegap untuk pergi meninggalkan rumahnya.


"Jangan galak galak dong cantik, percuma lo udah cantik tapi bibir lo kaya silettt!" Celetuk pria berkepala plontos.


"Apa urusannya sama lo, suka suka gw dong, bibir gw ini, rumah gw ini, kenapa juga lo betah di sini, pergi sana lo pada! Kurang kerjaan banget dari siang udah di rumah gw!" Sungut Melisa.


Rudi ke luar dari dapur dengan membawa nampan berisi 4 gelas air sirup ke ruang di mana ada ke dua temannya dan ada Melisa.


"Berisik banget si lo pada, mending minum dulu sini!" Seru Rudi yang menaruh nampan itu di atas meja, Rudi menyerahkan segelas air dingin sirup pada Melisa.


"Mending lo minum dulu, biar kepala lo adem buat jalanin job lo itu!" Melisa mengambil gelas yang di sodorkan padanya.


"Ihs ini gara gara temen lo itu bang, laen kali gak usah bawa mereka ke sini! Enek gw sama mereka!" Melisa meminum sampai tandas minuman yang ada di tangannya, "Tumben minuman buatan lo enak, bang!"


Rudi merebut gelas kosong itu dari tangan Melisa, tangan Melisa bergerak liarrr menyentuh lehernya, "Uuuh, bang... ko panasss ya? Badan gw uuuh, panasss panassss bang!" Melisa mengeluhhh dengan suara desahannn yang membuat pria lain mendengarnya akan mengira jika Melisa tengah mengajaknya untuk bercumbuuu.


Rudi menyeringai melihat kelakuan Melisa, "Kenaaa lo!" Gumam Rudi.


Pria berkepala plontos geleng geleng kepala, "Gila bro, hebat lo bisa ngelakuin ini bener sana ipar plusss pacar lo!" Dengan menunjukkan dua jempolnya ke arah Rudi.


Pria berambut gondrong takjub dengan gerakannn yang di lakukan Melisa, tangan dan tubuhnya meliukkk liukkk merasakan hawaaa panasss yang seketika menyeruak tubuhnya.


"Oh iya, sorry bro, indah banget gerakkannya!" Dengan tatapan memburu pria berambut gondrong segera menggiring Melisa masuk ke dalam kamar.


"Hahay dah, genjoootttt terusss ampe subuhhh." Ledek pria berkepala plontos.


"Lepasss! Jangan peganggg peganggg gw! Singkirinnn gak tangan lo dari pinggang gw!" Melisa menepis tangan pria berambut gondrong dari pinggangnya.


"Hayo dong cantik, galak amat si lo!" Tangan Melisa di tarikkk dengan paksaaa masuk ke dalam kamar, tubuhnya di hempaskannn ke atas kasur.


Bugh.


Brak.


"Hahaha, lo harus puasinnnn gw cantik."


"Aaaaah sialannnn lo, eeeemh nyingkirrr lo aaah dari tubuh gw!" Melisa menolak untuk di sentuhhh namun erangannn dan desahannn yang ke luar dari bibirnya dengan gerakan tangan dan tubuhnya mengatakan jika Melisa menginginkan untuk tubuhnya di sentuhhh.

__ADS_1


"Kali ini kita akan main main sayang!" Pria berambut gondrong melepasss kain yang melekat pada tubuhnya, dengan tangannya dia menarikkk dan merobekkk dress mini yang melekat pada tubuh Melisa.


"Aaaah panassss, sialannn lo campur apa minuman gw, hah!" Melisa masih menggerutu dan meracau.


"Banyak omong lo!" Pria berambut gondrong kini mengambil kain yang terdapat pada kamar Melisa dan mengikat mulut Melisa.


"Eeeeeem, emmmmm!" Kepala melisa menggeleng geleng dengan mata yang meremm melekkk saat pria itu berada di atas tubuhnya.


Menusukkannn senjatanyaaa yang sudah berdiri tegakk dengan kasarr pada tubuh Melisa yang kini mulai meneganggg, ke dua tangan besarnya bermain main pada si kembar Melisa, meremasssnya dengan kencanggg hingga tubuh Melisa menggelenjing.


Dalam mulut yang tidak bisa lagi bersuara, hanya erangannn nikmattt dan sakittt yang bisa Melisa rasakan, tidak menyangka akan datang hari buruk di mana ia di perlakukan kasarrr pada pria yang kini menjamahhh tubuhnya.


Hatinya menolak tapi tubuhnya sangat menginginkan belaiannn dari tangan pria yang bisa melepaskannn dahagaa akan obatt perangsangg yang sudah di campur dalam minuman Melisa tadi, obat perangsanggg dosis tinggi yang di berikan oleh Rudi, mampu membuat Melisa ingin terus di sentuh dan akan mengeranggg dan merasa panasss pada tubuhnya saat dosis obat itu masih ada. Obat itu akan habis pengaruhnya di saat 8 jam ke depan.


Pria berambut gondrong kini membalikkan tubuh Melisa dengan tubuh yang tengkurap dan pria itu berada persis di atas bokonggg Melisa, memaksakannn senjatanyaaa untuk masuk ke dalam tubuh Melisa dengan hentakan yang cepat dan berganti dengan areaaa yang tidak seharusnya di masukkannn. Melisa menjerittt dengan tanpa suara, kepalanya mengangkat ke atas saat senjataaa pria itu memasukiii tubuhnya yang tidak akan bisa elastisss.


"Lo udah berani ngatain gw, dengan mulut lo yang tajam kaya silettt, sekarang lo rasain nih enaknyaaa punya gw!"


Pria berambut gondrong melepasss ikatan pada mulut Melisa dan memaksa senjatanyaaa itu untuk masuk ke dalam mulut Melisa.


Dengan mata yang berkaca kaca, Melisa mengeranggg, "Eeeeeem, eeeemmm." Gila, gw pengen muntahhh.


Tangan pria itu menekan kepala Melisa untuk tidak memundurkan kepalanya, "Lo jaga mulut lo di depan gw! Ngerti lo, jalanggg!"


Pria berambut gondrong itu menarik dengan kasar kepala Melisa dan melepaskannyaaa setelah puasss bermain.


"Makasih sayang, gw puasss dengan servisss lo!" Pria itu mengenakan kembali pakaiannya.


Melisa setengah sadar di atas tempat tidur yang semberaut dengan tubuhnya yang banyak jejak cengkramannn tangan.


Ceklak.


"Waktu lo sekarang!" Seru pria berambut gondrong saat sudah berada di luar kamar Melisa.


...Bersambung......


...💔💔💔💔💔...

__ADS_1


Salam manis yang mampir jangan lupa kasih jempol 🤭


Author gabut sebatas halu.


__ADS_2