
...💔💔💔...
"Santai aja!" Oceh Tasya dengan menatap tajam Layla, ayo di minum sampai habis itu minuman lo, gw jamin besok lo gak akan punya ke sempatan untuk melihat matahari terbit.
Prang.
Gelas yang ada dalam genggamannn tangan Layla, jatuh ke lantai dengan isinya yang membasahi gaun pengantin yang di kenakan Layla dan juga Tasya yang berdiri di dekatnya.
"Ah, maaf tante. Aku tidak sengaja melakukan nya!" Ujar seorang anak perempuan pink sebatas lutut dengan ke dua tangan yang mengatup di depan dadanya, memandang Layla dengan mata polosnya di sertai rasa bersalah.
Tasya langsung marah marah di buatnya, "Dasarrr bocah, makanya kalo di tempat umum tuh jangan lari larian, gagal kan rencana gw!"
Amer dan Layla yang mendengar nya pun mengerutkan keningnya, dengan matanya yang menatap tajam.
Dengan suaranya yang dingin Amer pun berkata, "Apa yang sudah kau rencanakan Tasya!"
Tasya meremasss gaunnya dengan tangannya yang lain, uuuh sialll pake kelepasssan bicara lagi kan gw nih!
Hendra dan Jono langsung berjalan ke arah Tasya.
"Apa Nona Tasya bermaksud ingin mencelakai Nona Layla?" Tebak Hendra yang kini berdiri di samping Tasya, siap menyeretnya ke luar dari tempat acara berlangsung.
Tasya menjelaskan nya dengan menggeleng gelengkan kepalanya. Menyangkal perkataan yang di tuduhkan Hendra, meski tuduhan nya itu benar adanya.
"Ka, a- aku bisa jelasin ka, bu- bukan itu maksud aku ---"
Tasya tidak lagi meneruskan perkataannya, saat seorang wanita yang tidak lain adalah ibu dari anak perempuan itu membuka suaranya.
"Apa yang di katakan bapak ini benar adanya, Tuan. Nona ini memang ingin mencelakai istri anda!" Serunya membuat Tasya semakin tersudut.
"Hei jaga bicara anda ya! Berani mengatakan yang tidak benar, itu sama saja dengan anda memfitnah saya! Saya bisa melaporkan anda pada polisi!" Kilah Tasya yang masih saja berkilah.
"Mami!" Bocah kecil itu memeluk kaki maminya, wanita itu tersenyum pada anaknya.
"Saya punya buktinya, jika anda memang ingin mencelakai Nona ini!" Wanita itu menunjuk jari telunjuk kanannya ke arah Layla, dan tangan kanan nya meraih tas yang ada di bahu kanannya, mengeluarkan hapenya lalu menunjukkan video pada Amer dan di lihat juga oleh Layla.
Tasya menatap tajam pada wanita yang berdiri di depannya itu, sialannn... ini cewek siapa sih! Beraninya merusak rencana gw! Bisa gagal lagi rencana gw buat ngancurin Layla.
Amer menatap tajam pada Tasya dengan tangannya yang mengepal, sialannn, wanita ular, beraninya dia punya rencana untuk mencelakai Layla! Setelah apa yang sudah aku lakukan untuk nya!
Amer menatap tajam Hendra dan Jono.
__ADS_1
"Bawa ke luar wanita ini!" Titah Amer dengan tatapan membunuh pada Tasya.
"Siap, Tuan." Ucap Hendra.
"Ayo Nona, ikut dengan kami!" Seru Hendra, dengan mencengkrammm lengan kanan Tasya.
Sedangkan Jono mencengkram lengan kiri Tasya. Ke duanya siap menyerettt Tasya ke luar dari lokasi pesta berlangsung.
"Gak, wanita itu bohong ka! Aku tidak melakukan apa apa pada Layla! Itu hanya vitamin ka! Leeepaaaas!!" Seru Tasya dengan terus meronta ronta meski bukti ke licikannya sudah terbukti.
"Amer, apa yang kau lakukan pada putri ku!" Nani yang tidak terima dengan putrinya yang di perlakukan tidak adil pun kini marah marah pada Amer.
