Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Gak usah drama


__ADS_3

...πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


Herman mendudukan Melisa di sofa, "Lo gak malu? Pelakor teriak pelakor?" Sungut Herman dengan sinis.


Deg.


"Apa maksud lo, botak?" Tanya Melisa dengan ke dua mata yang memicing tajam.


Herman mendudukkan tubuhnya di sofa dengan ke dua tangan di rentangkan di sofa, ke dua mata yang terpejam.


"Gw rasa lo gak sebodoh itu Melisa. Sampai harus gw jelasin ke lo!" Sungut Herman.


"Sialannn lo, gw gak pernah ngerebut bang Rudi dari Layla, emang Layla nya aja yang bego gak bisa kasih servisss yang memuaskannn buat bang Rudi! Soooo lo gak bisa bilang gw pelakor! Gw ini wanita pemuasss segala usia yang berani bayar gw mahal!" Seru Melisa dengan bangga.


Herman membuka ke dua matanya, tubuhnya ia condongkan pada Melisa, "Gak salah denger nih gw! Lo pemuasss segala usia? Hahahaha baru gw sama bang Andri aja lo udah kelimpungannn sampe masuk rumah sakit, pikir lo pake otak!" Seru Herman dengan nada suara yang meremehkan Melisa.


"Heh bego, lo itu sama bajingannn si Andri itu udah perkosaaa gw! Gak masuk itungan gw buat puasin kalian! Yang ada gw bakal laporin kalian ke polisi, biar membusuk lo di penjara!" Sungut Melisa dengan geram.


"Laporin sana kalo berani, yang ada gw bakal bilang sama pak polisi kalo lo itu pekerja sexxx komersialll! Puas lo!" Herman beranjak pergi dari rumah itu meninggalkan Melisa yang seorang diri.


Melisa menatap kesal pada pintu kamar Rudi yang tengah memaduuu kasih dengan wanita lain.


"Siapa sih itu cewek sampe beraninya dia rebut bang Rudi dari gw! Belum tau dia siapa gw!" Seru Melisa dengan sinis.


Ceklek.


Rudi ke luar dari dalam kamar dengan mengenakan celana pendek bertelanjang dada. Berdiri di depan pintu dengan satu tangan di pinggang.


"Masih di sini lo?" Tanya Rudi dengan tatapan sinis pada Melisa.


"Lo lupa bang, ini rumah gw! Jelas gw masih ada di sini!" Melisa beranjak dari duduknya menghampiri Rudi berbarengan dengan sosok cantik yang menghampiri Rudi dengan mengenakan dress milik Layla.


Wanita cantik itu memeluk tubuh Rudi dari belakang, "Wanita pengacauuu itu masih ada, bang?" Tanyanya dengan menopang dagu pada bahu Rudi.


"Heh jalanggg, cepet lo pergi dari sini. Lepas juga tuh dress yang lo pake! Lo gak pantes dengan dress itu!" Tangan Melisa hendak meraih tangan wanita cantik yang Melisa sendiri belum tahu namanya.


Namun sayangnya Rudi lebih dulu menghalau tangan Melisa dan menepisnya dengan kasar hingga tubuh Melisa terhuyung ke samping dengan perutnya yang membentur meja dengan keras membuat Melisa langsung jatuh terduduk dengan bokonggg yang menciummm lantai dengan kencang.


Bugh.


"Aaakkkkh, sakiiiiiiit!" Rintih Melisa dengan keras ke dua tangannya memegangi perutnya.


"Halah paling cuma pura pura sakit! Bangun lo, gak usah drama!" Dengan santainya satu kaki Rudi menendang kaki Melisa.

__ADS_1


Melisa terisak dengan menggelengkan kepalanya, "Gw gak bercanda, bang. Ini beneran sakit!"


"Kayanya dia beneran sakit, bang! Liet itu bang!" Tangan wanita cantik itu terulur mengarah pada darahhh yang merembasss pada sekitaran Melisa terjatuh.


Ke dua mata Melisa mengikuti ke mana jari tangan wanita cantik itu mengarah.


Melisa histeris dan berteriak sekencang kencangnya, "Aaaaaakkkkkhhhhh tolooooooooong!" Darahhhh semakin merembasss semakin banyak.


Rudi di buat panik dengan tingkah Melisa, ke dua tangannya menyingkirkan tubuh wanita pemuasnyaaa dengan kasar.


Rudi melangkah menghampiri Melisa dengan satu tangannya yang meraih dan menjambakkk rambut Melisa, "Diam lo, lo mau mancinggg warga dateng ke rumah! Jangan harap lo!" Sungut Rudi dengan matanya yang melotot.


