Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Mengalihkan topik pembicaraan


__ADS_3

...💔💔💔...


[ "Itu suara siapa Layla? Tidak mungkin itu suara pak Alan kan?" ] tanya Mia yang mulai di liputi rasa khawatir.


"Aku harus jawab apa? Memang itu ke nyataannya." terang Layla yang membuat Mia yang mendengarnya jadi terbelalak.


Sementara Alan, semakin kesal karena ucapannya tidak di hiraukan oleh Layla.


Alan berdehem, "Ehem ehem ehem, sepertinya saat ini kau lupa... di mana saat ini kau berada Nona Layla!" Sungut Alan dengan kesal.


Layla melirikkan ujung matanya pada Alan, pria itu menyebalkan sekali, sabar Layla, kau harus sabar. Ini ujian untuk mu.


"Maaf ya Mia, aku masih harus mengerjakan tugas ku, nanti kita bicarakan lagi ya!" ujar Layla yang langsung menutup telponnya. Menyimpan hapenya di atas meja kerjanya.


Alan geleng geleng kepala, tidak habis fikir dengan Layla, tangannya mengepal, "Dasar wanita, hobinya tukang gosip, tidak bisa membedakan saat jam kerja! Jika aku punya anak buah seperti mu, sudah ku pecat orang itu dari kantor ku ini!" Alan terus mendumel, dengan ke dua mata nya yang menatap tajam Layla, seolah sedang menunggu Layla akan menjawab apa ucapannya itu.


Layla membuang nafasnya dengan kasar, sayangnya aku juga tidak ingin bekerja untuk mu pak Alan, ini hanya karena tuntutan pekerjaan saja. Toh aku di sini hanya sementara, bekerja atas nama Amer Crop.

__ADS_1


Layla tidak membalas ocehan Alan. Layla bahkan untuk yang ke sekian kalinya, mengabaikan kembali Alan yang berada di dalam ruang yang sama dengannya.


Kesal dengan Layla yang mengabaikan nya, tidak membalas dumelan nya, membuat Alan kembali mengfokuskan pikirannya pada pekerjaannya.


Dalam diam, Layla memperhatikan Alan, tapi pak Alan ini kalo di perhatiin, gak jauh beda kaya ibu ibu berdaster di komplek rumah ka Amer, hehehe... tukang gosip.


Layla dan Alan kembali fokus pada pekerjaannya masing masing. Namun itu tidak bertahan lama. Karena setelah beberapa saat, hape Layla kembali bergetar.


Dreeet dreeet dreeet dreeet.


"Ada apa lagi, Mia? Tadi kan sudah aku bilang, nanti lagi kita bicara, ini aku lagi mengerjapkan tugas! Apa kau ingin dengar, bos baru ku itu mengomel lagi?" oceh Layla.


[ "Apa? Siapa yang berani memarahi mu, sayang? Bos baru mu? Pak Alan maksud mu, sayang?" ] Amer mencecar Layla, dengan berbagai pertanyaan setelah mendengar apa yang Layla ucapkan.


Hah? Kenapa jadi suara ka Amer? Bukannya yang menelpon ku saat ini Mia ya?


Layla menjauhkan benda pipih itu dari telinganya, menatap layar hapenya, Layla langsung memicingkan ke dua matanya, saat melihat siapa yang sedang melakukan panggilan padanya.

__ADS_1


"Ka Amer? A- aku fikir tadi yang menelpon ku itu Mia." ujar Layla dengan suaranya yang tergagap.


[ "Layla! Jawab pertanyaan ku saat ini, apa benar yang aku dengar tadi. Pak Alan memarahi mu? Apa yang membuatnya memarahi mu, sayang? Ayo katakan pada ku dengan jujur!" ]


"Apa sih ka? Kaka salah dengan kali, aku tidak berkata seperti itu, oh ya... bukannya ka Amer ada meeting ya? Apa kaka sudah berangkat ke tempat meeting itu?" Layla mengalihkan topik pembicaraan.


[ "Ini aku sedang di jalan, sayang." ] ujar Amer yang kini sedang berada di dalam mobil bersama dengan Gunawan serta pak Jojo, si pengemudi alias supir pribadi Amer.


"Ya udah, kalo gitu. Kaka hati hati ya, selamat bekerja sayang!" ucap Layla yang langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Alan langsung mengalihkan pandangannya, saat Layla mengakhiri panggilan teleponnya, kenapa wanita itu, tidak mengata kan yang sebenarnya pada Tuan Amer? Jika aku memarahinya?


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung......


Salam manis author gabut 😊

__ADS_1


__ADS_2