"Maaf tante, jika tante ingin tahu apa yang terjadi, tante bisa tanyakan langsung pada putri tante itu!" Ucap Amer dengan dingin.
"Noer! Ajari putra mu sopan santun saat bicara dengan ku!" Oceh Nani dengan suaranya yang bergetar pada Noer yang berada di belakang nya.
Nani membatin, kurang ajarrr anak ini, berani sekali dia mempermalu kan putri ku di depan umum. Aku akan membalas setiap perbuatan mu, Amer Khan!
Puk.
Noer menepuk bahu Nani, yang tidak lain adalah sahabat karibnya dulu.
"Dasar keluarga tidak tahu di untung!" Nani menatap tajam Amer dan Noer secara bergantian, lalu pergi menyusul Tasya yang sudah di seret ke luar.
Noer mengusappp punggung Layla, "Apa kau baik baik saja, sayang?" Tanya Noer dengan kelembutan.
"Aku tidak apa apa, tante. Tapi --" Layla menatap sekitar yang kini semua mata menatap ke arah mereka.
Amer menggenggam jemari Layla, mengatakannya dengan tegas pada semua tamu undangan, yang hadir pada acaranya.
"Maaf untuk para hadirin yang hadir, karena membuat kalian harus menyaksikan, apa yang harusnya tidak kalian lihat!"
"Tidak apa Tuan, justru kami jadi tahu akan pringai keluarga Nani. Pantas saja jika dirinya di ceraikan oleh suaminya." Oceh seorang pria berjas hitam, yang merupakan salah satu rekan kerja Amer.
"Iya itu benar." Ucap yang lain.
"Pada hal tadi aku sempat berfikir ingin menjodohkan putra ku dengan putrinya Nani, Tasya. Tapi ternyata aku harus mengurungkan niet ku itu." Oceh wanita paruh baya, yang berada tidak jauh dari Amer.
"Amer, temani Layla ke kamar. Ganti gaun mu, nak." Ucap Ali pada putranya.
"Iya, pah." Ucap Amer.
__ADS_1
Amer membatu Layla mengangkat sedikit ujung gaun yang Layla kenakan, "Ayo sayang!"
"Terima kasih ya, sudah membantu membuktikan rencana licik Tasya!" Ucap Noer pada wanita yang tadi, memperlihatkan video Tasya pada Amer dan Layla.
"Sama sama bu, Zeefa. Kau bisa panggil aku dengan kata Zeefa," Ucapnya dengan mengulurkan tangannya.
Noer membalas uluran tangan Zeefa, "Aku Noer, senang bisa mengenal mu, Zeefa." Ucao Noer dengan tulus.
"Mah, kau lupa dengan Zeefa, dia ini putrinya pak Wahyu Nugroho." Cicit Ali dengan berbisik pada istrinya Noer.
Sikap bar bar Noer kembali menguasai dirinya.
Prak.
Tangan Noer melayang dengan mendarat di lengan Zeefa, dengan heboh Noer berseru.
"Astaga Zeefa, kenapa kamu gak bilang... kalo kamu itu putrinya pak Wahyu, astaga astaga astaga... kamu semakin cantik saja Zeefa. Tante sampe gak ngenalin kamu loh!" Kelakar Noer.
Ali geleng geleng kepala di buatnya.
"Ah iya tante, aku gak berubah ko. Aku biasa aja, tante aja yang gak ngenalin aku!" Ucap Zeefa dengan tersenyum manis.
"Apa ini putri kecil mu?" Mata Noer berbinar melihat wajah gadis kecil yang berdiri dengan memeluk kaki Zeefa.
"Aku putri kecilnya mama Zeefa, oma. Nama ku Lilian." Cicitnya dengan polos.
Noer menowel pipi gembul Lilian, dengan senyum yang terukir di bibirnya dan menatap Zeefa.
"Di mana suami mu, Zeefa?" Tanya Noer.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung......
...💔💔💔💔💔...
Salam manis author gabut 😊
Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🤭🤭
Author gabut sebatas halu 😊
__ADS_1