"Akkkkhhhh sakit, bang!" Satu tangan Melisa mencoba meraih tangan Rudi yang menjambakkk rambutnya.


Sakit pada ke maluannyaaa di tambah dengan jambakannn pada rambutnya belum lagi benturannn keras pada perutnya membuatnya semakin meringis ke sakitan.


"Tolooooooong toloooong!" Melisa dengan suara yang keras berteriak minta tolong.


Tangan Rudi mencengkrammm pipi Melisa dengan kencenggg, "Gw bilang diem, diem lo!" Bentak Rudi dengan wajah merah padam, bayangannya akan warga yang datang ke rumah kini menghantuinya.


"Bang, bisa mati dia bang!" Seru wanita cantik yang tampak ikut panik melihat ke adaan Melisa, gila bang Rudi sama cewe ini aja bisa kasar, gimana sama gw nantinya? Gw gak mau mati konyol.


Melisa merintihhh dan isak tangisnya, "Ini sakit bang, bawa gw ke rumah sakit bang!"


Pintu di gedor dari luar.


Rudi menatap ke arah pintu, siapa lagi itu yang dateng?


"Toloooooong, toloooong saya siapa pun!" Melisa menatap ke arah pintu dengan penuh harap dan pandangan Melisa melemah.


"Sialannn lo pake teriak lagi lo!" Rudi menatap tajam Melisa dan Melisa hilang ke sadaran.


Brak.


Pintu di dobrak.


Tampak Mia dan beberapa warga serta dua orang berbadan besar berdiri di depan pintu dengan pandangan yang terkejut melihat Melisa yang tidak sadarkan diri dengan rambutnya yang masih di jambakkk oleh Rudi.


"Rudi, kau apakan Melisa? Pak tolong amankan Rudi, jangan sampai dia melarikan diri!" Seru Mia dengan 2 orang yang berbadan besar.


Mia dan beberapa warga berlari ke arah Melisa dan menatap tajam pada wanita cantik yang diam mematung.


"Gw gak apa apain dia!" Seru wanita cantik pada wanita yang baru saja tiba itu.

__ADS_1


Rudi yang ingin melarikan diri pun akhirnya mendapat beberapa pukulannn saat hendak ingin di amankan.


Melisa di larikan ke rumah sakit oleh Mia dengan di antar oleh pak Jojo. Sedangkan Rudi di bawa ke kantor polisi.


❣Flasback author.


Amer mendengar apa yang di katakan Layla pada ke dua sahabatnya dan Amer tidak akan diam saja jika menyangkut dengan Layla.


Ceklek.


"Aku rasa kalian harus bergerak cepat Layla, jika kau ingin menyelamatkan adik sialannn mu itu dari pria brengsekkk itu!" Amer melangkah berjalan memasuki ruang rawat Layla.


Mia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Maksud pak bos apaan ini ya?"


Nami beranjak dari tepian ranjang rawat Layla dan memberi ruang untuk bosnya itu duduk menggantikannya.


Amer mendudukkan dirinya di tepian ranjang rawat Layla dengan membawa kepala Layla bersandar pada dadanya.


"Kau pergi lah sekarang juga ke rumah Layla. Kau akan di antar pak Jojo dan ke dua pengawal yang sedang berjaga di luar. Kau akan lebih aman jika pergi bersama dengan mereka!" Seru Amer memberi perintah.


"Kalo saya gimana pak?" Tanya Nami dengan polosnya.


"Kau sendiri yang bilang tidak mau terlibat dengan bocah itu kan!" Seru Amer dengan acuh menatap Nami.


❣Flasback and


Melisa langsung mendapat perawatan dari dokter. Janin yang ada terpaksaaa harus di ke luarkankan karena mengalami pendarahannn hebat dan ke guguran. Saat terjadi benturan dan hantamannn keras di lantai belum lagi Melisa mengeranggg hingga menyebabkan janinnya ke luar sendiri. Dokter membersihkan sisa sisa yang ada pada rahim Melisa.


Wanita cantik itu ikut serta ke rumah sakit dan Melisa iba dengan apa yang menimpa Melisa.


Mia duduk bersama wanita cantik itu di depan ruang tindakan Melisa.


"Kau siapanya bang Rudi?" Tanya Mia.


"Bagai maana dengan Melisa?"


...Bersambung......


...πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”...


Salam manis author gabut 😊


Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🀭🀭

__ADS_1


Author gabut sebatas halu πŸ˜‰


__ADS_2