Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Cinta pertama


__ADS_3

...💔💔💔...


Layla menatap mata Amer yang teduh, "I- ini kapan Tuan melakukan nya?" Tanya Layla.


"Itu tidak penting Layla, yang terpenting saat ini kau lepas dari suami brengsekkk mu itu." Ujar Amer.


"Terima kasih, Tuan sudah banyak membantu ku... sedangkan aku selalu saja membuat Tuan susah dan repot untuk mengurusi ku!" Seru Layla dengan menatap Amer dengan sendu.


"Demi membuat mu bahagia, apa pun akan aku lakukan Layla." Amer menarik sudut bibirnya ke atas, ia mendudukkan dirinya di tepian ranjang rawat Layla.


"Kenapa Tuan begitu baik pada ku?" Tanya Layla dengan polosnya yang malah membuat Amer gemas dengan tingkah Layla yang begitu natural.


"Karena kau itu cinta pertama ku, di saat aku tahu kau sudah menikah dan aku pikir kau bahagia, aku cukup bahagia... namun setelah aku tahu yang sebenarnya, aku harus maju untuk memperjuangkan mu kembali!" Amer menggenggam tangan Layla.

__ADS_1


"Cinta pertama? Apa Tuan sedang bergurau?" Rasanya sulit untuk Layla percaya jika Layla adalah cinta pertama dari seorang pria seperti Amer.


"Yah sejak pertemuan kita pertama saat di sekolah mu dulu, kau sudah menarik perhatian ku hingga aku meminta pihak sekolah untuk memberikan mu pekerjaan pada perusahaan ku. Kau tahu, Layla?" Tanya Amer dengan sungguh sungguh.


Layla menggelengkan kepalanya tidak mengerti, "Apa? Aku pikir karena hasil disein ku dan Mia itu bagus hingga Tuan menawarkan ku dan Mia pekerjaan di perusahaan Tuan."


"Untuk hasil disein mu itu memang aku tertarik dan itu pula yang aku jadikan alasan, di perusahaan yang aku pimpin hanya kau dan Mia lah yang bisa memiliki jabatan bagus dengan latar belakang pendidikan kalian itu." Terang Amer yang membuat Layla mengangguk kecil.


Layla membuang nafasnya dengan kasar, "Pantas saja aku dan Mia jadi di musuhi oleh karyawan yang lain, Tuan." Gumam Layla dengan suara yang pelan.


"Sudah lah, Tuan... itu sudah berlalu ko, sekarang mereka semuanya sudah sangat baik pada ku, banyak membantu pekerjaan ku juga di saat aku tidak mengerti." Layla mencoba menunjukkan gigi putihnya namun matanya ada pancaran kesedihan, kecuali Aulia dan Reina, mereka berdua tampak jelas mempersulit ku di perusahaan, Tuan... ada saja yang membuat mereka memarahi ku.


Amer dapat membaca kebohongan Layla, "Apa ada yang sedang kau tutupi dari ku, layla? Katakan saja terus terang!" Tangan kanan Amer terulur menyentuh pipi Layla dan mengangkatnya hingga Layla menatap ke dua mata Amer.

__ADS_1


Cukup lama ke duanya saling larut dengan tatapan mereka yang begitu dalam.


Layla membatin, aku sangat beruntung jika Tuan Amer benar benar mencintai ku, aku cinta pertamanya, tapi apa aku pantas untuk Tuan Amer? Apa aku pantas bersanding dengan Tuan Amer? Di luaran sana banyak wanita yang sempurna menanti Tuan Amer, berharap pada Tuan Amer, pasti banyak pula wanita yang mengejar Tuan Amer. Sedangkan aku, hanya wanita biasa yang pernah menikah dan akan sangat sulit bagi ku untuk memberikan keturunan untuk Tuan Amer kelak.


Amer membatin, aku harap setelah aku mengatakannya dengan jelas pada Layla bagai mana perasaan ku padanya, Layla bisa menerima ku apa adanya, Layla tidak meragukan perasaan ku padanya, aku akan membuat mu mencintai ku Layla. Perlahan dan itu pasti hanya akan ada nama ku dalam hati mu.


Hingga suara ketukan pintu terdengar dan membuyarkan pandangan dan pikiran mereka.


...Bersambung......


...💔💔💔💔💔...


Salam manis author gabut 😊

__ADS_1


Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🤭🤭


Author gabut sebatas halu 😉


__ADS_2